6 Fakta Menarik dari PON XX Papua 2021

02 Nov 2021 by Laruan

Meski digelar di tengah pandemi covid-19, Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua akhirnya berhasil diselenggarakan. Dalam gelaran PON Papua atau PON XX kali ini, kontingen Jawa Barat berhasil keluar menjadi juara umum setelah memimpin klasmen dengan perolehan 363 total medali

Selanjutnya di posisi kedua, ada kontingen DKI Jakarta yang berhasil mengumpulkan 301 total medali. Posisi ketiga diduduki oleh kontingen Jawa Timur dengan 287 total medali. Sementara itu, tuan rumah Papua harus puas di posisi ke-empat dengan perolehan 261 total medali.

Ada beberapa fakta menarik yang terjadi dalam acara yang digelar dari tanggal 2 Oktober 2021 sampai 15 Oktober 2021 ini. Berikut 6 fakta menarik yang terjadi pada PON Papua,

  1. Diundur Karena Covid-19

Seperti yang diketahui, pandemi covid-19 membuat berbagai aktivitas dari berbagai menjadi terhenti. Salah satu acara yang harus terganggu adalah PON, yang biasanya ditonton oleh ribuan orang dari berbagai pelosok negeri.

Dalam rencana awal, seharusnya PON Papua akan dilaksanakan pada tahun 2020, tepatnya dari tanggal 20 Oktober sampai 2 November 2020. Namun, karena pandemi keburu menyerang, acara olahraga terbesar tingkat nasional ini harus diundur setahun kemudian.

  1. Papua Jadi Tuan Rumah Untuk Petama Kali

Sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1948, Papua sama sekali belum pernah menjadi tuan rumah. Baru di tahun inilah bumi cendrawasih didaulat menjadi tempat para atlet dari seluruh Indonesia bertarung memperebutkan medali.

Dalam rapat Rapat Anggota Tahunan KONI, Papua berhasil menjadi tuan rumah PON XX setelah mengalahkan Bali dan Aceh dengan perolehan 66 suara.

Ada kisah unik dari sejarah PON. Kala itu, pada tahun 1948, Indonesia tidak mendapat izin untuk mengikuti gelaran Olimpiade London. Untuk menyiasati nya, pemerintah kemudian mengadakan acara olahraga sendiri dengan nama PON di Surakarta.

  1. Lokasi Utama Di Salah Satu Stadion Paling Megah Sedunia

Saat ini, Indonesia sudah mempunyai banyak stadion kelas internasional. Salah satunya adalah Gelora Bung Karno, stadion yang kerap dijadikan kandang Timnas Indonesia. Dalam PON XX Papua kali ini, lokasi penyelenggara utama berada di Stadion Lukas Enembe.

Rampung pada tahun 2019, Stadion yang terletak di Kota Jayapura ini mempunyai kapasitas kursi 40.000 penonton. Dengan kapasitas sebesar itu, Stadion Lukas Enembe pernah dinobatkan sebagai salah satu stadion paling megah sedunia oleh situs StadiumDB.com di tahun 2019.

  1. Penyalaan Obor Dilakukan Oleh Legenda Timnas Indonesia

Dalam gelaran PON yang punya motto Torang Bisa! tersebut, Boaz Solossa ditunjuk sebagai penyala obor. Seperti yang diketahui, Boaz Solossa merupakan salah satu legenda hidup Timnas Indonesia.

Pada masa jayanya, Boaz Solossa selalu menjadi striker utama di Timnas. Ia juga merupakan striker paling produktif di Persipura Jayapura dengan torehan 168 gol. Selain punya naluri yang tinggi dalam mencetak goll, pemain asal Sorong ini juga terkenal akan kecepatan larinya. 

  1. Cakupan Wilayah Paling Luas

Biasanya pertandingan PON diselenggarakan maksimal di dua kota. Dalam PON XX ini, Papua mencetak rekor karena 4 kotanya dijadikan tempat pertandingan secara bersamaan.

Berikut ini 4 kota dan kabupaten yang dijadikan tempat pertandingan PON Papua:

Kota Jayapura: 15 cabor dengan 21 nomor disiplin.

Kabupaten Jayapura: 14 cabor dengan 22 nomor disiplin.

Kabupaten Mimika: 9 cabor dengan 12 nomor disiplin.

Kabupaten Merauke: 6 cabor dengan enam nomor disiplin.

  1. Kisah Pilu Atlet 

Nasib atlet Indonesia memang kerap kali tidak sebanding dengan prestasinya. Dalam PON Papua, kisah pilu yang dirasakan oleh beberapa atlet beredar di media. Kebanyakan dari kisah mereka adalah soal finansial.

Seperti yang terjadi kepada Ari Pramanto, atlet asal Sumatera Barat. Seperti dilansir dari cnn pada (13/10/2021), Ari merupakan peraih medali emas kempo pada PON Papua 2021. Setelah berhasil mendapatkan medali emas serta bonus, Ari mengaku menghabiskannya untuk melunasi utang.

Selain Ari, kisah pilu juga menimpa Dhea Nazhira Nur Amalina, atlet selam peraih medali emas dan perak asal Ciamis. Meski berhasil mendapat prestasi membanggakan tersebut, Dhea harus pulang menggunakan bus menuju Ciamis.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata hal tersebut adalah keinginan pribadi dari atlet berusia 17 tahun itu. Dilansir dari kompas pada (14/10/2021), Dhea memilih untuk pulang dengan bis umum karena tidak ingin merepotkan serta menghindari terjadinya kerumunan.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
02 Nov 2021
mobile-closeKredit PintarDownload