Enam Keuntungan Berinvestasi Obligasi

24 Nov 2021 by Laruan, Last edit: 02 Dec 2021

Berinvestasi obligasi adalah surat utang yang diterbitkan pihak tertentu. Surat utang ini memiliki jangka waktu tertentu dan dapat diperjualbelikan. Jangka waktunya bisa menengah atau dalam kurun waktu yang Panjang. 

Obligasi bisa diperjualbelikan kepada pihak lain sebelum tanggal jatuh tempo pembayaran utang. Biasanya, obligasi diterbitkan dengan klausula atau atas nama.

Dalam dunia investasi, obligasi masuk ke dalam investasi efek berpendapatan tetap yang bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai investasi dengan resiko yang lebih stabil.

Keuntungan Obligasi

Ada beberapa keuntungan yang perlu kamu ketahui jika kamu ingin berinvestasi obligasi. Beragam keuntungan tersebut dilampirkan sebagai berikut:

  1. Memperoleh bunga

Keuntungan dari kupon ini bisa diperoleh secara periodik, bisa setiap bulan, per tiga atau enam bulan. Tingkat bunga diperoleh di atas bunga Bank Indonesia.

  1. Mendapat keuntungan capital gain

Jadi, kamu bisa mendapat keuntungan yang diperoleh dari selisih harga jual setelah dikurangi harga beli.

  1. Cocok untuk tabungan jangka Panjang

Biasanya, jatuh tempo dari surat utang berada di kisaran 5 tahun ke atas. Jadi, obligasi cocok untuk kamu yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu yang cukup lama

  1. Lebih aman dan terpercaya

Kamu tidak perlu khawatir dengan keamanan dari obligasi. Sebab, obligasi mendapatkan jaminan langsung dari pemerintah.

  1. Resiko lebih rendah 

Dibanding investasi seperti saham yang pergerakannya sangat fluktuatif, resiko bermain obligasi  lebih rendah.

  1. Tersedia banyak opsi

Kamu juga dapat memilih banyak opsi terkait pilihan seri efek utang yang dapat dipilih di pasar sekunder.

Jenis & Contoh Obligasi

Bagi kamu yang ingin berinvestasi obligasi, kamu perlu tahu ragam jenis dan contoh obligasi. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui:

  1. Government bond

Obligasi Government bond diterbitkan pemerintah. Pemerintah menerbitkan obligasi dengan seri Fixed Rate dan Variable Rate, serta obligasi bersifat Syariah atau sukuk negara.

Resiko obligasi ini cenderung kecil karena ditanggung negara. Contohnya adalah obligasi perusahaan yang bisa diterbitkan, Surat Utang Negara (SUN), Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Obligasi Ritel Indonesia sebagai bentuk Surat Berharga Negara (SBN).

  1. Corporate bond 

Obligasi Corporate bond diterbitkan perusahaan atau BUMN dan ditujukan dalam jangka waktu yang relatif panjang. Sama seperti obligasi pemerintah, contoh obligasi korporasi surat utang diterbitkan dengan seri yang sama.

Corporate bond memberikan tingkat bunga yang cukup tinggi kepada pemegangnya, apalagi jika gagal bayar. Obligasi ini cukup beresiko, khususnya jika pemegang obligasi gagal bayar karena berbagai sebab. 

  1. Municipal bond 

Obligasi Municipal bond diterbitkan pemerintah daerah. Prinsipnya kurang lebih hampir sama dengan government bond. Risiko pada obligasi ini cenderung lebih rendah dibanding corporate bond.

  1. Foreign bond 

Obligasi Foreign bond diterbitkan oleh negara asing. Salah satu risikonya adalah penggunaan mata uang asing.

Dengan demikian, kamu bisa memahami bagaimana keuntungan dari obligasi tersebut. Ragam keuntungan tersebut bisa memberikan manfaat investasi untuk kamu. Jadi, kamu bisa pertimbangkan untuk berinvestasi obligasi dari segi keuntungannya.Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
02 Dec 2021
mobile-closeKredit PintarDownload