5 Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui

03 Nov 2021 by Laruan

Ketika membahas sumber daya energi, selalu ada pertanyaan tentang keberlanjutan. Sumber daya menyediakan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kita untuk menerangi rumah kita, memberi daya pada kota kita, dan menjalankan mobil kita. 

5 Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui

Namun, kita harus mempertimbangkan bagaimana kita bisa bergantung pada sumber daya ini dalam jangka panjang. Beberapa sumber daya tidak akan pernah habis. Ini dikenal sebagai sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Selain itu, sumber daya ini menghasilkan energi bersih, yang berarti lebih sedikit polusi dan emisi gas rumah kaca, yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Ada beberapa tantangan yang terkait dengan penggunaan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Misalnya, energi alam tersebut kurang dapat diandalkan dibandingkan energi tak terbarukan, dengan perubahan musiman atau bahkan harian dalam jumlah energi yang dihasilkan. Namun, para ilmuwan terus berusaha untuk mengatasi tantangan ini, bekerja untuk meningkatkan kelayakan dan keandalan sumber daya alam yang dapat diperbaharui.

Beberapa contoh yang umum adalah energi biomassa (seperti etanol), tenaga air, tenaga panas bumi, energi angin, dan energi surya. Berikut adalah penjelasan singkatnya. 

  1. Biomassa 

Sumber daya ini adalah sumber energi terbarukan yang berasal dari bahan organik seperti kayu, limbah tanaman, atau sampah. 

Ada beberapa cara untuk menghasilkan energi dari biomassa, termasuk membakar biomassa untuk menghasilkan panas atau menjalankan turbin uap yang menghasilkan listrik, membakar biomassa untuk menghasilkan panas dalam sistem termal (kalau dikombinasikan dengan pembangkit listrik, ini disebut “kogenerasi”), memutar bahan baku menjadi bahan bakar hayati cair, dan pemanenan gas dari tempat pembuangan sampah atau digester anaerobik. 

Biomassa biasanya terdiri dari kayu dari hutan dan sisa penebangan, serbuk gergaji dari pabrik kayu atau konstruksi, sampah organik kota, limbah sayuran pasar, dan bahkan kotoran ayam. 

  1. Tenaga Air 

Pembangkit listrik tenaga air atau PLTA adalah salah satu sumber energi terbarukan tertua dan terbesar, yang menggunakan aliran alami air yang bergerak untuk menghasilkan listrik.

Sementara kebanyakan orang mungkin mengaitkan sumber energi dengan bendungan besar yang memanfaatkan kekuatan seluruh sungai di balik temboknya, fasilitas pembangkit listrik tenaga air tersedia dalam berbagai ukuran. Beberapa mungkin sangat besar, tetapi bisa juga kecil, memanfaatkan aliran air di fasilitas air kota atau parit irigasi. 

Mereka bahkan bisa tanpa bendungan, dengan pengalihan atau fasilitas aliran sungai yang menyalurkan sebagian aliran melalui pembangkit tenaga listrik sebelum air bergabung kembali dengan sungai utama. Apapun metodenya, tenaga air jauh lebih mudah diperoleh dan lebih banyak digunakan daripada yang disadari kebanyakan orang.

  1. Tenaga Panas Bumi 

Panas bumi berasal dari magma yang berada di inti Bumi. Air dan/atau uap membawa energi tersebut ke permukaan bumi. Tenaga panas bumi bisa digunakan untuk menghasilkan listrik bersih atau memanaskan suatu area. Namun, untuk menghasilkan listrik, diperlukan suhu yang tinggi atau menengah, yang biasanya terletak dekat dengan daerah yang aktif secara tektonik.

Sumber energi terbarukan ini menghasilkan sebagian besar persediaan listrik di negara-negara seperti Islandia, El Salvador, Selandia Baru, Kenya, dan Filipina. Keuntungan utama yang menjadi faktor adalah tidak tergantung pada kondisi cuaca dan memiliki faktor kapasitas yang sangat tinggi. Oleh karena itu, pembangkit listrik tenaga panas bumi mampu memasok listrik dasar dalam jumlah besar, serta menyediakan layanan tambahan untuk fleksibilitas jangka pendek dan jangka panjang.

  1. Tenaga Angin 

Tenaga angin adalah salah satu teknologi energi hijau dengan perkembangan yang pesat. Penggunaan meningkat di seluruh dunia, sebagian besar karena biaya produksi turun. Kapasitas pembangkit angin di darat dan lepas pantai telah meningkat hampir 75 kali lipat dalam dua dekade terakhir, melonjak dari 7,5 gigawatt (GW) pada tahun 1997 menjadi sekitar 564 GW pada tahun 2018. 

Turbin angin pertama kali muncul lebih dari satu abad yang lalu. Setelah penemuan generator listrik pada tahun 1830-an, banyak ilmuwan mulai melakukan percobaan untuk menggunakan energi angin untuk menghasilkan listrik. Pembangkit listrik tenaga angin pertama kali muncul di Inggris dan Amerika Serikat di akhir abad ke-19, tetapi tenaga angin modern dianggap pertama kali dikembangkan di Denmark, di mana turbin angin sumbu horizontal dibangun pada tahun 1891 dan turbin angin sepanjang 22,8 meter mulai beroperasi pada tahun 1897.

Angin digunakan untuk menghasilkan listrik menggunakan energi kinetik yang diciptakan oleh udara yang bergerak. Proses mengubah energi kinetik angin menjadi energi rotasi turbin akan menggerakkan generator, sehingga menghasilkan energi listrik melalui elektromagnetisme.

Jumlah energi yang dihasilkan bergantung pada ukuran turbin dan panjang bilahnya. Output sebanding dengan dimensi rotor dan kecepatan angin. 

Kapasitas turbin angin telah meningkat dari waktu ke waktu. Pada tahun 1985, turbin tipikal hanya memiliki kapasitas 0,05 megawatt (MW) dan diameter rotor 15 meter. Pembangkit listrik tenaga angin saat ini mampu menghasilkan listrik sekitar 2 MW di darat dan 3-5 MW di lepas pantai.

  1. Energi Surya 

Cahaya matahari adalah sumber energi terbarukan terbersih dan paling melimpah yang tersedia. Teknologi surya dapat memanfaatkan energi ini untuk berbagai fungsi. Contoh yang paling umum adalah menghasilkan listrik, menyediakan cahaya penerangan, dan memanaskan air untuk berbagai keperluan.

Ada tiga cara utama untuk memanfaatkan energi surya, yaitu fotovoltaik, solar heating and cooling, dan tenaga surya terkonsentrasi. Fotovoltaik adalah teknologi yang menghasilkan listrik langsung dari sinar matahari melalui proses elektronik untuk memberi daya apa pun mulai dari elektronik kecil seperti kalkulator dan rambu jalan hingga rumah dan bisnis komersial. 

Solar heating and cooling (SHC) dan aplikasi tenaga surya terkonsentrasi (CSP) sama-sama menggunakan panas yang dihasilkan oleh matahari untuk menyediakan ruang atau pemanas air dalam sistem SHC, atau untuk menjalankan turbin pembangkit listrik tradisional dalam sistem CSP.

Mencari metode yang tepat untuk menggunakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah tugas yang penting karena pasokan sumber daya tak terbarukan di bumi terus berkurang. Mengkonversi ke energi terbarukan tidak hanya akan lebih baik dalam menopang populasi dunia yang berkembang pesat, tetapi juga akan menyediakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat untuk generasi mendatang.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
03 Nov 2021
mobile-closeKredit PintarDownload