Kalau Sudah Punya BPJS Kesehatan, Apakah Masih Perlu Beli Asuransi?

27 Nov 2018 by Edwin

“Kesehatan selalu tampak berharga setelah kita kehilangannya.” – Jonathan Swift

Kesehatan memang jadi kebutuhan mendasar bagi semua orang. Namun seringkali biaya untuk mendapatkan akses medis terlalu tinggi, sehingga tidak mencakup semua orang, terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah. Beruntungnya, di Indonesia akses layanan kesehatan bisa mudah didapatkan dengan bantuan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

Namun, muncul pertanyaan di tengah masyarakat: Apakah masih perlu beli asuransi kalau sudah punya BPJS?

Dikutip dari CNBC Indonesia, sebenarnya keputusan untuk beli asuransi kesehatan tergantung kebutuhan dan piilihan masing-masing individu. Layanan kesehatan dari pemerintah ini sudah mencakup sebagian besar layanan kesehatan yang diperlukan. Namun kalau menginginkan perlindungan lebih, beli asuransi kesehatan sah-sah saja.


Cakupan Layanan BPJS

Program BPJS Kesehatan yang dimulai pada tahun 2013 memang sudah dirasakan manfaatnya oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. BPJS sendiri menargetkan untuk mencakup seluruh warga Indonesia pada Januari 2019. Target ini merupakan tanggapan dari ajakan WHO dalam program UHC (Universal Health Coverage). Dengan mengusung prinsip gotong royong, setiap anggotanya diwajibkan membayarkan iuran bulanan yang sudah ditetapkan sesuai dengan kemampuan.

Tahukah Anda? Defisit keuangan BPJS sebesar Rp 7,8 Triliun ditutup dari dana cukai rokok pada akhir 2017 lalu.

Sebanyak 26,938 fasilitas kesehatan sudah terdaftar dalam keanggotaan BPJS yang mencakup 9,863 Puskesmas dan Klinik Swasta, 2,139 Rumah Sakit, 1,194 Dokter Gigi and 1,058 Dokter Mata. Untuk layanannya, BPJS mencakup hampir semua layanan medis maupun non-medis penunjang bagi masyarakat, kecuali perawatan estetika kulit, orthodonsi, penanganan infertilitas, program rehabilitasi narkoba, klaim terkait hobi ekstrim, layanan di luar negeri, santunan kematian, dan sebagainya.

Berikut beberapa cakupan layanannya:

Layanan Medis:

  • Pemeriksaan medis, pengobatan, dan konsultasi kesehatan
  • Vaksinasi untuk imunisasi dasar dan kontrasepsi dasar
  • Obat-obatan
  • Rawat inap dan rawat jalan

Layanan non-medis penunjang:

  • Akomodasi
  • Ambulans
  • Forensik
  • Kamar mayat
  • Urusan administratif

BPJS tidak menanggung Kematian

BPJS memang tidak memberi santunan untuk kematian. Hal ini pula yang jadi kecenderungan masyarakat untuk membeli asuransi jiwa untuk meringangkan beban finansial keluarga yang ditinggalkan. Malah, iuran keanggotaan BPJS yang dibayarkan setiap bulannya tidak dapat diwariskan ke anggota keluarga lain ketika anggota tersebut meninggal dunia. Setelah kematian, anggota keluarga yang bersangkutan diwajibkan untuk menutup akun orang yang meninggal iuran bulanan tidak berlanjut. Caranya seperti:

  • Membawa surat kematian yang berasal dari rumah sakit atau dari kantor kelurahan.
  • Membawa kartu keanggotaan milik peserta yang bersangkutan.

Tabungan kesehatan pribadi jadi penunjang

Meskipun layanan kesehatan Sobat Pintar sudah dijamin oleh pemerintah, tidak ada salahnya untuk membeli produk asuransi atau memulai tabungan kesehatan pribadi sebagai penunjang. Kalau Sobat Pintar masih ragu untuk beli asuransi, mending mulai tabungan kesehatan pribadi saja.


Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan tips mengatur keuangan lain yang bermanfaat. Ingin mengenal Kredit Pintar lebih dekat?