11 Cara Mengatasi Keringat Berlebih

03 Aug 2021 by Laruan

Keringat merupakan cara tubuh meregulasi suhu. Jika suhu tubuh terlalu panas, tubuh dengan sendirinya akan memproduksi keringat untuk menurunkan temperatur. Bagi orang normal, keringat akan dikeluarkan tubuh saat ruangan sedang panas, setelah melakukan aktivitas berat, atau saat sedang cemas maupun gugup. Keringat berlebih merupakan keadaan di mana Anda mudah sekali berkeringat, bahkan di luar kondisi-kondisi tersebut. Baca artikel ini untuk mengetahui penyebab tubuh yang mudah berkeringat dan cara mengatasinya.

11 Cara Mengatasi Keringat Berlebih

Pemicu Keringat Berlebih

Berdasarkan pemicunya, terdapat 2 jenis kondisi tubuh yang mudah berkeringat:

  1. Hiperhidrosis primer

Hiperhidrosis primer merupakan tubuh yang mudah berkeringat yang tidak disebabkan oleh kondisi medis. Keringat berlebih jenis ini tidak jelas pemicunya, namun diperkirakan karena peningkatan aktivitas saraf simpatis atau penyebaran kelenjar ekrin yang tidak normal.

Penderita hiperhidrosis primer merasakan tubuh yang mudah berkeringat di bagian tubuh yang spesifik, paling sering di tangan, ketiak, dan telapak kaki. Hiperhidrosis primer biasanya dimulai sejak anak-anak atau remaja. Kondisi ini tidak berbahaya dan tidak akan berkembang menjadi komplikasi kesehatan, akan tetapi mengganggu kegiatan sehari-hari dan dapat menurunkan kepercayaan diri.

  1. Hiperhidrosis sekunder

Sementara itu, tubuh yang mudah berkeringat yang disebabkan oleh kondisi medis disebut hiperhidrosis sekunder. Hiperhidrosis sekunder juga disebut hiperhidrosis general karena penderita mengalami tubuh yang mudah berkeringat di sekujur tubuh, biasanya pada malam hari. Kondisi-kondisi medis yang dapat menjadi penyebab tubuh yang mudah berkeringat antara lain:

  • diabetes
  • obesitas
  • akromegali
  • serangan jantung
  • gangguan tiroid
  • stroke
  • tuberculosis, dsb.

Penggunaan obat-obatan dan perubahan hormon juga dapat menyebabkan tubuh yang mudah berkeringat di sekujur tubuh. Pada ibu hamil dan wanita yang sedang mengalami menopause pun dapat terjadi over aktivitas kelenjar keringat pada malam hari, sehingga sang wanita kerap kali terbangun di tengah malam dengan bersimbah keringat.

Keringat di seluruh tubuh yang disebabkan kecemasan atau mimpi buruk bukan merupakan hiperhidrosis sekunder. tubuh yang mudah berkeringat seperti itu biasa disebut sebagai hiperhidrosis emosional dan lebih umum daripada hiperhidrosis sekunder.

Cara Mengatasi Keringat Berlebih

Setelah mengetahui berbagai macam penyebab tubuh yang mudah berkeringat, berikut beberapa cara mencegah tubuh yang mudah berkeringat. Perlu diingat, bahwa tubuh yang mudah berkeringat primer tidak dapat disembuhkan secara total. Yang dapat Anda lakukan adalah mengatasi gejalanya dan mencegah gejala tersebut terjadi.

  1. Gunakan antiperspiran

Cara mengatasi tubuh yang mudah berkeringat yang pertama adalah ganti deodoran Anda dengan antiperspiran. Deodoran menghambat bakteri yang menyebabkan bau keringat, sementara antiperspiran memang diformulasikan untuk mengurangi keringat. 

  1. Gunakan bedak kaki

Bedak memang berguna untuk menyerap kelembaban dan keringat. Anda dapat membeli bedak yang memang khusus dirancang untuk menyerap keringat kaki. Bedak kaki mengatasi tubuh yang mudah berkeringat dengan menekan pertumbuhan bakteri, tanpa menyumbat kelenjar keringat. Akibatnya bedak kaki juga mengurangi bau kaki serta menjaga kaki tetap sejuk.

  1. Gunakan pelindung ketiak agar keringat tidak tembus ke baju

Pelindung ketiak tidak mengurangi keringat pada ketiak, akan tetapi dapat membantu menghindari rasa malu yang muncul jika orang lain melihat noda basah pada ketiak Anda. Pelindung ketiak dijual dalam beberapa macam, ada yang sekali pakai dan berbahan seperti pembalut dan ada yang terbuat dari kain dan dapat digunakan berulang kali. Untuk seseorang dengan kondisi tubuh yang mudah berkeringat, lebih disarankan menggunakan yang sekali pakai karena menyerap lebih efektif. Tapi yang mana pun yang Anda pakai, periksa secara berkala dan ganti bila pelindung sudah mulai basah.

