Ini 5 Ciri Orang Narsis yang Wajib Diketahui

06 Aug 2021 by Laruan

Kebiasaan berfoto selfie sampai saat ini jadi tolak ukur dan dianggap sebagai ciri orang narsis. Disadari atau tidak, selama ini kita sering memakai julukan ‘Narsis’ sewaktu melihat orang yang rajin memotret diri sendiri atau selfie, dan sering kali diunggah ke media sosial  miliknya. 

Ciri Orang Narsis yang Wajib Diketahui

Apa betul seperti itu? Nyatanya tidak selalu, lho. Makna dari sifat narsis ternyata lebih luas dari sekadar gemar memotret diri dan sejenisnya. Menurut ilmu psikologis, narsis adalah perasaan saat seseorang terlalu kagum akan dirinya sendiri yang jika terlalu berlebihan bisa merugikan orang lain.

Sering kali, narsis juga disama artikan dengan istilah percaya diri, padahal keduanya jelas berbeda. Percaya diri lebih memiliki banyak makna positif dalam bentuk kepercayaan atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri dalam melakukan suatu hal yang diyakini baik.

Sedangkan narsis, walau perilaku satu ini dalam beberapa kondisi bisa menjadikan seseorang mudah bergaul, tapi di sisi lain ada potensi berlebihan yang bisa memunculkan gangguan kepribadian narsistik. Apa itu narsistik? Apakah perilakunya sama dengan tanda narsisme biasa?

Tentu berbeda, narsis dalam artian normal nyatanya masih bisa membedakan batasan mana yang baik untuk dirinya dan orang lain. Tapi, saat seseorang sudah mencapai sifat narsis yang berlebihan, itu lah saat di mana sifat narsistik yang bisa merugikan orang lain muncul.

Supaya lebih jelas, berikut beberapa tanda narsistik yang bisa merugikan dan berbeda dari tanda narsisme biasa.

1. Selalu merasa spesial dibanding orang lain

Bukan cuma sekadar arogan atau sombong, tanda narsisme ialah merasa dirinya jauh lebih penting dibanding orang lain. Biasanya mereka merasa dirinya sangat unik dan spesial dan punya anggapan kalau mereka hanya bisa dimengerti oleh orang spesial lainnya.

Karena pemikiran tersebut, tak jarang orang narsis juga merasa bahwa dirinya tidak pantas kalau mendapat atau merasakan hal yang biasa-biasa saja karena dianggap tidak sepadan dengan dirinya yang luar biasa dan spesial.

2. Memiliki dunianya sendiri

Maksudnya, orang dengan gangguan psikologis narsistik akan menciptakan dunianya sendiri dengan pola pikir yang mendukung anggapan pribadi betapa spesialnya mereka. Dunia yang diciptakan oleh mereka yang memiliki sifat narsistik ini lah yang memposisikan mereka sebagai sosok yang paling sukses, kuat, brilian, menarik, dan sempurna.

Tak heran, jika ciri orang narsis satu ini membuat mereka menjadi defensif terhadap orang-orang yang tidak setuju dengan anggapan bahwa dirinya sempurna. Selain itu, tak jarang orang narsis membenci pihak lain yang tidak sependapat dengan dirinya.

3. Tidak memikirkan perasaan orang lain

Masih karena orang dengan sifat narsis yang selalu menganggap dirinya sempurna, tak jarang mereka tidak peka dan tidak menganggap keberadaan orang lain yang juga memiliki perasaan, orang narsis hanya menganggap pihak lain sebagai objek sederhana yang memenuhi kebutuhan biasa dalam dunianya.

Karenanya, orang narsis tidak bisa menempatkan diri jika berada di posisi orang lain, bahkan bisa dikatakan tidak memiliki empati dan tidak memikirkan dampak yang mungkin ditimbulkan dari sikap dan perilakunya.

4. Selalu ingin dipuji

Walau memiliki dunianya sendiri, tapi orang narsis juga sangat ingin mendapatkan pujian dan pengakuan dari orang lain secara terus-menerus. Hal tersebut karena orang narsis merasa pemikiran tentang dirinya yang sempurna harus diakui oleh orang lain.

Karena itu, tak jarang bagi seseorang yang memiliki relasi dengan orang yang memiliki sifat narsis biasanya hubungan yang dimiliki cenderung hubungan sepihak, dalam artian sewaktu memiliki hubungan dengan orang narsis biasanya terpusat pada orang tersebut dimana segala sesuatunya hanya berpusat pada dirinya, bukan tentang Sobat Pintar atau keduanya sekaligus.

5. Gemar mengintimidasi

Ciri orang narsis yang satu ini merupakan level tertinggi dan sudah sangat merugikan orang lain, karena orang narsis memiliki sifat dasar yang selalu merasa dirinya terbaik, spesial, dan sempurna, dirinya akan merasa terancam jika ternyata ada orang lain yang memiliki sesuatu hal spesial yang tidak ia miliki.

Untuk melindungi harga dirinya yang merasa terancam karena apa yang ia tidak memiliki ternyata dimiliki oleh orang lain, tak jarang mereka mengintimidasi orang lain tersebut. Salah satunya dengan cara menghina, merundung, atau mengecilkan hal yang dimiliki oleh orang lain. Padahal, cara tersebut dilakukan semata-mata hanya untuk meyakinkan anggapan bahwa mereka yang paling sempurna dan tidak ada yang bisa menandinginya.

Dari beberapa ciri orang narsis di atas, dapat disimpulkan bahwa ungkapan atau sifat narsis ternyata memiliki pemahaman yang lebih luas, dan rasanya kurang tepat jika selalu diungkapkan pada seseorang yang memiliki kebiasaan atau kepercayaan diri hanya untuk sekedar memotret diri.Semoga kita semua dihindarkan dari kondisi psikologis satu ini, untuk lebih menjaga diri ada baiknya kita mulai mengevaluasi adakah kebiasaan yang kita miliki menggambarkan ciri orang narsis seperti yang disebutkan di atas.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload