Sobat Pintar, obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan. Ketika kamu membeli obligasi, artinya kamu meminjamkan uang kepada pihak penerbit. Sebagai imbalannya, penerbit membayar bunga (kupon) secara berkala dan mengembalikan pokok investasi di akhir masa jatuh tempo. Obligasi menjadi salah satu instrumen investasi paling populer di Indonesia karena relatif aman dan memberikan pendapatan tetap.

Di Indonesia, obligasi pemerintah (SBN) dijamin penuh oleh negara dengan kupon berkisar 5 hingga 7 persen per tahun, lebih tinggi dari deposito. Modal awal pun sangat terjangkau, mulai dari Rp1 juta saja. Mari kita bahas jenis-jenis obligasi, cara membeli, serta tips investasi untuk pemula.
Jenis-Jenis Obligasi di Indonesia
Sobat Pintar, ada tiga jenis utama obligasi yang tersedia di Indonesia.

Obligasi Pemerintah (SBN Ritel)
SBN (Surat Berharga Negara) ritel adalah instrumen investasi paling aman karena dijamin UU APBN. Ada empat jenis: ORI (Obligasi Ritel Indonesia) dengan kupon tetap dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder, SBR (Savings Bond Ritel) dengan kupon mengambang dan jaminan kupon minimum, SR (Sukuk Ritel) berbasis syariah dengan kupon tetap, dan ST (Sukuk Tabungan) berbasis syariah dengan kupon mengambang. Semua SBN ritel membayar kupon bulanan dengan minimum pembelian Rp1 juta.
Obligasi Korporasi
Diterbitkan oleh perusahaan swasta atau BUMN dengan kupon umumnya lebih tinggi dari SBN. Namun risikonya juga lebih besar karena bergantung pada kesehatan keuangan perusahaan penerbit. Sebelum membeli, perhatikan rating dari lembaga pemeringkat seperti Pefindo. Pilih yang berperingkat investment grade (minimal BBB) untuk keamanan.
Obligasi Syariah (Sukuk)
Bagi kamu yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah, sukuk menjadi pilihan tepat. Sukuk tidak menggunakan bunga (riba) melainkan berbasis akad bagi hasil atau sewa (ijarah). Diatur dalam UU No. 19 Tahun 2008, sukuk pemerintah (SR dan ST) sama amannya dengan SBN konvensional.
Baca juga: Apa Itu Obligasi Ritel Indonesia (ORI)
Cara Membeli Obligasi dan Seri SBN Terbaru 2026
Sobat Pintar, membeli obligasi kini sangat mudah dan bisa dilakukan sepenuhnya secara online melalui sistem e-SBN.

Ada tiga jalur pembelian: melalui bank (BCA, BRI, BNI, Mandiri), melalui sekuritas (Mandiri Sekuritas, Trimegah), atau melalui fintech seperti Bibit, Bareksa, dan Tanamduit. Syaratnya cukup memiliki e-KTP, NPWP, dan rekening bank. Minimum pembelian Rp1 juta dengan kelipatan Rp1 juta.
Seri SBN ritel terbaru di 2026:
• ORI029 (Januari 2026): kupon tetap 5,45% (tenor 3 tahun) dan 5,80% (tenor 6 tahun).
• SR024 (Maret 2026): sukuk ritel dengan kupon tetap 5,50% (tenor 3 tahun) dan 5,90% (tenor 5 tahun).
• ST016 (Mei 2026): sukuk tabungan dengan kupon mengambang, tenor 2 dan 4 tahun.
• ORI030 (Juli 2026): seri ORI terbaru dengan kupon yang akan ditetapkan mendekati masa penawaran.
Baca juga: SBR Adalah: Fakta dan Keuntungan Investasi SBR
Keuntungan, Risiko, dan Tips Investasi Obligasi
Sobat Pintar, berikut keuntungan dan risiko yang perlu kamu pertimbangkan sebelum investasi obligasi.
Keuntungan utama obligasi: pendapatan kupon tetap (6-7% untuk SBN, di atas deposito), keamanan modal yang dijamin negara, pajak lebih rendah (10% vs deposito 20%), potensi capital gain di pasar sekunder, dan modal awal terjangkau mulai Rp1 juta. Risiko yang perlu diwaspadai: risiko suku bunga (kenaikan BI Rate menekan harga obligasi), risiko gagal bayar terutama untuk obligasi korporasi, risiko likuiditas, dan risiko inflasi jika kupon lebih rendah dari inflasi.
Tips investasi obligasi untuk pemula:
• Mulai dari SBN ritel pemerintah. Paling aman, dijamin negara, proses pembelian mudah secara online.
• Pilih tenor sesuai kebutuhan. Tenor pendek (2-3 tahun) jika butuh fleksibilitas, tenor panjang (5-6 tahun) untuk kupon lebih tinggi.
• Pahami perbedaan fixed vs floating. Fixed rate (ORI, SR) memberikan kepastian kupon. Floating with floor (SBR, ST) bisa naik saat suku bunga naik, dengan jaminan kupon minimum.
• Pantau jadwal penerbitan SBN. Pemerintah menerbitkan 6-8 seri per tahun. Daftar di mitra distribusi resmi agar tidak ketinggalan masa penawaran.
• Diversifikasi. Sebar investasi ke berbagai jenis obligasi, tenor, dan instrumen lain untuk mengurangi risiko.
Baca juga: Apa Itu Sukuk, Jenis dan Perbedaannya dengan Obligasi
Sobat Pintar, obligasi merupakan instrumen investasi yang cocok untuk kamu yang menginginkan pendapatan tetap dengan risiko lebih rendah dibanding saham. Dengan modal mulai dari Rp1 juta dan jaminan negara untuk SBN ritel, obligasi menjadi pilihan tepat bagi pemula maupun investor berpengalaman yang ingin mendiversifikasi portofolio. Pantau terus jadwal penerbitan SBN ritel agar kamu tidak ketinggalan kesempatan investasi yang menguntungkan.
Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman daring bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.



