5 Prinsip Etika Bisnis yang Wajib Dimiliki

05 Jul 2021 by Laruan
5 Prinsip Etika Bisnis yang Wajib Dimiliki

Terbebas secara finansial dengan memiliki sebuah bisnis yang bisa berjalan sendiri dengan keuntungan yang besar adalah impian kebanyakan orang di negeri ini. Namun, faktanya membangun sebuah bisnis yang sudah mencapai level tersebut bukanlah perkara mudah. Sebab, ada banyak sekali faktor yang perlu diperhatikan jika kita ingin bisa membangun sebuah bisnis yang sukses selain keuntungan. Satu diantaranya adalah etika bisnis yang memiliki 5 pilar.

Apa saja 5 pilar etika bisnis tersebut dan apa keunggulannya bagi bisnis kita? Ayo simak penjelasan tentang 5 pilar etika bisnis serta keunggulan pilar-pilar tersebut pada artikel ini.

1. Pilar Otonomi

Salah satu hal yang membuat banyak orang tertarik untuk memulai bisnis sendiri adalah kebebasan, mulai dari kebebasan dari peraturan perusahaan tempat bekerja hingga kebebasan dari perintah dan tugas yang diberikan oleh atasan yang buruk. Oleh karena itu, saat kita memulai sebuah bisnis, semua keputusan ada di tangan kita sebagai pemilik bisnis tersebut, begitupula segala risiko dan tanggungjawab atas keputusan yang kita ambil. Hal ini sebenarnya suatu yang berat karena jika kita salah mengambil keputusan, maka bisnis yang sudah kita rintis selama bertahun-tahun bisa runtuh dan bangkrut dalam sekejap saja. Dalam hal ini, dibutuhkan sebuah pilar etika dalam membangun usaha, yaitu pilar otonomi di mana kita dapat mengambil keputusan dengan baik dan benar untuk keberlangsungan bisnis kita.

Berdasarkan definisi tentang pilar otonomi di atas, maka pada dasarnya pilar ini adalah pilar yang wajib dipegang oleh seluruh pelaku bisnis tanpa terkecuali. Sebab, jika pilar ini tidak dipegang, maka taruhannya adalah keberlangsungan dari bisnis itu sendiri karena tanpa memegang teguh pilar otonomi ini, maka segala keputusan yang diambil dalam menjalankan sebuah bisnis akan menjadi keputusan yang buruk yang akan menjebloskan bisnis tersebut ke dalam jurang kebangkrutan. Jadi, keunggulan dari pilar ini sangatlah jelas, yaitu untuk keberlangsungan bisnis yang kita jalankan itu sendiri. Itu artinya, tanpa memegang teguh pilar ini, maka semua modal yang dikumpulkan dan digunakan untuk menjalankan bisnis ini akan hilang begitu saja, tidak peduli seberapa banyak kita mengumpulkan modal dari pengajuan peminjaman uang, baik itu bank maupun perusahaan-perusahaan kredit online seperti Kredit Pintar. Semua modal tersebut akan hilang tidak berbekas jika kita menjalankan bisnis tanpa pilar ini.

2. Prinsip Kejujuran

Pilar etika dalam membangun usaha selanjutnya adalah pilar kejujuran. Sama seperti pilar otonomi, pilar kejujuran juga merupakan hal yang fundamental dalam membangun dan menjalankan bisnis, walaupun memang urgensinya tidak setinggi pilar otonomi. Sebab, tanpa pilar kejujuran, sebuah bisnis tetap akan bisa berjalan walaupun pastinya tidak akan bertahan lama karena kebanyakan pelanggan dari bisnis kita akan kapok dengan apa yang bisnis kita berikan kepada mereka sehingga hanya tinggal menunggu waktu saja bagi bisnis kita untuk mencapai kebangkrutan. Hal ini sudah diakui oleh hampir semua pelaku bisnis karena sebagian dari pebisnis sukses sudah mengakui bahwa kejujuran adalah salah satu modal yang paling penting dalam berbisnis.

Berdasarkan penjabaran tentang pilar kejujuran di atas, maka sangat jelas bahwa keunggulan dari kejujuran dalam berbisnis adalah untuk keberlangsungan bisnis kita, khususnya dalam menjaga nama baik bisnis kita serta mendapatkan kepercayaan para pelanggan. Sebab, sesuai dengan pepatah yang mengatakan “pelanggan adalah raja”, maka mendapatkan kepercayaan pelanggan adalah hal yang sangat harus kita perjuangkan jika kita ingin bisnis kita maju dan sukses.

3. Prinsip Keadilan

Sesuai dengan namanya, pilar etika dalam membangun usaha yang satu ini, yaitu keadilan, adalah pilar yang meyakini bahwa setiap pihak yang terlibat dalam kegiatan bisnis yang kita jalankan, khususnya para pelanggan kita, mendapatkan hak yang sama atau sesuai dengan porsi mereka tanpa pandang bulu. Terkadang, pilar keadilan ini sering kita abaikan karena merasa bahwa hal yang kita lakukan adalah hal yang kecil dan demi kebaikan bisnis kita, seperti contohnya adalah kita memberikan harga khusus yang lebih murah kepada salah satu pelanggan kita karena dia adalah kerabat atau teman dekat kita sehingga kita tidak berlaku adil kepada mereka yang membayar dengan harga normal. Hal seperti ini sebaiknya dihindari walaupun terkadang akan ada pelanggan yang justru tidak suka dengan pilar keadilan yang kita pegang teguh ini, khususnya mereka yang sudah terbiasa dengan budaya-budaya tidak adil, seperti kolusi, nepotisme, dan semacamnya. Namun, sama halnya dengan pilar kejujuran, bisnis yang tidak dilandasi oleh pilar keadilan pun biasanya tidak akan berlangsung lama karena kita akan sulit untuk mendapatkan kepercayaan para pelanggan.

Selain keadilan kepada para pelanggan, keadilan kepada para karyawan pun tidak kalah pentingnya. Tanpa dilandasi oleh pilar keadilan, maka sudah dapat dipastikan bahwa kebanyakan karyawan tidak akan betah bekerja di bisnis yang kita bangun karena mereka merasa tidak dihargai dan dianaktirikan. Oleh karena itu, berdasarkan penjabaran tentang pilar keadilan tersebut, maka keunggulan dari keadilan dalam berbisnis pun sudah cukup jelas, yaitu untuk menjaga kepercayaan dari mereka yang terlibat dengan bisnis kita serta membuat mereka nyaman dan betah dengan bisnis kita.

4. Pilar Saling Menguntungkan

Pilar etika dalam membangun usaha yang wajib kita pegang teguh dalam menjalankan bisnis kita yang selanjutnya adalah pilar saling menguntungkan. Sesuai dengan namanya, pilar ini pada dasarnya adalah tentang permintaan dan penawaran di mana dalam hal ini kedua belah pihak, yaitu yang melakukan permintaan dan melakukan penawaran, sama-sama diuntungkan. Secara sederhana, bisa dibilang bahwa kita sebagai pelaku bisnis memberikan barang atau jasa kepada para pelanggan kita dengan kualitas dan harga yang sesuai sehingga para pelanggan kita merasa puas dan kita pun mendapatkan keuntungan yang layak dari transaksi tersebut. Oleh karena itu, jangan sampai ada salah satu pihak yang dirugikan, seperti misalnya pelanggan kita yang merasa tidak puas dan akhirnya memutuskan untuk member ulasan yang buruk tentang produk atau jasa yang kita berikan ataupun sebaliknya, pelanggan merasa puas tetapi kita yang merasa tidak puas karena keuntungan yang kita dapatkan sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali sehingga kita tidak bisa menutupi biaya produksi dan biaya operasional bisnis kita yang pastinya akan sangat berdampak pada keberlangsungan bisnis kita itu sendiri.

Berdasarkan penjelasan tentang pilar saling menguntungkan di atas, maka keunggulan dari pilar yang satu ini pun cukup jelas, yaitu untuk menjaga kepercayaan para pelanggan agar tetap mempercayakan kebutuhan mereka pada produk atau jasa yang bisnis kita tawarkan. Dalam hal ini, tentunya efek bola salju sangat mungkin terjadi, di mana di satu sisi, para pelanggan lama tetap setia menggunakan produk atau jasa kita dan di sisi lain, pelanggan baru yang nantinya akan menjadi pelanggan tetap pun akan tetap berdatangan.

5. Prinsip Loyalitas

Pilar etika dalam membangun usaha yang terakhir pada artikel ini adalah pilar loyalitas. Pada dasarnya, pilar ini lebih fokus kepada pihak internal dari bisnis kita, yaitu jajaran karyawan beserta manajemennya. Dalam hal ini sesuai dengan namanya, loyalitas adalah mencurahkan segalanya untuk bisnis kita namun tetap tidak mencampuradukkan urusan pribadi dengan urusan bisnis. Oleh karena itu, manfaat dari penerapan pilar ini adalah tentu saja hasil yang optimal dari setiap apa yang dikerjakan oleh bagian dari bisnis itu sendiri, mulai dari para karyawan hingga kita sendiri sebagai owner dari bisnis tersebut.

Itulah 5 pilar etika bisnis yang wajib dimiliki serta manfaatnya bagi bisnis kita. Semoga penjelasan dalam artikel ini dapat membantu Anda agar dapat membangun bisnis yang sehat dan sukses.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload