Belajar Crypto Untuk Pemula dan Risikonya

03 Jan 2022 by Laruan, Last edit: 10 Jan 2022

Popularitas cryptocurrency membuat banyak orang di seluruh dunia ingin belajar crypto. Hal ini dikarenakan banyak orang yang mendapat keuntungan yang banyak dalam sekejap saja.

Belajar Crypto Untuk Pemula dan Risikonya

Bermain kripto tidak sesimple itu, ada beberapa hal-hal yang harus dipertimbangkan. Mulai dari tren, harga, dan lain-lain. Maka dari itu, sebelum memulai bermain kripto, Sobat Pintar harus membaca artikel ini untuk belajar crypto lebih paham. Berikut penjelasan mengenai kripto.

Baca juga:  7 Aset Kripto yang Prospektif di 2022

Apa Itu Cryptocurrency?

Berdasarkan dari laman Investopedia, cryptocurrency adalah mata uang digital atau biasa disebut dengan virtual yang dijamin oleh cryptography. Mata uang digital ini bisa dikatakan tidak dapat dipalsukan.

Definisi Mata Uang Kripto Berdasarkan Karakteristik dan Kegunaannya

Di lain sisi, dalam laman BitDegree menjelaskan banyak definisi cryptocurrency berdasarkan karakteristik dan kegunaannya:

1. Digital: Cryptocurrency

Ini adalah mata uang digital yang hanya berlaku di sistem komputer saja. Cryptocurrency ini tidak memiliki bentuk fisik seperti yang biasa kita pegang dan gunakan sehari-hari.

2. Peer-to-peer: Cryptocurrency

Jenis yang ini biasa dapat digunakan untuk segala transaksi dari satu individu ke individu lain secara online.

3. Global: Cryptocurrency

Ini berarti, mata uang digital dapat digunakan di setiap negara dengan bebas tanpa terpengaruh oleh kurs, perekonomian, dan politik setempat.

4. Enkripsi

Setiap pemilik mata uang digital memiliki kode masing-masing untuk bertransaksi mata uang digital. Setiap transaksi, pengguna atau pemilik tidak dapat melihat transaksi tersebut dilakukan oleh siapa. Biasanya, pemilik mata uang digital ini tidak menggunakan nama asli melainkan anonim.

4. Terdesentralisasi

Tidak seperti uang fisik yang melibatkan pemerintah dan pihak yang menengahi setiap transaksi seperti bank. Di dunia mata uang digital tidak memiliki hal-hal tersebut atau tidak memiliki bank. Semua orang memiliki tanggung jawab masing-masing atas keamanan dan kepemilikan cryptocurrency mereka.

5. Truthless

Tidak dapat dipercaya 100%. Jadi, kamu jangan terlalu percaya dengan siapapun atau oknum dalam sistem.

Jadi, cryptocurrency ini merupakan alat transaksi pembayaran yang memanfaatkan dunia digital atau mata uang digital sebagai instrumennya.

Baca juga: Pelajari Cara Aman Bermain Kripto, di Sini

Jenis-Jenis Cryptocurrency Terpopuler

Belajar Crypto Untuk Pemula dan Risikonya

Sumber: Unsplash / Alt Text: Belajar-Crypto

Sama seperti mata uang fisik pada umumnya yang memiliki banyak jenis seperti United State Dollar, Pound Sterling, Rupiah, Yen, dan lain-lain. Cryptocurrency juga memiliki banyak jenis seperti:

1. Bitcoin

Jenis cryptocurrency yang bernama Bitcoin ini merupakan mata uang digital yang pertama. Meskipun begitu, mata uang digital ini masih sangat populer dan masih banyak orang yang bertransaksi dengan mata uang ini.

Satoshi Nakamoto merupakan penemu dari mata uang digital Bitcoin pada 2009. Namun, tidak pernah ada yang tahu apakah nama tersebut merupakan nama orang, kelompok, atau organisasi, maupun asal mereka.

2. Litecoin

Jenis yang kedua adalah Litecoin yang rilis pada saat masa-masa awal mata uang digital rilis.

Litecoin rilis pada tahun 2011 dengan jenis peer-to-peer atau P2P yang menghasilkan blok bari atau blockchain dengan kecepatan sistem yang lebih cepat.

Jadi, setiap pengguna yang menggunakan Litecoin dapat melakukan transaksi dengan mudah dan cepat tanpa memerlukan peralatan komputasi yang kuat.

3. Dogecoin

Pertama kali muncul di tahun 2013 dengan ikon Shiba Inu yang populer.

