Ini 5 Gejala Osteoporosis dan 2 Cara Mengatasinya

15 Jul 2021 by Laruan

Osteoporosis merupakan kondisi kesehatan yang mengakibatkan tulang keropos. Jika dilihat lebih dekat, pada bagian tulang yang sehat terdapat rongga-rongga kecil menyerupai sarang lebah. 

Mengenal 5 Gejala Osteoporosis dan 2 Cara Mengatasinya

Sedangkan pada penderita pengapuran tulang, rongga-rongga pada tulang tersebut membesar dan menyebabkan tulang kehilangan kekuatan serta kepadatannya. Selain itu, di bagian luar tulang akan lebih lemah dan tipis.

Pengapuran tulang dapat menimpa semua umur, tapi sering terjadi pada orang dewasa dan orang tua terutama wanita. Penderita pengapuran tulang berisiko tinggi mengalami patah tulang, terlebih jika terlalu sering melakukan aktivitas seperti berjalan dan berdiri. 

Nah, dalam artikel ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai gejala, pemicu, cara mengatasi pengapuran tulang. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Gejala Osteoporosis 

Tahap awal pengapuran tulang tidak menimbulkan tanda apa pun. Dalam kebanyakan kasus, orang dengan pengapuran tulang tidak tahu bahwa mereka mengidap kondisi tersebut hingga mengalami patah tulang. 

Meski begitu, pada sejumlah kasus lainnya, pengapuran tulang menimbulkan sejumlah tanda yang patut diwaspadai. Berikut ini tanda pengapuran tulang: 

  • Kekuatan cengkeraman melemah
  • Kuku rapuh
  • Postur badan membungkuk
  • Terjadi kelengkungan tulang belakang
  • Penurunan tinggi badan

Penyebab Osteoporosis 

Setelah mengetahui tandanya, kini saatnya mengenal lebih jauh pemicu pengapuran tulang untuk penanganan yang tepat. Sebagian kasus pemicu pengapuran tulang ialah karena adanya kondisi medis hipertiroidisme dan penggunaan obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid oral atau injeksi jangka panjang seperti prednison atau kortison. Namun, ada juga pemicu lain dari pengapuran tulang, yakni: 

1. Usia 

Faktor risiko terbesar penyebab pengapuran tulang adalah usia. Hal ini karena sepanjang hidup, tubuh memecah tulang lama dan menumbuhkan tulang baru. Namun, ketika berusia 30 tahun-an, tubuh mulai memecah tulang lebih cepat daripada yang kemampuan tubuh dalam menggantikan tulang baru. Hal ini mengakibatkan kepadatan tulang berkurang sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan rentan terjadi patah tulang. 

2. Menopause 

Menopause adalah faktor risiko utama lainnya, yang terjadi pada wanita sekitar usia 45 hingga 55 tahun. Karena perubahan kadar hormon yang terkait dengannya, menopause dapat menyebabkan tubuh wanita kehilangan kepadatan tulang lebih cepat. Meskipun pria juga mengalami kehilangan kepadatan tulang, tapi prosesnya tidak secepat wanita. Sehingga wanita lebih rentan terkena pengapuran tulang. 

3. Obat-obatan

Beberapa penyakit atau konsumsi obat-obatan tertentu dapat menyebabkan perubahan kadar hormon, dan mengurangi massa tulang. Penyakit yang mempengaruhi kadar hormon termasuk hipertiroidisme, hiperparatiroidisme, dan sindrom Cushing. 

Penelitian tahun 2015 menunjukkan bahwa wanita transgender yang melakukan pengobatan hormon (HT) memiliki risiko pengapuran tulang lebih besar.

Sementara itu, pada pria transgender kemungkinan risiko terkena pengapuran tulang lebih rendah dibandingkan dengan wanita transgender. Namun, para ilmuwan perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi temuan ini.

Obat-obatan yang meningkatkan risiko pengapuran tulang meliputi:

  • Glukokortikoid dan kortikosteroid, termasuk prednison dan prednisolon
  • Hormon tiroid
  • Antikoagulan dan pengencer darah, termasuk heparin dan warfarin
  • Obat antidepresan
  • Vitamin A (retinoid)
  • Diuretik tiazid
  • Thiazolidinediones, digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2, karena ini menurunkan pembentukan tulang
  • Beberapa agen imunosupresan, seperti siklosporin, yang meningkatkan resorpsi dan pembentukan tulang
  • Inhibitor aromatase dan perawatan lain yang menguras hormon seks, seperti anastrozole, atau Arimidex
  • Beberapa agen kemoterapi, termasuk letrozole (Femara), digunakan untuk mengobati kanker payudara dan leuprorelin (Lupron) untuk kanker prostat dan kondisi lainnya
  • Pengapuran tulang yang diinduksi glukokortikoid adalah jenis yang paling umum yang berkembang karena penggunaan obat.

