Proposal Usaha, Pengertian dan Manfaatnya untuk Bisnismu

02 Dec 2021 by Ary Wibowo, Last edit: 21 Sep 2022

Proposal usaha atau seringkali disebut proposal bisnis merupakan dokumen tertulis berisi cakupan semua aspek usaha dengan tujuan mengajak kerja sama pihak lain. Contoh penggunaan proposal usaha yang paling umum adalah untuk mempersuasi pihak lain untuk melakukan investasi pada usaha tersebut atau membeli produk yang dijual.

Close-up of hands shaking

Description automatically generated with medium confidence

Inti dari Proposal Usaha / Tujuan Proposal Usaha

Proposal usaha harus memberikan gambaran umum mengenai segala aspek usaha, mulai dari profil usaha sampai laporan keuangan. Namun, dalam penyusunan proposal usaha, hal utama yang harus diingat adalah bahwa proposal usaha merupakan media persuasi. Jadi yang harus dilakukan bukanlah hanya menjabarkan usaha yang kamu rintis, melainkan menonjolkan potensinya, supaya investor atau pembeli berminat menjalankan kerja sama.

Selain menonjolkan potensi, isi proposal usaha harus disesuaikan dengan tujuan proposal usaha. Bila proposal usaha digunakan untuk mencari investor, isinya bisa menonjolkan tingginya kebutuhan terhadap usaha kamu dan rendahnya kompetitor pada bidang usaha yang sama. 

Baca juga: Contoh Usaha Modal Kecil Yang Belum Banyak Pesaing

Bila proposal usaha ditujukan untuk menyewa tempat usaha, coba garis bawahi rendahnya SDM yang dibutuhkan, dsb. Bukan hanya strength usaha kamu secara keseluruhan, proposal usaha harus menyorot poin-poin dari usahamu yang secara subjektif merupakan hal positif bagi penerima proposal. 

Yang Harus Ada dalam Proposal Usaha

  • Profil usaha dan pengusaha: visi dan misi usaha
  • Latar belakang dibentuknya usaha. Akan lebih baik bila latar belakang berupa masalah yang dihadapi target market.
  • Solusi yang ditawarkan usaha terhadap masalah tadi.
  • Deskripsi sistematis cara kerja usaha
  • Sumber daya yang dibutuhkan, termasuk sumber daya manusia, modal, waktu, dsb.

Struktur Proposal Usaha

  1. Judul dan cover

Tentunya pada bagian paling depan harus ada cover yang memuat judul proposal. Jangan lupa untuk memasukkan logo, alamat, serta alamat e-mail usaha.

  1. Daftar Isi

Walau terlihat sepele, daftar isi sangatlah penting.

  1. Ringkasan Usaha

Bagian ini berisi ringkasan dari keseluruhan proposal. Sebisa mungkin, penerima proposal harus bisa memahami apa yang ditawarkan dan untung-rugi bagi pihak mereka hanya dengan membaca ringkasan ini.

  1. Latar Belakang/Rumusan Masalah

Menjelaskan masalah yang dihadapi masyarakat yang dapat diselesaikan oleh usaha.

  1. Solusi yang Ditawarkan oleh Usaha

Bagian ini bisa dibilang menjadi inti dari proposal usaha karena menjadi penentu pertama bagi calon investor/pembeli/pihak yang ingin diajak kerja sama untuk menerima atau menolak proposal kamu. Apabila mereka merasa apa yang dilakukan oleh usaha kamu kurang menarik, kurang feasible, atau bahkan tidak akan sukses, mereka akan langsung menolak proposal kamu.

Baca juga: 7 Ide Usaha Sampingan Menjanjikan saat Pandemi

  1. Pasar dan Kompetitor

Poin ini terutama penting dalam proposal yang ditujukan pada calon investor. Jika calon investor sudah tertarik dengan problem solution yang ditawarkan oleh usaha kamu, selanjutnya mereka akan melihat market dari usaha kamu untuk menilai apakah usaha tersebut prospektif untuk dijadikan investasi. Selain itu calon investor biasanya juga akan melihat kompetitor usaha kamu dan menganalisis apakah usaha tersebut bisa bersaing.

  1. Analisis SWOT

Analisis Strength-Weakness Opportunity-Threat atau yang biasa disebut analisis SWOT merupakan rincian indikator keberhasilan dari usaha.

  1. Laporan Keuangan

Laporan keuangan juga biasanya dimasukkan dalam proposal usaha yang ditujukan kepada calon investor. Laporan keuangan dapat memberi gambaran pada calon investor mengenai kemampuan usaha. Yang harus ada dalam laporan keuangan antara lain:

  • Neraca usaha (balance sheet)

yaitu informasi detail mengenai aset, liabilitas, dan ekuitas. Neraca memberikan dasar untuk menghitung pengembalian bagi investor dan mengevaluasi struktur modal perusahaan.

  • Laporan laba/rugi

Laporan laba rugi menunjukkan besar pendapatan perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Semua pemasukan dan pengeluaran yang berhubungan dengan pendapatan dijabarkan dalam laporan keuangan dan digunakan untuk menghitung berapa banyak keuntungan atau kerugian perusahaan.

  • Break Even Point

Break Even Point atau titik impas merupakan titik di mana modal dan pendapatan sama, sehingga tidak ada kerugian maupun keuntungan. Bisa dibilang artinya seperti “balik modal.” Perhitungan BEP dilakukan untuk mengetahui berapa banyak unit produk yang harus dijual untuk mencapai balik modal. 

  1. Manajemen Usaha

Berisi keterangan dan bukti mengenai status, bentuk, kepemilikan, dan legalitas usaha. Manajemen usaha juga termasuk manajemen SDM, berarti rincian pegawai yang dipekerjakan. 

  1. Proposal Kredit

Jika proposal usaha diajukan sebagai permohonan kredit, pada bagian akhir harus memasukkan proposal kredit. Yang dimasukkan di sini tidak hanya nominal uang yang diajukan untuk kredit, melainkan juga rincian rencana alokasi anggaran.

Struktur proposal usaha ini masih harus disesuaikan dengan tujuan proposal dan jenis usaha. Akan tetapi secara umum, itulah gambaran umum struktur sebuah proposal usaha.

Baca juga: 9 Ide Usaha yang Menjanjikan, Bisa dengan Modal Kecil

Itulah penjelasan mengenai proposal usaha, beserta struktur proposal dan contoh proposal usaha. Ingat ya, sebelum menyusun proposal usaha, perhatikan dahulu apa yang kira-kira ingin dilihat oleh penerima proposal dalam proposal yang diberikan. 

Dengan begitu diharapkan proposal yang Anda diajukan diterima dan usaha Anda dapat bekerja sama dengan pihak yang dituju, baik itu kreditur, investor, atau calon pembeli. Yuk, #PintarBersama kembangkan usaha! 

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
21 Sep 2022
mobile-close
Pinjam kilat 20 juta!Download