Inspirasi 5 Pengusaha Sukses yang Merintis Usahanya

29 Oct 2021 by Laruan

Menjadi pengusaha sukses bisa dibilang sudah menjadi pekerjaan impian di masa kini. Meskipun jam kerja fleksibel, tapi bisa meraup penghasilan hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya. Kedengarannya menyenangkan, tetapi sayangnya banyak orang yang masih enggan menekuni karena alasan klasik seperti tidak punya modal. Padahal ide bisnis sudah beragam dan inovatif, tetapi semangat juang langsung surut ketika berbicara soal modal. 

E:\ADA APA YA ISINYA\KERJA KARYA\PEKERJAAN\KreeUP\Fastwork\Klien\Klien 1 Kredit Pintar Jakarta\Order 2\Gambar 2\pengusaha sukses 1.jpg

Seolah hanya orang-orang yang berani merogoh kantong sedalam mungkinlah yang punya peluang untuk sukses di ranah ini. Nah, untuk Anda yang masih berpikiran bahwa menjadi pengusaha harus dimulai dengan modal yang akan menguras pundi-pundi rupiah, Anda harus baca kisah-kisah dari para pengusaha sukses yang memulai bisnisnya dari nol ini.

1. Bob Sadino

Sosoknya mungkin sudah lama meninggalkan dunia ini, tepatnya pada 2015 silam. Namun, kiprahnya di kancah bisnis nusantara masih meninggalkan jejak di memori rekan-rekan sesama pengusaha. Terutama kata-kata mutiaranya yang selalu bisa menjadi motivasi dan pedoman bagi para juniornya. Semua motivasi bijak yang digaungkan olehnya bukanlah sekadar kalimat yang maknanya dangkal, melainkan hasil dari pengalaman hidupnya selama berwirausaha.

Lelaki yang akrab disapa Om Bob ini merintis usahanya di bidang pangan dan peternakan. Prosesnya tidak instan, karena sebelum memulai karirnya di bidang wirausaha, beliau bekerja sebagai karyawan perusahaan Unilever. Setelah beberapa tahun bekerja, beliau memutuskan untuk berkeliling dunia dengan memanfaatkan harta warisan peninggalan orang tuanya. Beliau kemudian menetap dan bekerja di Belanda selama 9 tahun sebelum kembali ke Indonesia.

Di Indonesia, beliau memutuskan untuk bekerja sebagai sopir bagi usaha persewaan mobil yang dimilikinya sendiri. Sayangnya, sebuah kecelakaan membuat usahanya itu bangkrut dan beliau terpaksa harus bekerja sebagai kuli bangunan yang hanya dibayar 100 rupiah dalam sehari.

Beruntung, beliau tidak berkubang terlalu lama dalam masa-masa depresinya itu dan bangkit kembali untuk memulai usaha barunya, yakni berjualan telur hingga beternak ayam. Berkat keuletan, semua usaha yang dilakukannya sejak saat itu mencapai keberhasilan dan membuat namanya dikenal sebagai pengusaha sukses.

E:\ADA APA YA ISINYA\KERJA KARYA\PEKERJAAN\KreeUP\Fastwork\Klien\Klien 1 Kredit Pintar Jakarta\Order 2\Gambar 2\pengusaha sukses 4.jpg

Sumber: Pixabay

2. Chairul Tanjung

Selain dikenal sebagai pengusaha sukses yang memimpin CT Corp, sosok Chairul Tanjung juga merupakan mantan Menteri Perekonomian di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Beliau menduduki peringkat 589 dari 1000 orang terkaya di dunia versi Majalah Forbes. Namun, jangan dikira beliau tumbuh dengan harta yang melimpah sejak lahir.

Chairul Tanjung merupakan putra dari seorang wartawan di masa Orde Lama yang menerbitkan lima surat kabar beroplah kecil. Tentu, keadaan ekonomi keluarganya jauh dari kata berkecukupan mengingat orang tuanya juga harus menafkahi keenam saudaranya yang lain. Kondisi itu makin diperparah dengan penutupan perusahaan tempat ayahnya bekerja saat itu.

Chairul Tanjung tidak lantas berdiam diri dan pasrah menerima nasibnya. Dengan semangatnya untuk sukses, beliau berhasil menempuh bangku pendidikan hingga di jenjang perkuliahan. Saat itu, meskipun berkuliah di bidang kedokteran, jiwa bisnisnya sudah sangat terasah. Sambil berkuliah, beliau berjualan buku hingga membuka bisnis fotokopi dan penjualan kaos. 

Usaha-usahanya itu bukan hanya bertujuan untuk menambah pengalaman berwirausahanya, melainkan juga untuk membiayai uang kuliahnya. Chairul Tanjung lulus pada tahun 1987 dan langsung mendirikan sebuah usaha bersama rekan-rekannya. Demi membangun bisnisnya, beliau harus berhutang sebesar 150 juta rupiah kepada Bank Exim. Sayangnya, beliau memutuskan untuk hengkang dari bisnis itu karena ketidaksepahaman visi. Ia lalu mencoba mendirikan usahanya sendiri.

Berkat kemampuan berbisnis dan koneksinya yang luas, beliau berhasil mengembangkan usahanya tersebut. Kini, beliau adalah pemilik CT Corp yang terdiri dari tiga perusahaan sub holding, yakni Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources.

3. John Paul DeJoria

Miliuner yang satu ini ternyata memiliki sejarah masa kecil yang cukup menyedihkan. John terpaksa harus dipisahkan dari sang ibu yang tidak mampu lagi membiayai hidupnya. Beliau dibesarkan dalam sistem orang tua asuh hingga batas usia yang ditentukan. Setelah melewati batas usia tersebut, terpaksa beliau harus hidup mandiri dan menjadi tunawisma. Untuk membeli makanan, John harus menjual sesuatu. Kartu natal dan ensiklopedia merupakan contoh barang-barang yang sering dijual olehnya. 

John juga pernah bekerja untuk Redken dan Fermodyl Hair Care sebelum akhirnya dipecat. Beruntung, ia telah cukup banyak belajar di tempat itu. Ilmu yang didapatkannya itu ia padukan dengan pengalaman hidupnya yang keras selama usia 20 tahunan dan menghasilkan sebuah keputusan besar baginya.

Bersama dengan Paul Mitchell, sahabatnya yang berprofesi sebagai penata rambut, John mendirikan perusahaan yang memproduksi sampo dan produk perawatan rambut lainnya. Perusahaan yang dirintis bersama sahabatnya itu diberi nama sesuai dengan nama keduanya, John Paul Mitchell System.

Perusahaan yang ia dirikan pada tahun 1980 itu sukses dengan citranya sebagai salah satu produsen sampo dan produk perawatan rambut terkenal di Amerika Serikat. Berawal dari prestasi gemilangnya itu, akhirnya John semakin gencar melakukan ekspansi bisnis di bidang lain, mulai dari produksi tequila hingga aplikasi layanan musik bernama ROK mobile.

4. Ciputra 

Kalau pernah mendengar tentang Ciputra Group, maka Anda tentu tidak akan asing dengan nama sosok pendirinya. Ciputra atau Tjie Tjin Hoan merupakan seorang pengusaha Indonesia di bidang arsitektur. Beliau mengalami masa kecil yang menyakitkan ketika tahu bahwa ayahnya harus di penjara karena tuduhan sebagai mata-mata Belanda. Ayahnya akhirnya menghembuskan nafas terakhir selama masa tahanannya di Manado itu.

Saat duduk di bangku perkuliahan, beliau mulai belajar mencari uang sendiri untuk menutupi kebutuhan sehari-hari serta biaya pendidikannya. Hal itu terpaksa beliau lakukan karena sang ibu tidak lagi mengirim uang untuknya sejak beliau berada di tingkat dua. Akhirnya, pada tingkat empat, beliau bersama teman-temannya, Budi Brasali dan Ismail Sofyan mendirikan sebuah perusahaan di bidang konsultan arsitektur bangunan yang kantornya berada di sebuah garasi.

Setelah lulus dan meraih gelar sarjana di bidang arsitektur, Ciputra pergi ke Jakarta dan bekerja di perusahaan daerah milik Pemda DKI yang bernama Jaya Group. Karirnya terus menanjak, mulai dari menduduki jabatan sebagai direksi, penasihat, hingga direktur utama. Pada akhirnya, setelah banyak berinovasi di bawah naungan Jaya Group lewat beberapa proyek besar, beliau mendirikan sebuah grup perusahaan keluarga bernama Ciputra Group.

Tidak hanya berjaya di kancah lokal, Ciputra Group juga cukup punya nama di pasaran internasional. Proyek-proyeknya meliputi Ciputra Hanoi International City di Vietnam dan Grand Phnom Penh International City di Kamboja yang ditangani oleh divisi terpisah di bawah International City Development Pte Ltd (ICD).

5. Sam Walton

Sosoknya dikenal luas sebagai pengusaha sukses pendiri perusahaan ritel bernama Walmart. Ia dikenal sebagai pionir dalam bisnisnya yang cenderung melawan arus. Ketika pengusaha lain mendirikan pasar swalayan di wilayah perkotaan, Sam mencoba membuktikan bahwa toko swalayan di kawasan pedesaan juga bisa menjanjikan keuntungan yang memuaskan. Kepribadiannya yang tekun dan suka bekerja keras juga membuat sosoknya sangat menginspirasi meskipun telah lama meninggalkan dunia.

Namun, siapa sangka di balik kesuksesan yang diraihnya itu, ternyata ia memiliki masa kecil yang cukup sulit. Sam kecil tinggal di sebuah peternakan sapi perah bersama keluarganya dan harus bekerja keras untuk menjual susu yang dihasilkan oleh ternak mereka kepada para pelanggan. Selain menjual susu, ia juga mencari uang dengan profesinya sebagai penjaja koran.

Hingga Sam duduk di bangku kuliah pun nasibnya belum membaik. Sambil menempuh pendidikannya sebagai calon sarjana ekonomi, ia harus bekerja sebagai pelayan restoran atau kafe demi membantu perekonomian keluarganya. Keberuntungan mulai berpihak kepadanya ketika ia dan saudaranya, James memutuskan untuk membuka sebuah toko waralaba yang diberi nama Ben Franklin. 

Sayangnya, ketika bisnis tersebut sedang jaya, Sam memutuskan hengkang karena ketidakcocokan dengan manajemen usaha yang mengabaikan usulannya untuk melakukan ekspansi ke pedesaan. Sam Walton akhirnya memilih mendirikan usahanya sendiri yang bernama Walmart. Melalui bisnis yang ia dirikan belakangan itu, Sam berhasil mewujudkan idenya menjadi kenyataan. 

Hingga kini, Walmart menjadi sebuah bisnis yang sahamnya terus menanjak dari tahun ke tahun. Dari kisah pengusaha sukses di atas, mana yang paling menginspirasi Anda?

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
08 Nov 2021
mobile-closeKredit PintarDownload