4. Kondisi Kesehatan

Kondisi kesehatan yang meningkatkan resiko pengapuran tulang meliputi: 

  • Beberapa penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis dan ankylosing spondylitis
  • Sindrom Cushing, gangguan kelenjar adrenal
  • Gangguan kelenjar hipofisis
  • Hipertiroidisme dan hiperparatiroidisme
  • Kekurangan estrogen atau testosteron
  • Masalah dengan penyerapan mineral, seperti penyakit celiac

5. Faktor Lainnya 

Selain usia dan menopause, menurut American College of rheumatology, ada sejumlah faktor lainnya penyebab pengapuran tulang yakni: 

  • Nutrisi buruk
  • Kurang aktivitas fisik
  • Merokok
  • Bingkai bertulang kecil
  • Berkurangnya hormon seks: Tingkat estrogen yang lebih rendah tampaknya membuat tulang lebih sulit untuk beregenerasi.
  • Etnis: Orang kulit putih dan orang Asia memiliki risiko lebih tinggi daripada kelompok etnis lainnya.
  • Tinggi dan berat: Tinggi badan 170 cm dengan berat badan di bawah 125 pon meningkatkan risiko pengapuran tulang.
  • Faktor genetik atau memiliki riwayat anggota keluarga dengan diagnosis patah tulang pinggul atau pengapuran tulang.
  • Riwayat patah tulang: Seseorang berusia di atas 50 tahun dengan patah tulang sebelumnya setelah cedera tingkat rendah lebih mungkin untuk menerima diagnosis pengapuran tulang.

Cara Mengatasi Osteoporosis

Mengenal 5 Gejala Osteoporosis dan 2 Cara Mengatasinya

Foto: Healthline

Apabila Sobat Pintar mengalami tanda-tanda yang disebutkan diatas, segeralah memeriksakan diri untuk mendapatkan kepastian dan penanganan yang lebih tepat dari dokter spesialis tulang. 

Jika Sobat Pintar dinyatakan menderita pengapuran tulang oleh dokter, maka dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan serta menyarankan untuk mengubah gaya hidup yang lebih sehat. Perubahan gaya hidup ini dapat mencakup peningkatan asupan kalsium dan vitamin D, serta olahraga yang tepat.

Tidak ada obat untuk pengapuran tulang, tetapi perawatan yang tepat dapat membantu melindungi dan memperkuat tulang Sobat Pintar. Perawatan ini dapat membantu memperlambat kerusakan tulang di tubuh Sobat Pintar, dan beberapa perawatan dapat memacu pertumbuhan tulang baru. Nah, sejumlah perawatan dan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi pengapuran tulang adalah: 

1. Pilihan Pola Makan dan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup yang lebih sehat dibarengi dengan olahraga dan konsumsi makanan bernutrisi tinggi dapat mengurangi risiko terkena pengapuran tulang bahkan menyembuhkannya. Cobalah untuk melakukan latihan menahan beban untuk mencegah pengapuran tulang. 

Selain itu, ada sejumlah gaya hidup yang bisa dilakukan untuk mengatasi pengapuran tulang yakni: 

  • Hindari merokok, karena ini dapat mengurangi pertumbuhan tulang baru dan menurunkan kadar estrogen pada wanita.
  • Membatasi asupan alkohol untuk mendorong kesehatan tulang dan mencegah agar tidak terjatuh
  • Mendapatkan latihan menahan beban secara teratur, seperti berjalan, karena ini meningkatkan kesehatan tulang dan memperkuat dukungan mereka dari otot.

2. Asupan kalsium dan vitamin D

Kalsium sangat penting untuk tulang. Sobat Pintar harus memastikan untuk mengonsumsi cukup kalsium setiap hari. Orang berusia 19 tahun keatas minimal mengkonsumsi 1.000 miligram (mg) kalsium sehari. Sementara itu, lansia berusia lebih dari 51 tahun harus memenuhi asupan harian 1.200 mg.

Sumber makanan yang mengandung kalsium meliputi:

  • Makanan susu, seperti susu, keju, dan yogurt and
  • Sayuran berdaun hijau, seperti kangkung dan brokoli
  • Ikan bertulang lunak, misalnya salmon dan tuna kaleng
  • Jika asupan kalsium seseorang tidak mencukupi, maka bisa mengonsumsi suplemen sebagai pilihan.

Vitamin D juga memainkan peran kunci dalam mencegah pengapuran tulang karena membantu tubuh menyerap kalsium. Sumber makanan termasuk makanan yang diperkaya, ikan air asin, dan hati.

Namun, sebagian besar vitamin D tidak berasal dari makanan tetapi dari paparan sinar matahari, jadi dokter menyarankan paparan sinar matahari secara teratur dan moderat.
Nah, itulah tanda, penyebab, cara mengatasi pengapuran tulang. Segera hubungi dokter atau rumah sakit apabila merasakan gejala yang disebutkan untuk penanganan yang tepat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload