Strategi Divestasi: Pengertian, Penyebab, dan Tujuannya

05 Nov 2021 by Laruan

Bagi pebisnis, merger dan akuisisi merupakan cara umum untuk meningkatkan nilai bisnis. Ada juga strategi lain yang mungkin jarang diketahui oleh banyak orang, yaitu Divestasi.

Divestasi: Pengertian, Penyebab, dan Tujuannya

Dalam dunia bisnis persaingan akan terus terjadi. Oleh karena itu, pengusaha harus melakukan banyak hal untuk mempertahankan perusahaan. Metode yang biasanya perusahaan lakukan untuk mempertahankan bisnis adalah merger, akuisisi dan divestasi

Merger dan akuisisi merupakan bentuk investasi dengan membeli aset, sedangkan divestasi adalah kebalikannya, dengan cara menjual aset perusahaan.

Pengertian Divestasi

Divestasi merupakan strategi penjualan atau pelepasan aset perusahaan. Aset yang dijual perusahaan ini bisa berupa properti, alat kerja, anak perusahaan, divisi dalam perusahaan atau saham. 

Hasil dari penjualan aset bisa berguna untuk membayar utang perusahaan, pendanaan perusahaan, atau pembayaran dividen kepada pemegang saham. Tujuan utamanya adalah memaksimalkan nilai perusahaan atau menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan. 

Biasanya perusahaan melakukan divestasi kepada anak perusahaan maupun divisi yang tidak dapat memenuhi tujuan perusahaan. Namun yang perlu Sobat Pintar ingat adalah divestasi berbeda ketika perusahaan menjual atau melepas aset karena kasus hukum atau melanggar peraturan.

Penyebab Divestasi

Alasan utama perusahaan melakukan divestasi adalah untuk menyelamatkan perusahaan dan meningkatkan laba. Selain itu ada penyebab lain mengapa perusahaan melakukan divestasi, antara lain: 

  1. Perusahaan Ingin Meningkatkan Efisiensi

Divestasi dapat meningkatkan efisiensi dengan cara pelepasan anak perusahaan atau divisi tertentu. Dengan begitu, perusahaan menjadi lebih ramping sehingga penggunaan sumber daya bisa maksimal. 

  1. Melepaskan Aset yang Mengalami Kerugian

Perusahaan biasanya melakukan divestasi dengan cara melepaskan aset. Aset ini bisa berupa banyak hal, seperti anak perusahaan, divisi, alat kerja, saham maupun properti. Apabila ada aset yang membebani keuangan perusahaan, maka sangat masuk akal untuk melakukan divestasi.

  1. Strategi untuk Menumbuhkan Anak Perusahaan

Sobat Pintar tidak hanya bisa melakukan divestasi dengan cara menjual aset kepada pihak lain. Tetapi, Sobat Pintar juga bisa melakukan divestasi dengan melepaskan aset dalam pengawasan perusahaan induk. Hal ini biasa terjadi saat perusahan melepaskan divisi untuk menjadi anak perusahaan baru. 

Tujuan menumbuhkan anak perusahaan adalah untuk meringankan beban keuangan dan membantu produksi perusahaan induk. Tentu saja perusahaan induk tetap melakukan pengawasan terhadap anak perusahaan hingga secara operasional dan keuangan bisa mandiri.

  1. Perubahan Strategi Perusahaan

Perusahaan seringkali mengubah strategi ketika melakukan ekspansi ke wilayah baru dengan cara divestasi. Strategi ini akan lebih menguntungkan perusahaan, karena tidak perlu membangun cabang dari awal. Perusahaan hanya perlu melakukan divestasi dengan cara melepaskan divisi tertentu untuk mengisi cabang baru tersebut.

Tujuan-tujuan Divestasi

Walaupun divestasi memiliki konotasi negatif yang berbeda dengan investasi, namun tujuannya tetap sama yaitu untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Lebih daripada itu, tujuan divestasi bisa beragam, antara lain:

  1. Mengurangi Beban Kerugian

Tidak selamanya investasi memberikan keuntungan bagi pemodal, ada beberapa potensi risiko saat melakukan pembelian aset. Salah satunya adalah nilai investasi yang terus turun seiring waktu, dan tidak menunjukan potensi meningkat. Tentu saja penerapan divestasi dapat meminimalisir kerugian tersebut, dengan cara melepas aset yang tidak menguntungkan.

  1. Mengembalikan Nilai Aset

Aset terkadang memiliki beban biaya tertentu, dan semakin lama nilainya akan berkurang. Beban ini bisa berupa biaya perawatan, pengenaan pajak pada aset, dan lain sebagainya. Agar beban tersebut tidak terlalu besar, perusahaan dapat melakukan divestasi untuk mengembalikan nilai aset.

  1. Meningkatkan Profit Jangka Panjang

Tujuan divestasi selanjutnya adalah meningkatkan potensi profit dalam jangka waktu panjang. Saat banyak aset perusahaan tidak lagi sehat dan membahayakan pendapatan perusahaan secara keseluruhan, divestasi dapat menjadi jalan keluarnya. 

Sebagai contoh, perusahaan dapat melakukan penjualan alat produksi yang sudah usang, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan dan operasional. Kemudian dengan hasil penjualan tersebut, perusahaan melakukan investasi pada alat produksi baru yang lebih efisien.

Berbagai Macam Metode Divestasi

Divestasi tidak hanya menggunakan metode penjualan aset. Ada juga metode lain untuk menjalankan strategi divestasi, antara lain:

  • Dengan cara Spin Off

Metode ini bisa Sobat Pintar gunakan dengan cara melepaskan salah satu divisi kerja menjadi anak perusahaan baru. Dengan catatan, perusahaan induk tetap mengawasi operasional dan keuangan anak perusahaan.

Hanya saja dengan metode ini, perusahaan induk tidak mendapatkan keuntungan atas divestasi. Perusahaan induk tidak menjual anak perusahaan, tetapi  menjadikan entitas baru.

  • Dengan Cara Tracking Stock

Cara selanjutnya, perusahaan melakukan divestasi dengan memecah kepemilikan saham kepada entitas lain (perorangan atau cabang lain). Perusahaan hanya melepas sebagian saham, sehingga secara langsung memberikan keuntungan dari penjualan saham dan masih dapat mengontrol nilai saham perusahaan.

  • Dengan Cara Carve Out

Carve out adalah cara menjual saham dari anak perusahaan kepada pihak lain. Tetapi, anak perusahaan tersebut harus sudah bisa mandiri tanpa sokongan dari perusahaan induk, sehingga tidak membebani perusahaan induk.

  • Dengan Cara Penjualan Aset

Cara yang paling umum dalam penerapan strategi divestasi adalah penjualan aset. Metode ini dapat Sobat Pintar lakukan dengan cara menjual aset perusahaan seperti saham, anak perusahaan dan lain-lain. Penjualan aset ini akan secara langsung berdampak pada keuangan perusahaan.

Risiko Melakukan Divestasi

Saat perusahaan melakukan divestasi, tentu saja tujuannya adalah untuk meningkatkan keuntungan. Sobat Pintar harus mempertimbangan waktu dan metode yang tepat, agar tidak mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Berikut ini adalah potensi kerugian yang bisa membebani perusahaan, antara lain:

  1. Kehilangan Hak atas Perusahaan

Saat melepaskan atau menjual anak perusahaan, tentu saja Sobat Pintar akan kehilangan hak atas perusahaan tersebut. Kemudian, saat menjual sebagian besar saham perusahaan, Sobat Pintar tidak lagi memiliki kuasa besar terhadap perusahaan tersebut.

  1. Pendapatan Perusahaan Berkurang

Divestasi dengan cara menjual anak perusahaan akan menghilangkan hak atas pendapatan perusahaan tersebut. Begitu pula saat menjual sebagian saham perusahaan,  Sobat Pintar tidak akan mendapatkan dividen secara penuh. 

  1. Terjadi Pendistribusian Ulang Pegawai

Ketika perusahaan melakukan divestasi dengan cara memecah divisi tertentu menjadi anak perusahaan. Hal ini memungkinkan terjadinya pendistribusian ulang pegawai pada anak perusahaan dan induk perusahaan. 

  1. Kehilangan Kepercayaan dari Investor

Risiko selanjutnya adalah kehilangan kepercayaan investor kepada perusahaan. Hal ini bisa diakibatkan oleh penurunan laba investor saat pembagian dividen. Kemungkinan terburuknya adalah investor menarik keseluruhan modal dari perusahaan karena tidak sesuai dengan yang mereka harapkan.

Divestasi memang merupakan salah satu strategi mempertahankan perusahaan saat kondisi tertentu. Bahkan, perusahaan dapat meningkatkan laba dengan cara menjual atau melepas sebagian aset. 

Hal yang perlu Sobat Pintar ingat, Divestasi tetap memiliki risiko yang bisa merugikan perusahaan. Tidak hanya itu, divestasi dapat memberikan dampak pengurangan arus kas dalam jangka waktu pendek.

Sebelum melakukan divestasi, Sobat Pintar bisa mempersiapkan keuangan lebih matang. Selain itu, pemilihan metode dan waktu yang tidak tepat bisa mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan. 

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
05 Nov 2021
mobile-closeKredit PintarDownload