Anak Perlu Belajar Coding Agar Hidup Sejahtera di Masa Depan

16 Nov 2018 by Edwin

Semua orang tua pasti ingin anaknya sukses di masa depan. Sobat Pintar yang sudah jadi orang tua juga pasti mau kan anaknya hidup sejahtera? Banyak cara ditempuh demi mencapai tujuan ini. Menyekolahkan anak ke sekolah favorit, mendaftarkan anak ke bimbingan belajar, hingga memberikan berbagai kursus agar si anak punya banyak keterampilan. Setelah menempuh berbagai langkah tersebut masih saja ada ketakutan akan ketidakpastian masa depan anak Sobat Pintar, kan?

Sobat Pintar tahu nggak kalau sekarang ingin dapat kepastian masa depan anak cerah, ada tren pendidikan baru yang bisa memberi kepastian anak hidup sejahtera nantinya; yaitu dengan anak belajar coding.

Literasi coding jadi trend!

Kalau dulu di awal tahun 2000an, pendidikan yang dianggap paling penting adalah pendidikan bahasa Inggris. Karena bahasa Inggris adalah bahasa Internasional yang paling banyak digunakan di dunia; dan banyak orang menganggap kalau kemampuan berbahasa Inggris merupakan dasar dari kesuksesan.

Kalau sekarang, di saat sudah semakin banyak orang Indonesia mahir berbahasa Inggris, tren pendidikan pun perlahan bergeser. Sekarang pun sudah sering terdengar premis ‘literasi coding’ di berbagai kalangan, terutama di dunia pendidikan. Karena memang dunia sedang mengarah ke ranah digital. Di masa depan pun akan semakin banyak programmer yang dibutuhkan demi menunjang perkembangan dunia digital.

Maka dari itu sejak dini anak perlu diberikan paparan pendidikan coding untuk mempersiapkan masa depan mereka. Karena memang untuk belajar coding sampai mahir dibutuhkan waktu yang tak singkat. Jadi mumpung anak masih berusia dini, manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menambah potensi mereka dengan memberi pendidikan coding.

Dunia digital makin berkembang

Profesi programmer aja sekarang sudah memberi gaji besar. Bayangkan kalau di masa depan pasar dunia semakin bergantung dengan dunia digital. Aktivitas apapun akan sepenuhnya didukung oleh aplikasi smartphone. Sedangkan sekarang sumber daya programmer yang mahir bikin aplikasi saja belum terlalu banyak. Profesi ini tentunya jadi peluang yang menjanjikan bagi yang mahir coding.

Hal ini juga bisa Sobat Pintar lihat sebagai peluang untuk anak agar kelak dapat profesi menjanjikan yang bisa mendatangkan pundi-pundi kekayaan! Tak hanya itu, dengan belajar coding anak juga bisa memberi dampak besar bagi dunia. Yuma Soerianto contohnya. Bocah 10 tahun asli Indonesia ini awalnya belajar coding secara otodidak sejak dirinya berusia 6 tahun. Selama 4 tahun belajar coding, Yuma telah berhasil menciptakan lima aplikasi dan sudah tersedia di App Store. Kemampuan codingnya mengantarkan Yuma dalam acara Worldwide Developers Conference (WWDC) di San Jose (AS) pada 2017 lalu dan bertemu langsung dengan CEO Apple Tim Cook.

Biaya belajar coding di Indonesia

Sekarang memang coding belum masuk ke kurikulum sekolah. Kalaupun sudah hanya untuk tingkat SMK jurusan Teknologi Informasi. Meski sudah ada pembahasan antara Kominfo dan Kemendikbud untuk memasukkan coding dalam kurikulum sekolah, hingga sekarang belum ada keputusan resmi yang mengatakan bahwa coding akan masuk ke kurikulum dalam waktu dekat.

Nah, kalau Sobat Pintar tertarik memberikan pendidikan coding untuk anak sejak dini, sekarang sudah banyak kok kursus yang menyediakan pelatihan coding hingga anak bisa bikin aplikasi sendiri. Soal biaya, mulai dari kisaran ratusan ribu hingga jutaan.


Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

mobile-closeKredit PintarDownload