Kerja yang Sehat: Tips Mencapai Work Life Balance

08 Nov 2021 by Laruan

Work life balance merupakan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan bekerja, yang dapat memiliki definisi berbeda pada setiap orang. Keseimbangan tersebut bukan berarti membagi waktu 50% untuk bekerja dan 50% untuk kehidupan pribadi. Seimbang yang dimaksud adalah seberapa puas seseorang terhadap pekerjaannya dan kehidupan pribadinya. 

Kerja yang Sehat: Tips Mencapai Work Life Balance

Beberapa definisi “seimbang” dalam work life balance yaitu: dapat memenuhi deadline pekerjaan dengan tetap memiliki waktu untuk istirahat, menyalurkan hobi dan liburan; Memiliki waktu yang cukup untuk menikmati hidup, tidur cukup dan makan dengan benar di tengah pekerjaan yang padat; dan Tidak memiliki kekhawatiran terhadap pekerjaan selama berada di rumah, atau tidak membawa pekerjaan ke rumah.

Ciri-Ciri Work Life Balance yang Tidak Sehat

Terkadang orang tidak menyadari bahwa telah berada dalam work life balance yang tidak sehat. Berikut adalah tahapan yang dapat dilakukan untuk mengetahui kita mengalami ketidakseimbangan dalam work life balance:

  1. Berhenti sebenar dan bertanya kepada diri sendiri: apa yang saat ini menyebabkan saya merasa stres atau tidak bahagia? Bagaimana hal tersebut mempengaruhi pekerjaan dan kehidupan pribadi saya? Apa yang saya prioritaskan dalam hidup? Apa saja keberhasilan yang telah berhasil saya capai? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu dalam menemukan apakah cara hidup dan bekerja yang telah dilalui tepat dan sehat. 
  2. Perhatikan perasaan yang sedang dialami saat ini, apakah sudah puas dengan keadaan sekarang, atau sebaliknya marah dan kesal dengan keadaan tersebut. Menyadari perasaan dapat membantu dalam menentukan dan memutuskan untuk melakukan perubahan.
  3. Menyusun ulang prioritas hidup, pikirkan kembali apa saja yang perlu mendapatkan perubahan. Mungkin dapat melakukan beberapa pertimbangan, seperti jam kerja yang telah dihabiskan dan pertimbangkan jumlah waktu yang dihabiskan untuk kehidupan pribadi, apakah hal tersebut telah sesuai atau tidak.
  4. Pertimbangkan alternatif untuk menyesuaikan apakah hal-hal dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai dan memenuhi prioritas baru tersebut.
  5. Langkah terakhir adalah aksi dalam membuat perubahan yang telah direncanakan. 

Tips untuk Mencapai Work Life Balance

Mencapai keseimbangan antara bekerja dan kehidupan pribadi sebenarnya hal yang sulit. Namun jika disadari sepenuhnya, semua orang dapat berupaya untuk mencapai atau minimal mendekati keseimbangan tersebut.

Berikut adalah beberapa tips untuk mencapai work life balance:

  1. Fokus pada kelebihan yang anda dimiliki, jangan mencoba untuk menjadi orang yang serba bisa bagi semua orang. Fokus pada kekuatan yang dimiliki, dan memaksimalkan kekuatan tersebut. Lakukan pekerjaan yang memang sudah menjadi tanggung jawab anda dan yang sesuai dengan kekuatan tersebut. 
  2. Pahami hak dan kewajiban di tempat kerja, seperti informasi tentang kontrak kerja, jam kerja, gaji, hari libur dan kesempatan cuti, serta pahami kewajiban seperti beban kerja yang harus anda tanggung. 
  3. Membuat skala prioritas, dengan membuat daftar seluruh pekerjaan yang harus dilakukan. Setelah itu, anda dapat menyusun skala prioritas dari pekerjaan-pekerjaan tersebut, dengan melakukan klasifikasi pekerjaan mendesak, penting tapi tidak mendesak, mendesak tapi tidak penting, dan tidak mendesak dan tidak penting. 
  4. Ketahui waktu puncak anda dapat bekerja dengan baik. Beberapa orang dapat bekerja dengan maksimal pada pagi hari, atau pada siang hari, bahkan pada malam hari. Tempatkan pekerjaan yang sulit dan membutuhkan konsentrasi tinggi pada waktu-waktu puncak tersebut. 
  5. Rencanakan “me time”, yang dapat membantu anda menghilangkan perasaan lelah dan stres akibat pekerjaan. Waktu pribadi dapat dihabiskan dengan berbagai hal, seperti melakukan hobi, berjalan-jalan atau hanya sekedar berkumpul dengan keluarga dan teman-teman. Lakukan apapun yang menurut anda dapat mengisi kembali energi yang telah hilang.
  6. Tetapkan dan atur jam kerja harian, aturlah batas waktu yang anda gunakan untuk bekerja. Setelah itu gunakan waktu yang telah ditentukan untuk fokus bekerja dengan maksimal, efektif dan efisien. Jangan membiasakan diri untuk bekerja sepanjang waktu, bahkan bekerja hingga tengah malam dan mengganggu waktu istirahat.
  7. Susun pengelolaan waktu jangka panjang. Setelah menetapkan jam kerja harian, susunlah waktu kerja jangka panjang. Buatlah skala prioritas yang tersusun dari hari ke hari, jangan lupa untuk menyisipkan waktu pribadi dan pastikan anda tidak mematuhi perencanaan tersebut.
  8. Jadikan ruang kerja sebagai tempat yang nyaman untuk anda. Bekerja memang membutuhkan waktu yang tidak sedikit, sehingga menginvestasikan beberapa penghasilan untuk mendukung kenyaman kerja tidak ada salahnya. Investasi yang dilakukan dapat berupa menyediakan kursi dan meja kerja yang nyaman, perangkat kerja seperti komputer yang ergonomis, atau menciptakan kenyaman sendiri untuk ruang kerja dengan menambahkan aroma terapi atau musik klasik untuk meningkatkan produktivitas. 
  9. Pelajari dan manfaatkan teknologi sebaik mungkin untuk bekerja cerdas. Teknologi pada dasarnya bertujuan untuk mempermudah kehidupan manusia. Tugas kita adalah untuk memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan produktivitas kerja, sehingga seluruh item pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih efisien.
  10. Luangkan waktu untuk berolahraga dan melakukan hal yang disukai. Olahraga diperlukan karena dengan tetap menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, dapat meningkatkan fungsi fisik dan otak sehingga dapat bekerja dengan lebih maksimal. Selain itu lakukan hal-hal yang disukai untuk memberi energi dan menyegarkan pikiran. 
  11. Jadilah realistik, yaitu dengan melakukan penilaian setiap hari terhadap apa yang telah dilakukan pada hari ini. Lihat apa saja yang telah berhasil dikerjakan hari ini, apa yang tidak, apakah ada masalah, serta bagaimana cara memperbaiki masalah tersebut. Gunakan hasil penilaian dan evaluasi tersebut untuk pekerjaan di hari berikutnya.

Dampak Work Life Balance yang Tidak Sehat

Tidak seimbangnya antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dapat mengakibatkan dampak negatif, antara lain:

  1. Penurunan kesehatan fisik maupun mental. Terlalu banyak tuntutan pekerjaan pada waktu yang sama dapat meningkatkan stres kerja, karena anda mungkin akan kehilangan waktu untuk diri sendiri. Stres yang terjadi dalam jangka panjang juga akan mempengaruhi kesehatan fisik.
  2. Ketidakseimbangan yang pada akhirnya mengakibatkan rusaknya hubungan pribadi, baik dengan pasangan, keluarga maupun dengan teman. Hal ini disebabkan karena stres kerja dapat berlarut dan seringkali tanpa disadari orang-orang terdekat menjadi tempat pelampiasan, atau tidak dapat membagi waktu untuk orang-orang terdekat.
  3. Menurunnya produktivitas kerja hingga meningkatkan potensi risiko kesalahan hasil kerja. Hal ini tentunya sangat merugikan, terutama pada bidang-bidang pekerjaan yang berhubungan dengan penggunaan peralatan berbahaya seperti mesin.
  4. Pada tingkat yang lebih parah, ketidakseimbangan tersebut dapat mengakibatkan burnout, dimana seseorang merasakan kelelahan yang bersifat kronis dalam pekerjaan.

Work life balance merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Ketidakseimbangan yang terjadi dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif baik bagi pekerjaan maupun kehidupan pribadi. Mulai sekarang, mulailah menghargai diri sendiri dengan menyeimbangkan kehidupan kerja dan kehidupan pribadi.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
08 Nov 2021
mobile-closeKredit PintarDownload