Mata uang digital yang satu ini terbilang ini karena menggunakan anjing Shiba Inu menjadi maskot di uangnya. Billy Markus yang merupakan penemu dari mata uang digital ini sengaja membuat Dogecoin berlandaskan meme yang terkenal itu.

Meskipun tidak memiliki nilai setinggi Bitcoin, para komunitas pecinta Dogecoin ini kerap menggunakan mata uang ini untuk melakukan berbagai kegiatan positif seperti donasi, amal, dan lain-lain.

4. BitCoinCash

Selanjutnya adalah BitCoinCash yang rilis pada Agustus 2017 oleh sekelompok komunitas karena tidak menyukai dengan aturan-aturan Bitcoin yang berlaku.

Komunitas tersebut akhirnya memisahkan diri dan membangun cryptocurrency sendiri dengan nama BitCoinCash. Bahkan, mereka juga mengembangkan beberapa sistem yang menurut mereka jauh lebih baik daripada Bitcoin.

5. Feathercoin

Terakhir ada Feathercoin yang rilis pada April 2013 oleh Peter Bushnell. Peter Bushnell adalah seorang karyawan IT di Brasenose College, Oxford University. Ia membuat Feathercoin yang memiliki sifat open source

Tips Belajar Crypto Untuk Pemula

Setelah memahami apa itu cryptocurrency dan jenis-jenis cryptocurrency, sekarang saatnya kita belajar crypto untuk pemula.

1. Ketahui Legalitas Bursa Kripto

Untuk hal yang satu ini, biasanya masyarakat Indonesia tidak tahu nih bahwa setiap perizinan dan legalitas bursa kripto dipegang oleh Bappebti atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.

Alhasil, mereka hanya akan percaya dengan bursa kripto yang menyematkan logo OJK di perusahaannya. Padahal, bursa kripto yang terjamin adalah bursa kripto yang sudah diawasi dan tercatat oleh Badan Pengawas Perdagangan Komoditi. Jadi, Sobat Pintar pastikan dulu ya legalitas bursa kripto yang ingin digunakan.

2. Pilih dan Buka Akun di Bursa Kripto

Kedua, Sobat Pintar harus membuat akun terlebih dahulu di salah satu bursa atau aplikasi kripto terpercaya. Tanpa memiliki akun di aplikasi kripto, Sobat Pintar tidak dapat membeli atau berinvestasi di mata uang digital.

3. Keamanan Transaksi

Selanjutnya, Sobat Pintar juga harus tahu sistem keamanan yang dimiliki oleh bursa tersebut. Apakah mereka menggunakan sistem end-to-encryption, atau yang lainnya.

Jika aplikasi trading tersebut tidak memiliki sistem keamanan yang terjamin, maka potensi akun kamu dicuri oleh oknum tidak bertanggung jawab akan semakin tinggi. Maka dari itu, carilah aplikasi trading yang sudah terjamin keamanannya.

4. Deposit Awal

Setelah memiliki akun di aplikasi trading, Sobat Pintar harus menyetorkan sejumlah uang untuk modal berinvestasi kripto. Biasanya, nominal deposit awal adalah Rp.500.000 dan Sobat Pintar dapat melakukan deposit dengan mentransfer dana melalui bank transfer atau dompet digital.

5. Riset Sebelum Investasi

Poin pertama untuk belajar crypto adalah melakukan riset. Seperti yang sudah kamu ketahui, cryptocurrency memiliki banyak tipe dan jenis-jenisnya. Jadi, sebelum memutuskan untuk membeli mata uang digital kamu harus melakukan riset terlebih dahulu.

Setelah itu, kamu pelajari terlebih dahulu risiko yang mungkin terjadi saat investasi mata uang digital. Seperti yang kita sudah jelaskan, keuntungan dari cryptocurrency bukanlah sebuah 

6. Pahami Manajemen Resiko

Setelah melakukan riset, langkah selanjutnya adalah membuat manajemen resiko. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bermain kripto bukan hanya bermain perasaan atau keberuntungan saja.

Sewaktu-waktu, Sobat Pintar juga akan mengalami kerugian. Manajemen resiko ini berguna sekali untuk membuat skenario untung-rugi dalam bermain kripto.

Baca juga: Cara Aman Ikutan Airdrop Crypto

Selalu ingat untuk belajar crypto terlebih dahulu sebelum membeli mata uang digital secara asal agar bisa menghindari risiko kerugian di masa depan.Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
10 Jan 2022
Pinjam kilat 20 juta!Download