Cara Melakukan Isolasi Mandiri, Cegah Covid-19

30 Aug 2021 by Laruan

Isolasi mandiri atau isoman adalah kewajiban kita saat tidak meninggalkan rumah karena memiliki atau mungkin memiliki virus Covid-19. Tujuan isolasi mandiri adalah untuk membantu menghentikan penyebaran virus ke orang lain.

Lakukan isolasi mandiri jika anda mengalami gejala Covid-19 seperti suhu tubuh tinggi, batuk secara terus-menerus dan kehilangan atau perubahan indra penciuman atau perasa.

Selain itu isolasi juga harus dilakukan jika anda telah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan positif Covid-19, atau orang-orang disekitar anda positif Covid-19 seperti rekan kerja, keluarga atau pernah berinteraksi dengan orang yang positif Covid-19.

Cara Melakukan Isolasi Mandiri, Cegah Covid-19

Yang harus dilakukan selama isolasi mandiri adalah tidak keluar rumah sama sekali dengan alasan apapun, serta tidak menerima tamu kecuali tenaga kesehatan yang bertugas untuk memberikan perawatan khusus. 

Berapa lama kita melakukan isolasi mandiri?

Biasanya kita harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari penuh jika anda dinyatakan positif Covid-19 atau telah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang memilikinya.

Anda mungkin perlu melakukan isolasi mandiri lebih lama jika anda mengalami gejala atau gejala anda alami tidak hilang dalam waktu tersebut.

Jika anda dinyatakan positif Covid-19, periode isolasi termasuk hari mulai munculnya gejala (atau di hari anda menjalani tes) adalah 14 hari penuh berikutnya.

Jika anda sebelumnya belum mendapatkan gejala namun dinyatakan positif, dalam masa 14 tersebut anda tiba-tiba mengalami gejala maka perhitungan hari dimulai kembali dari hari setelah anda mengalami gejala tersebut. Selanjutnya jika dalam 14 hari gejala masih muncul, maka dianjurkan untuk melanjutkan isolasi mandiri hingga gejala tersebut hilang.

Jika keluarga yang tinggal serumah dinyatakan positif Covid-19, periode isolasi mandiri termasuk hari ketika gejala mulai dirasakan (atau hari anggota keluarga anda menjalani tes) adalah 14 hari penuh berikutnya. Anda dapat berhenti melakukan isolasi mandiri setelah 14 hari jika anda tidak mengalami gejala apa pun.

Jika anda mengalami gejala selama masa isolasi mandiri tersebut, maka dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan. Selanjutnya adalah isolasi diulang dari hari pertama sesuai dengan ketentuan yaitu 14 hari setelah anda merasakan gejala atau menjalankan pemeriksaan Covid-19. 

Jika anda pernah kontak dengan orang lain yang positif Covid-19, maka segera lakukan isolasi mandiri. Kontak yang dimaksud disini adalah kontak secara langsung, atau orang ada di lingkungan anda pernah melakukan kontak langsung dengan orang lain yang positif Covid-19. 

Lakukan isolasi mandiri selama 14 hari dihitung sejak hari anda melakukan kontak dengan orang tersebut. Jika anda tidak mengalami gejala selama isolasi, maka setelah 14 hari isolasi dapat dihentikan. Namun jika mengalami gejala langsung lakukan pemeriksaan dan kembali melakukan isolasi dihitung dari hari pertama. 

Jika anda melakukan perjalanan jauh, lakukan isolasi mandiri terutama perjalanan jauh dari luar kota atau luar negeri. Tujuan isolasi tersebut adalah untuk menghindari kemungkinan anda membawa virus Covid-19 dari daerah tujuan anda sebelumnya. Jika setelah 14 hari isolasi mandiri anda tidak mengalami gejala, maka isolasi mandiri dapat dihentikan. 

Tips melakukan isolasi mandiri yang efektif 

Cara Melakukan Isolasi Mandiri, Cegah Covid-19
  1. Cara merawat diri selama isolasi mandiri

Kebanyakan orang dengan Covid-19 merasa lebih baik secara sendirinya dalam beberapa minggu. Anda mungkin dapat menjaga diri sendiri di rumah saat Anda pulih. Cukupi asupan gizi dan nutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan. 

Saat anda mengalami suhu tubuh tinggi, minum banyak cairan (air putih adalah yang terbaik) untuk menghindari dehidrasi. Untuk obat-obatan yang direkomendasikan adalah parasetamol atau ibuprofen yang dapat diperoleh di puskesmas atau apotek.

Saat anda mengalami batuk, sebaiknya hindari berbaring telentang. Berbaring miring atau duduk tegak untuk menghindari kondisi batuk semakin parah. Untuk membantu meredakan batuk, cobalah pengobatan tradisional yang biasa kita konsumsi seperti air jeruk nipis atau madu. Jika hal tersebut tidak membantu, anda dapat meminta rekomendasi obat batuk di puskesmas atau apotek. 

Saat anda mengalami sesak napas, jaga ruangan tetap sejuk dan memiliki sirkulasi udara yang cukup. Hindari penggunaan pendingin ruangan atau kipas angin, lebih baik untuk membuka jendela untuk pergantian udara. Lakukan pernapasan secara perlahan melalui hidung dan keluar melalui mulut, dengan bibir menyatu seperti Anda meniup lilin dengan lembut, duduk tegak di kursi dengan merilekskan bahu. Jika perawatan pribadi tersebut tidak membantu, maka lebih baik untuk melakukan perawatan ke rumah sakit. 

  1. Cara menghindari penyebaran virus Covid-19 ke orang lain di rumah

Jika anda melakukan isolasi mandiri karena virus Covid-19, ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengurangi kemungkinan penyebaran infeksi apapun kepada keluarga atau orang lain yang tinggal serumah dengan anda. 

Cobalah untuk menjauh dari orang-orang yang tinggal bersama anda, tinggal sendiri di satu kamar atau ruangan dan tutup pintunya, hindari menggunakan ruang bersama (seperti dapur) pada saat yang sama dengan orang lain, gunakan kamar mandi terpisah atau hanya memiliki satu kamar mandi, gunakan kamar mandi setelah orang lain dan bersihkan setiap kali anda menggunakannya, misalnya dengan menyeka permukaan yang anda sentuh dengan menggunakan disinfektan.

Cara mengurangi penyebaran infeksi di rumah yaitu,

  1. sering mencuci tangan dengan sabun dan air, setidaknya selama 20 detik
  2. gunakan gel pembersih tangan jika sabun dan air tidak tersedia
  3. tutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan baju (bukan tangan) saat batuk atau bersin
  4. segera buang tisu bekas ke tempat sampah dan cuci tangan setelahnya
  5. bersihkan benda dan permukaan yang sering anda sentuh (seperti gagang pintu, ketel, dan telepon) menggunakan produk pembersih biasa
  6. pertimbangkan untuk mengenakan penutup wajah saat berada di ruang bersama
  7. biarkan jendela tetap terbuka di kamar tempat anda melakukan isolasi mandiri

Jika Anda tinggal dengan seseorang yang berisiko lebih tinggi mengalami Covid-19, seperti orang yang berusia 70 tahun atau lebih, hamil atau memiliki sistem kekebalan yang lemah, dianjurkan untuk memisahkan diri selama anda melakukan isolasi. Jika anda terpaksa tetap harus tinggal di rumah bersama, cobalah untuk menjaga jarak 2 meter (3 langkah) satu sama lain.

Isolasi mandiri atau isoman merupakan salah satu langkah yang efektif untuk menghindari penyebaran virus Covid-19. Karena pada dasarnya corona sama dengan penyakit biasa yang membutuhkan perawatan dirumah dan dapat sembuh dengan sendirinya. Sehingga hanya dengan melakukan isolasi dengan benar sudah cukup untuk proses penyembuhan Covid-19. Namun corona bisa dapat berbahaya jika mengalami komplikasi dengan penyakit lain. Oleh sebab itu jika anda mengalami gejala lain atau mengetahui pernah memiliki riwayat penyakit tertentu lakukan perawatan di rumah sakit atas rekomendasi dokter.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload