Kenali IPO Serta Syarat dan Prosesnya

27 Apr 2022 by Laruan, Last edit: 18 Jul 2022

Istilah IPO mungkin sudah seringkali Anda dengar, terutama bagi Anda yang sedang tertarik di dunia saham. Kepanjangan IPO adalah Initial Public Offering yang  merupakan sebuah istilah ketika suatu perusahaan atau suatu emiten menawarkan dan menjual efek-efek yang diterbitkannya dalam bentuk saham kepada masyarakat luas.

ipo adalah

Baca juga: Saham: Pengertian, Jenis dan Cara Membelinya

Mengenal lebih lanjut mengenai IPO

Saham bisa Anda beli melalui Bursa Efek yang biasanya mencatat dan menyebarluaskan saham melalui sekuritas dan juga investor. Di dalam pasar modal terdapat 2 jenis pasar yaitu pasar primer dan pasar sekunder. Investasi saham terlebih dahulu diperjualbelikan melalui pasar primer, tempat perusahaan melakukan penjualan saham langsung kepada investornya sebelum investasi saham tersebut mencapai pasar sekunder. Initial Public Offering atau IPO adalah proses yang dijalankan tersebut atau biasanya juga disebut dengan Penawaran Umum Perdana Saham.

Biasanya perusahaan yang sudah melakukan Initial Public Offering atau IPO adalah perusahaan terbuka yang kepemilikannya sudah terbagi dengan para investor yang memiliki saham emiten. IPO ini biasanya dilakukan oleh perusahaan agar bisa melakukan ekspansi yang biasanya membutuhkan modal yang besar. Selain itu alasan perusahaan melakukan proses IPO adalah untuk mengurangi jumlah utang yang dimiliki perusahaan tersebut.

Bagaimana Proses IPO dilakukan

Tentu sebelum melakukan IPO, ada proses yang harus dilalui oleh perusahaan. Proses-proses perusahaan untuk melakukan IPO, dikutip dari Panduan Go Public dari Bursa Efek Indonesia,  adalah:

  1. Pembentukan Tim IPO Internal. Proses ini merupakan pembentukan tim yang diisi oleh orang-orang yang memiliki keahlian di bidang keuangan dan juga legal. Hal ini dilakukan agar orang-orang tersebut bisa membantu proses IPO dan juga mempersiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan, terutama dokumen prospektus.
  1. Melakukan berbagai pertimbangan sebagai berikut:
  • Memperkirakan dana yang dibutuhkan dari proses IPO
  • Persentase kepemilikan saham maksimal yang akan dimiliki oleh publik
  • Pemilihan anak perusahaan yang akan IPO (jika ada)
  • Cari tahu apakah ada permasalahan hukum perusahaan yang nantinya memungkinkan akan mengganggu proses berjalannya IPO
  • Pertimbangan adanya perubahan struktur manajemen
  1. Menunjuk profesional yang berasal dari eksternal. Proses ini menentukan siapa pihak eksternal yang nantinya akan membantu proses IPO perusahaan dan berperan sebagai penjamin emisi efek, konsultan hukum, akuntan publik, notaris, penilai dan biro administrasi efek.
  2. Menyelenggarakan RUPS dan perubahan Anggaran Dasar. Proses ini dilakukan karena perusahan harus mendapatkan persetujuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan IPO dari para pemegang saham. Selain itu perusahaan juga harus membentuk sekretaris perusahaan, audit internal, serta komite audit jika perusahaan tersebut belum memilikinya.
  3. Mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan untuk IPO. Perusahaan yang akan melakukan IPO harus menyampaikan Pernyataan Pendaftaran yang diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Permohonan Pencatatan Saham kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan juga harus mempersiapkan beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk proses penyampaian tersebut.

Baca juga: Daftar Saham Bank Terbaik di Tahun 2022

Syarat agar perusahaan bisa melakukan IPO

Ada beberapa syarat yang harus dilakukan oleh perusahaan sebelum melakukan IPO. Syarat-syarat IPO adalah sebagai berikut:

  1. Perusahaan perlu memiliki persetujuan dari para stakeholders serta mempersiapkan penjamin emisi yang bisa membantu perusahaan ketika melakukan IPO
  2. Menyampaikan permohonan pencatatan saham yang ditujukan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan juga menyampaikan pernyataan pendaftaran yang ditujukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Biasanya proses ini dilakukan oleh emiten. Kemudian BEI dan OJK akan melakukan proses telaah atas permohonan yang diajukan oleh perusahaan tersebut dan berhak untuk meminta perubahan atau tambahan informasi kepada perusahaan tersebut sebagai proses memastikan bahwa fakta material yang disampaikan mengenai penawaran saham, kondisi keuangan, serta kegiatan usaha perusahaan yang diungkapkan kepada publik melalui prospektus.
  3. Perusahaan yang mengajukan IPO bisa menerbitkan prospektus ringkas dan juga dapat melakukan public expose ketika izin publikasi sudah dikeluarkan oleh OJK. Public expose merupakan proses penyampaian rentang harga saham perdana yang akan ditawarkan kepada investor melalui proses penawaran awal atau bookbuilding

Pada masa bookbuilding ini, para investor bisa menyampaikan minat pemesanan saham dengan cara mengisi harga saham yang diinginkan sesuai dengan rentang harga yang sudah ditawarkan. Biasanya proses penentuan harga saham perdana ini dilakukan berdasarkan dari minat pembelian saham pada saat bookbuilding dari investor individu dan investor institusi. Jika minat terhadap perusahaan tinggi, maka perusahaan memiliki kesempatan untuk mempertimbangkan menjual saham perdana dengan harga yang lebih tinggi.

  1. Syarat IPO selanjutnya adalah perusahaan bisa membuka masa penawaran umum saham kepada publik setelah pernyataan pendaftaran perusahaan sudah dinyatakan efektif oleh OJK. Biasanya harga saham yang ditawarkan pada masa offering ini sudah merupakan harga saham yang sudah final. 

Jika ada permintaan saham dari investor yang melebihi dari jumlah saham yang ditawarkan (oversubscribed), maka nantinya akan dilakukan mekanisme penjatahan. Nantinya uang pesanan investor yang pesanan sahamnya tidak dapat dipenuhi akan dikembalikan/refund kepada investor tersebut.

  1. BEI akan memberikan persetujuan dan mengumumkan pencatatan saham perusahaan dan juga memberikan kode saham/ticker kepada perusahaan untuk digunakan sebagai keperluan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Selanjutnya distribusi saham akan dilakukan secara elektronik (scriptless) kepada investor melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Selanjutnya tahap IPO ini ditutup dengan pencatatan dan perdagangan saham perdana di Bursa Efek Indonesia.

Jika saham sudah tercatat di Bursa, maka investor dapat memperjualbelikan saham perusahaan yang dimilikinya tersebut kepada investor lain melalui sekuritas atau Perusahaan Eek yang menjadi ANggota Bursa yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Dari penjelasan di atas bisa diketahui bahwa proses IPO adalah proses perusahaan yang terbuka atau go public dengan cara menawarkan saham perdananya kepada masyarakat umum. Biasanya hal ini dilakukan agar perusahaan mendapatkan pembiayaan jangka panjang. 

Tentu ada pro dan kontra ketika perusahaan melakukan proses IPO ini dan jika pada akhirnya perusahaan memutuskan untuk IPO, pasti sudah melalui proses pertimbangan yang panjang dan untuk kebaikan dari perusahaan tersebut.

Baca juga: Daftar Aplikasi Trading Saham Terbaik Untuk Pemula

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
18 Jul 2022
Pinjam kilat 20 juta!Download