  1. Hindari mandi air hangat

Mandi dengan air hangat memang sangat menenangkan dan dapat mencairkan stres. Akan tetapi untuk seorang penderita tubuh yang mudah berkeringat, sebaiknya tidak usah mandi dengan air hangat. Seperti yang sudah dibahas, keringat dikeluarkan saat tubuh kepanasan demi menjaga keseimbangan suhu tubuh. Mandi air hangat akan menyebabkan suhu tubuh naik, sehingga tubuh mulai berkeringat. Bagi seseorang dengan hiperhidrosis, keringat itu akan membutuhkan waktu lama untuk berhenti.

Tetapi kenyataannya mandi air hangat memang bermanfaat karena selain untuk relaksasi, juga membantu menghilangkan racun dari tubuh. Anda dapat mandi hangat sepulang kerja kemudian beristirahat di rumah. Sebaliknya, di pagi hari dan jika akan pergi keluar rumah, sebaiknya gunakan air dingin untuk menghindari tubuh yang mudah berkeringat saat beraktivitas. 

  1. Kenakan pakaian berbahan adem, bawa pakaian ganti

Cara mencegah tubuh yang mudah berkeringat yang terbaik tentunya membiarkan kulit bernapas. Kenakan pakaian dengan bahan yang adem dan tipis, serta jangan kenakan pakaian yang terlalu ketat dan menempel pada kulit. Jika terlalu ketat, kulit tidak akan mendapatkan sirkulasi udara sehingga akhirnya memproduksi keringat.

Selain itu, untuk berjaga-jaga lebih baik membawa pakaian ganti supaya Anda tidak perlu kepanasan dalam baju berkeringat seharian. Pakaian berwarna terang lebih disarankan supaya keringat yang menembus pakaian tidak terlihat.

  1. Kenakan kaos kaki yang menyerap keringat

Telapak kaki memang sering berkeringat karena selalu terbungkus kaos kaki dan sepatu sehingga tidak mendapatkan sirkulasi udara Untuk menghindari keringat kaki berlebih yang bau, kenakan kaos kaki dengan bahan yang menyerap keringat.  Katun menyerap kelembapan, akan tetapi kain tetap bersentuhan dengan kulit menyebabkan lecet dan iritasi. Bahan yang lebih disarankan antara lain polyester, wol merino, dan nylon.

  1. Bawa air minum

Air minum dapat membantu mendinginkan suhu tubuh. Sebaiknya Anda selalu siap sedia membawa botol minum ke mana pun Anda pergi.

  1. Selalu datang tepat waktu

Tentu saja semua orang harus datang tepat waktu, tapi terlebih lagi bagi para penderita hiperhidrosis. Jelas saja, jika Anda berangkat dengan terburu-buru maka Anda akan berkeringat. Keringat ini tidak hanya muncul karena Anda berlari untuk mencapai tempat tujuan, melainkan juga karena Anda sedang dalam tekanan dan stres.

Jika tubuh sudah stres sejak perjalanan, akan sulit untuk menurunkan suhu tubuh sehingga kemungkinan Anda akan berkeringat untuk waktu yang cukup lama. Jadi ingatlah, selalu pergi ke segala tempat tepat waktu, lebih baik lagi jika datang sebelum waktunya.

  1. Hindari hal-hal yang memperparah keringat, seperti makanan pedas

Keringat berlebih memang merupakan kondisi di mana seseorang mengeluarkan keringat walaupun tidak sedang gugup, melakukan aktivitas fisik yang berat, maupun dalam ruangan panas. Akan tetapi, tentunya melakukan hal-hal tadi akan memperparah kondisi dan membuat keringat Anda bercucuran. Maka dari itu, hindari hal-hal yang memperparah keringat. Makan makanan pedas juga dapat menginduksi keringat karena rasa pedas sebenarnya merupakan sensasi panas.

  1. Obat-obatan dokter

Apabila gejala tubuh yang mudah berkeringat sudah parah, dokter biasanya akan merekomendasikan obat antikolinergik. Antikolinergik mempengaruhi sinyal saraf ke kelenjar keringat. Seharusnya setelah pemakaian selama dua minggu, hiperhidrosis akan membaik. Akan tetapi konsumsi obat ini harus hati-hati dan dengan resep dokter, karena memiliki potensi efek samping: penglihatan kabur, sembelit, hilangnya selera makan, dan gangguan kandung kemih.

  1. Botox

Ya, tubuh yang mudah berkeringat dapat diatasi dengan suntikan botox. Injeksi botox menghambat kerja saraf yang memproduksi keringat. Keringat akan mulai berkurang seminggu setelah injeksi.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload