Manajemen Kinerja: Cara Kerja, Manfaat, dan Siklusnya

08 Jul 2021 by Laruan

Sebuah organisasi atau perusahaan mempunyai goal-nya masing-masing. Untuk mencapai tujuan akhir tersebut, dibutuhkan kinerja para karyawan. Tidak hanya itu, untuk memaksimalkan hasil kerja mereka, maka dibutuhkan sebuah alat manajemen untuk memantau dan mengevaluasi karyawan. Alat manajemen tersebut biasa dikenal dengan sebutan Manajemen Kinerja. Kali ini yang akan kita bahas adalah hal seputar manajemen kinerja, masa, manfaat, dan jenisnya.

Apa Manajemen Kinerja itu?

Performance management atau dalam bahasa Inggris disebut performance management adalah sebuah alat manajemen perusahaan yang digunakan manajer atau tim manajemen untuk memantau dan mengevaluasi kinerja karyawan. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan kerja yang membuat karyawan mampu mengeluarkan kemampuan terbaik mereka secara efektif dan efisien untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Manajemen Kinerja: Cara Kerja, Manfaat, dan Siklusnya

Program performance management dapat membantu menyelaraskan manajer dan karyawan mengenai tujuan akhir, langkah kerja, dan jenjang karir, termasuk juga membantu kinerja perorangan agar selaras dengan visi perusahaan. Secara umum, performance management melihat setiap individu dari kacamata sistem kerja secara keseluruhan.

Bagaimana Cara Kerja Manajemen Kinerja?

Program performance management menggunakan cara kerja tradisional seperti membuat dan mengukur target, langkah-langkah, dan milestones. Program ini juga mendefinisikan bagaimana kinerja yang efektif dan mengembangkan sebuah proses untuk mengukur kinerja staff. Namun, alih-alih menggunakan paradigma lama dengan evaluasi akhir tahunnya, performance management menggunakan setiap interaksi dengan karyawan untuk memaksimalkan proses kerja.

Seorang manager dapat memanfaatkan performance management untuk menyesuaikan alur kerja, merekomendasikan langkah baru, dan membuat keputusan lain untuk membantu karyawan menerapkan langkah-langkah tepat untuk mencapai tujuan. Timbal baliknya, perusahaan akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Contohnya, manager penjualan memberikan staff nya sebuah target keuntungan yang harus mereka capai dalam waktu yang sudah ditentukan. Dengan sistem performance management, manajer akan membantu staff nya dengan panduan yang terukur agar karyawan dapat meraih hasil yang memuaskan.

Kegunaan dari Manajemen Kinerja

Lalu apa saja kegunaan dari performance management? Sistem ini berfokus pada pertanggungjawaban secara terus menerus untuk menciptakan suasana kerja yang sehat, transparan, dan menekankan pada pertemuan rutin yang akan meningkatkan komunikasi secara keseluruhan. performance management membuat sebuah aturan yang pakem, sehingga setiap individu mempunyai paham yang jelas tentang apa yang diharapkan. Hal ini membuat lingkungan kerja menjadi kondusif dan ideal karena target yang jelas. 

Karyawan tidak akan menyibukan diri dengan pekerjaan diluar tugasnya hanya untuk membuat manager terkesan. Manager pun tidak perlu merasa kuatir untuk menegur karyawan yang performanya kurang. Jika sistem performance management berjalan dengan baik maka kemungkinan besar karyawan tersebut akan merasa saat performanya berkurang.

Manajemen Kinerja: Cara Kerja, Manfaat, dan Siklusnya

Siklus performance management

Ini adalah bagian proses atau strategi dari performance management. Ada 4 siklus performance management yang bisa dilakukan secara berkelanjutan yaitu Perencanaan, Pemantauan, Evaluasi, Penghargaan. Siklus ini biasanya berjalan selama satu tahun dan diakhiri dengan evaluasi. Tetapi, beberapa perusahaan telah membuktikan bahwa dengan follow-up secara rutin dapat meningkatkan performa karyawan. 

Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing masa:

1. Perencanaan

Ini adalah awal dimana dasar untuk mencapai target kerja terbentuk. Sebelum manajemen mengadakan pertemuan dengan karyawan, manajemen akan berkumpul dan menentukan target utama dan langkah-langkah yang diperlukan dalam satu tahun. Hal ini mencakup seluruh strategi bisnis, capaian perorangan untuk setiap karyawan dan tim mulai dari target, job deskripsi, tindakan, dan tata cara. Tanpa itu semua, semua perencanaan dengan karyawan akan kurang efektif.

Setelah manajemen memahami detail dari hasil yang diinginkan dari para staff, selanjutnya manajemen melakukan meeting dengan karyawan dan membuat rencana strategis untuk satu tahun. Karyawan yang memiliki kesadaran, pemahaman, dan tanggungjawab atas tugas yang diberikan kepada mereka kemungkinan besar akan berhasil.

Di tahap perencanaan ini, penentuan target seharusnya mengikuti metode S.M.A.R.T:

  1. Specific – Tujuan akhir yang jelas dengan detail informasi seperti hasil yang diharapkan, ukuran keberhasilan, dan pentingnya tujuan akhir tersebut.
  2. MeasurableTujuan akhir harus memiliki indikator yang terukur dan pasti untuk mengetahui jika tujuan akhir tercapai.
  3. Achievable – Walaupun tujuan akhir itu dapat menantang kinerja karyawan agar lebih baik, tujuan akhir harus realistis dan dapat dicapai.
  4. Relevant – Tujuan akhir selaras dengan pekerjaan karyawan dan visi perusahaan secara keseluruhan.
  5. Time-bound – Harus ada kepastian tentang berapa lama tujuan akhir harus tercapai. 

Dalam tahap ini dapat juga direncanakan untuk pengembangan karyawan.

2. Pemantauan

Ini adalah fungsi kunci untuk mencapai tujuan akhir yang telah ditetapkan di tahap perencanaan. Pemantauan tidak akan berjalan efektif jika hanya dilakukan 2 atau 3 kali dalam satu tahun. Sangat disarankan untuk sering melakukan pemantauan karyawan. Hal ini bisa dilakukan satu bulan sekali atau per tiga bulan, untuk memantau perkembangan, menawarkan bantuan jika perlu, membantu menyelesaikan masalah yang muncul, dan menyesuaikan tujuan akhir jika diperlukan.

Dalam pelaksanaan rencana tahunan ada banyak kemungkinan masalah yang akan muncul. Bisa saja masalah ini muncul dari perencanaan yang kurang matang atau motivasi yang kurang. Selain itu, dengan memiliki tujuan jangka panjang bisa saja membuat karyawan merasa terbebani atau sebaliknya mereka akan menyepelekan karena waktu yang masih lama.

Untuk mengatasi hal tersebut ada baiknya untuk memecah tujuan akhir menjadi milestone bulanan. Diharapkan dengan hal ini proses kerja akan lebih lancar dan karyawan mendapatkan tugas yang lebih mudah dicapai. Dengan begitu pemantauan setiap bulan juga akan terasa lebih mudah.

3. Evaluasi

Di akhir tahun, manajemen dan karyawan akan melakukan pertemuan untuk mengevaluasi kinerja di tahun tersebut. Disini juga akan dilihat apakah tujuan akhir yang telah ditentukan berhasil dicapai.

Ini adalah tahapan yang penting karena pihak manajemen dapat melakukan kolaborasi dengan karyawan. Dengan semakin terlibatnya karyawan, maka akan semakin semangat dan termotivasi lah mereka untuk bekerja dengan baik di perusahaan tersebut. 

Ada beberapa hal yang perlu dikaji di tahap ini seperti realistisnya tujuan yang ditetapkan pada tahap perencanaan, apakah karyawan mendapatkan pengalaman yang berguna, dan apakah keahlian karyawan semakin berkembang.

4. Penghargaan

Ini adalah yang tak kalah penting dan tidak bisa disepelekan karena penghargaan atau reward sangat efektif untuk meningkatkan semangat kerja karyawan. Apabila karyawan tidak memperoleh penghargaan, kemungkinannya semangat kerja akan menurun atau bahkan mereka akan keluar untuk mencari pekerjaan lain.

Bentuk dari penghargaan atau reward bisa bermacam-macam antara lain, kenaikan gaji, bonus, promosi jabatan, penambahan fasilitas, dan lain sebagainya. Jika karyawan mendapatkan penghargaan, maka selanjutnya masa performance management akan berulang kembali dari tahap awal. 

Selesai sudah pembahasan kita tentang apa itu performance management, masa, manfaat, dan cara kerjanya. Sudah siap untuk mengaplikasikan performance management ini di perusahaan anda? Jika anda membutuhkan tambahan modal untuk menerapkan performance management di perusahaan anda, Kredit Pintar siap membantu anda. Dapatkan pinjaman uang dengan cepat dan syarat yang mudah hanya di Kredit Pintar.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk