Berapa Gaji Bidan di Tahun 2022 dan Prospek Kerjanya?

22 Aug 2022 by Ary Wibowo, Last edit: 22 Aug 2022

Dalam dunia kesehatan, bidan menjadi salah satu profesi yang lumayan memiliki banyak peminat. Profesi ini menjadi salah satu profesi yang mulia lantaran membantu setiap persalinan seorang ibu.

Selain membantu persalinan, nyatanya seorang bidang turut menemani para ibu sebelum masa persalinan. Mereka senantiasa merawat para ibu hingga masa persalinan. Setelah masa persalinan pun, para bidan masih membantu para ibu.

Lantas, berapakah gaji seorang bidan di Indonesia di tahun 2022 ini? Bagaimana dengan prospek kerjanya? Apakah masih menjanjikan? 

Simak ulasan lengkapnya dalam artikel ini!

Baca juga: Contoh Slip Gaji Karyawan, Fungsi, dan Contohnya

Gaji Bidan 

Berdasarkan Gokampus, gaji bidan yang bekerja sebagai tenaga medis di pusat pelayanan swasta akan lebih besar daripada gaji bidan di lembaga pemerintahan. Akan tetapi, gaji bidan dari kedua lembaga ini tidaklah jauh berbeda.

Gaji bidan yang masih pemula biasanya akan berkisar 1,8 juta sampai dengan 5 juta. Nominal tersebut belum termasuk dengan tambahan pemasukan lainnya-sebut saja seperti biaya tunjangan atau bonus (contohnya seperti bonus operasi), uang makan bidang, tambahan uang transportasi, dan lain sebagainya.

Berapa Gaji Bidan di Tahun 2022 dan Prospek Kerjanya?

Jika membicarakan gaji pokok seorang bidang maka tergantung dari daerah bidan tersebut bekerja. Gaji bidan ini tentunya sesuai dari Upah Minimum Provinsi (UMP) di Indonesia.

Bila anda memperhatikan, upah minimum tertinggi saat ini berada di daerah DKI Jakarta yang mencapai Rp4.453.935. Upah minimum terendah pada tahun 2022 ini berada di provinsi Jawa Tengah yaitu sebesar Rp1.813.011.

Perlu diingat bahwa masih terdapat UMR (Upah Minimum Regional) yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Gaji pokok yang disebutkan tadi belum termasuk UMR ini sehingga gaji bidan dapat diperkirakan sebesar Rp5 juta setiap bulannya

Profesi Bidan Masa Kini

Setelah membahas gaji bidan, ada baiknya untuk mengenal profesi bidan secara lebih mendalam lagi. Akan tetapi, sebelum melangkah lebih jauh ke peran seorang bidan, yuk kita dapat mengulik terlebih dahulu mengenai bidan itu sendiri!

Melansir dari International Confederation of Midwives (ICM), bidan adalah mereka yang telah menempuh masa studi dalam bidang pendidikan bidan dan negara sudah mengakuinya, serta mendapat izin dalam menjalankan praktik kebidanan di negara tersebut.

Sementara itu, WHO mengatakan bidan adalah seseorang yang telah diakui secara reguler dalam program pendidikan kebidanan sebagaimana yang diakui yuridis, telah menyelesaikan pendidikan kebidanan, dan mendapatkan ijin melaksanakan praktik kebidanan.

Menjadi seorang bidan bukanlah hal yang mudah. Seseorang yang mengabdikan dirinya menjadi seorang bidan harus memiliki pengetahuan yang mumpuni, sikap yang baik, serta kehadirannya yang dapat membawa kehangatan bagi setiap ibu hamil.

Bidan yang kita kenal pada masa kini adalah mereka yang bekerja sebagai mitra atau pendamping perempuan dalam hal memberikan dukungan ataupun nasihat selama perempuan berada pada masa kehamilan, berlanjut ke masa persalinan, hingga masa pemulihan setelah melalui persalinan.

Perlu anda ketahui pula bahwa seorang bidan juga mempunyai peran penting dalam tahap persalinan lantaran mereka memiliki tanggung jawab sesuai dengan tugasnya. Tidak hanya itu saja, seorang bidan juga mempunyai tugas dalam bentuk asuhan pada bayi yang baru lahir.

Asuhan ini mencakup sebagai berikut:

– upaya pencegahan,

– persalinan normal,

– deteksi komplikasi pada ibu dan anak,

– memberikan bantuan medis atau bantuan lainnya bila perlu, serta

– melaksanakan tindakan kegawat-daruratan.

Bagi anda yang mempunyai minat menjadi seorang bidan dan tentunya bekerja dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada khalayak luas, terdapat beberapa hal yang perlu anda perhatikan dengan seksama-mulai dari menempuh pendidikan yang sejalan dengan profesi bidan (Diploma 3 (D3) Kebidanan) dan memiliki Surat Izin Kerja Bidan (SIKB).

Baca juga: Melihat Keuntungan dan Gaji Kerja di Google Indonesia

Tugas Seorang Bidan

Sama halnya dengan profesi yang lain, seorang bidan juga memiliki peran dan tanggung jawab yang harus dijalankan. Berdasarkan laman Gramedia, inilah beberapa tugas dari profesi bidan:

– Melakukan pemeriksaan selama masa kehamilan, termasuk memantau kesehatan fisik dan psikis pada ibu hamil.

– Seorang bidang sebaiknya bisa mendampingi dan menguatkan pasien secara emosional, serta mendukung proses persalinan ibu hamil.

– Segala pengetahuan yang mereka miliki akan sangat berguna bagi para ibu hamil ketika melakukan konsultasi terkait kehamilan dan rencana setelah kelahiran anak.

– Konsultasi yang telah disebutkan di atas juga mencakup bantuan para bidan dalam menyampaikan saran terkait makanan sehat, aktivitas olahraga, obat-obatan yang tepat, serta aktivitas lainnya yang dapat menjaga seorang ibu hamil tetap sehat.

– Tugas seorang bidan juga membantu ibu hamil dalam merencanakan kelahiran mereka.

Sharing knowledge. Melalui ilmu yang bidan miliki, mereka dapat membagikan pengetahuan yang cukup kepada para ibu mengenai kehamilan, kelahiran, dan perawatan bayi.

– Membimbing proses kelahiran.

– Memberi pengetahuan seputar perawatan pasca-melahirkan, proses menyusui hingga mengawasi tumbuh kembang bayi.

– Seorang bidan juga bertugas untuk membantu membuat rujukan ke dokter seandainya ibu hamil memerlukannya.

– Mensosialisasikan program Keluarga Berencana (KB).

Prospek Kerja Bidan di Tahun 2022

Sampai saat ini dan ke depannya, profesi bidan masih sangat dibutuhkan mengingat belum ada yang dapat menggantikan tenaga ahli ini. Profesi bidan pun saat ini sudah memiliki banyak pilihan untuk bekerja-dari pekerja di suatu lembaga sampai bekerja dengan membuka klinik pribadi.

Seorang bidan bisa memilih bekerja di lembaga medis pemerintah. Di sisi lain, juga terdapat lowongan yang selalu terbuka dari lembaga medis swasta. 

Selain kedua lembaga tadi, seorang bidan juga bisa menjadi tenaga pengajar di dunia pendidikan. Dalam hal ini tentunya mengajar mengenai kebidanan.

Seorang bidan juga memiliki kesempatan untuk membuka klinik pribadi. Akan tetapi, ada beberapa tahapan yang perlu dilalui guna dapat mendirikan klinik pribadi.

Di sisi lain, lulusan kebidanan juga bisa membuka usaha sendiri. Seorang bidan dapat membuka tempat senam bagi para ibu hamil. Melalui segala pengalaman dan pengetahuan yang anda miliki, menjadi seorang instruktur di tempat ini atau sekadar menjadi pengelola dapat menjadi pilihan.

Prospek ini terbilang cukup cerah. Salah satu faktor yang membuatnya punya masa depan cerah adalah proses persalinan yang bagi banyak orang masih sangat berisiko tinggi. Oleh sebab itu, banyak ibu yang berusaha menjaga diri mereka tetap sehat selama masa kehamilan.

Bukan cuma itu saja, senam atau meditasi persalinan merupakan tahap persiapan seorang ibu dalam menghadapi persalinan dengan kondisi yang lebih siap.

Baca juga: Berapa Gaji Perawat di Indonesia?

Tertarik Menjadi Seorang Bidan? Berikut Ini Caranya!

Berdasarkan pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2017 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan, bidan yang bisa menjalankan praktik kebidanan setidaknya punya kualifikasi pendidikan D3 Kebidanan. Kenali lebih dekat langkah-langkah untuk menjadi seorang bidan:

1.  Pendidikan D4/S1 Kebidanan

Pada umumnya, Jurusan Kebidanan meliputi pendidikan vokasional yang dapat anda tempeh selama tiga tahun atau dalam enam semester bagi yang mengambil D3. 

Bagi yang mengambil D4 dan S1 akan berlangsung selama delapan semester. Secara garis besar, ilmu yang anda dapatkan akan berupa materi mengenai persalinan dan bagaimana peran seorang bidan dalam persalinan tersebut. 

Anda juga akan dilatih untuk melakukan pemeriksaan kehamilan, melakukan perawatan, juga memberikan asuhan kepada pasien. Nantinya anda tidak hanya menjadi tenaga medis dalam membantu proses persalinan pasien.

Anda juga akan berperan dalam membantu ibu saat proses menyusui, pemulihan kesehatan ibu pasca-melahirkan, hingga program keluarga berencana. Setelah anda berhasil menyelesaikan masa studi di Jurusan Kebidanan, anda akan mendapatkan gelar Ahli Madya Kebidanan bagi yang menempuh pendidikan D3, untuk D4 Sarjana Terapan Kebidanan, dan Sarjana Kebidanan (S.Keb) untuk yang menempuh pendidikan S1. 

2. Pendidikan Keprofesian Kebidanan

Semua jurusan tentunya memiliki setiap tantangan dan ilmunya masing-masing. Oleh sebab itu, dalam menempuh pendidikan kebidanan anda diharuskan memiliki komitmen selama belajar menjadi seorang bidan di masa depan. Bila nantinya seorang bidan hendak membuka praktiknya sendiri (mandiri) maka hendaknya mendapatkan izin dari pihak  IBI setempat berupa Surat Izin Praktik Bidan (SIPB).

Itu dia beberapa hal yang perlu anda ketahui mengenai gaji bidan dan prospek kerjanya. Apakah ada yang tertarik menjalani profesi bidan? Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
22 Aug 2022
mobile-close
Pinjam kilat 20 juta!Download