Kenali Jenis-jenis Jerawat yang Sering Muncul di Wajah

04 Jul 2022 by Laruan, Last edit: 04 Jul 2022

Jerawat pada wajah seringkali menjadi masalah bagi remaja dan dewasa muda, perempuan maupun laki-laki. Sebagian orang juga masih mengalami jenis jerawat pada wajah di usia 20 tahun. Di artikel ini akan membahas Jenis-jenis jerawat.

Meskipun jerawat merupakan masalah kulit yang umum dan wajar, orang-orang akan merasa terganggu saat mempunyai jerawat di wajahnya. Sebab kulit wajah yang sehat identik dengan wajah yang cerah, mulus, dan bebas dari jerawat.

Pentingnya kulit wajah sehat bebas jerawat ini juga ditandai banyaknya produk perawatan dan treatment khusus yang muncul di pasar. Berbagai pilihan perawatan kulit ditawarkan agar jerawat di wajah bisa hilang.

Baca juga: 6 Tips Cara Bikin Alis untuk Pemula Secara Natural Rapi

Penyebab Munculnya Jerawat di Wajah

Jerawat adalah penyakit kulit yang ditandai dengan bentuk berupa benjolan merah, komedo dan kista. Kemunculannya sering terlihat pada wajah dan dada. 

Beberapa bagian tubuh seperti punggung dan kulit kepala juga bisa menimbulkan jerawat. Kemunculannya merupakan reaksi yang terjadi di kelenjar sebaceous. Kelenjar ini menghasilkan sebum, zat pelumas. 

Jika ada kekurangan sebum, kulit akan kering dan mudah pecah-pecah. Sebaliknya, jika terlalu banyak, kulit akan menjadi lebih berminyak dan mudah berjerawat.

Jenis Jerawat pada Wajah

Produk sabun khusus wajah bermacam-macam menyesuaikan jenis dan masalah kulit. Berbagai perawatan juga dilakukan untuk mencegah munculnya jerawat di wajah.          

Sebaiknya kenali lebih dahulu jenis-jenis jerawat yang kerap menyerang kulit wajah, sebelum memutuskan untuk melakukan perawatan kulit. Sebab perawatan kulit perlu menyesuaikan jenis kulit dan jenis jerawat, agar jerawat bisa hilang dan kulit wajah kembali sehat.

Secara garis besar, jerawat dibedakan menjadi dua jenis yaitu jerawat terinflamasi dan jerawat non-inflamasi. Jenis jerawat terinflamasi dibedakan menjadi empat.    

  1. Jerawat Papula

Papula atau papules salah satu jenis jerawat yang membuat kulit meradang. Bentuknya berupa benjolan merah muda pada kulit wajah dan saat disentuh terasa berisi cairan. 

Jenis jerawat ini umum dialami remaja yang sedang pubertas. Hal ini dipengaruhi perubahan hormon yang membuat kelenjar minyak di kulit lebih aktif. Namun, orang dewasa juga bisa mengalami jenis jerawat papula. 

Membersihkan wajah dengan sabun khusus wajah secara rutin bisa membantu agar jerawat ini tidak menyebar. Hindari menekan jerawat atau berusaha memecahkan benjolan, karena akan membuat kulit menjadi infeksi.  

  1. Pustules Acne

Pustules acne adalah jenis jerawat yang terinflamasi. Biasanya ini berbentuk benjolan dengan warna merah diikuti dengan bintik putih kekuningan di tengahnya. 

Jerawat jenis ini disebabkan kulit wajah yang sedang memproduksi minyak berlebih terkena kotoran dan debu menumpuk di permukaan kulit. Akibatnya bakteri berkembang di kulit.   

Jika parah, pustules acne bisa berkembang menjadi jerawat nanah yang sangat mengganggu karena terasa sakit saat beraktivitas. Terutama ketika jerawat tidak sengaja tersentuh atau tergesek permukaan kain seperti masker atau kerudung. 

Untuk mengurangi infeksi di kulit, dokter bisa meresepkan obat. Bahkan jika diperlukan, dapat dilakukan penanganan khusus agar minyak di kulit wajah berkurang dan mencegah jerawat muncul kembali.

Baca juga: Beberapa Cara Menggunakan Milk Cleanser

  1. Jerawat Batu

Jerawat batu atau cystic acne terjadi akibat pori-pori kulit wajah tersumbat minyak berlebihan, sel kulit mati, dan bakteri. Dari bentuknya, jerawat ini gabungan dari papules dan pustules acne, namun benjolan jerawat terasa keras saat disentuh.

Jerawat batu butuh waktu lebih lama untuk sembuh. Ini juga cenderung meninggalkan bekas di kulit wajah berupa noda hitam hingga cekungan di permukaan kulit.

Perlu treatment khusus agar kulit wajah bisa terbebas dari jerawat batu. Memilih jenis skin care yang sesuai dengan kulit sensitif dan diproduksi khusus untuk mengatasi jenis jerawat bisa menjadi pilihan.

Jangan menggosok kulit terlalu keras saat mencuci dan mengeringkan wajah. Lakukan usapan ringan di bagian kulit berjerawat saat mencuci muka. Dari pada menggosok wajah hingga membuatnya menjadi pecah dan menimbulkan luka di kulit, sebaiknya keringkan wajah menggunakan handuk dengan menepuk-nepuk wajah secara perlahan.  

  1. Jerawat Bintik-bintik atau Nodules

Jenis jerawat nodules berbentuk bintik-bintik seperti namanya. Biasanya bintik-bintik ini menyebar di permukaan kulit wajah akibat pori-pori kulit yang tersumbat.

Ketika kulit terlalu kering, jerawat ini bisa terasa gatal. Namun, jika digaruk, kulit menjadi luka dan terasa perih. Ditambah lagi jerawat akan semakin menyebar.

Perawatan kulit bisa dimulai dengan memilih sabun muka khusus wajah berjerawat. Gunakan sabun wajah scrub untuk mengangkat sel kulit mati dan kotoran di pori-pori secara rutin tiga kali dalam seminggu.    

Gunakan pelembab wajah untuk jenis kulit kering. Pelembab juga bisa mengurangi rasa perih dan gatal akibat jerawat bintik-bintik. Bila jerawat tak kunjung sembuh, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit untuk mendapatkan resep salep dan obat khusus.

Jenis Jerawat Lainnya: Komedo

Selain jenis jerawat terinflamasi, ada jenis jerawat non-inflamasi. Dari bentuknya, jerawat non-inflamasi lebih kecil dibandingkan jerawat terinflamasi. 

Jenis jerawat non-inflamasi yaitu komedo. Komedo muncul ketika pori-pori di kulit yang terbuka justru tersumbat sel kulit mati dan minyak kulit yang berlebih.

Agar komedo tidak semakin banyak, rutinlah membersihkan wajah dengan sabun khusus wajah setiap hari. Pilihlah sabun wajah yang sesuai jenis kulit. 

Jenis kulit berminyak akan memerlukan sabun khusus yang berguna untuk mengurangi produksi minyak kulit berlebihan. Sedangkan jenis kulit kering membutuhkan sabun wajah yang bisa melembabkan permukaan kulit. 

Perawatan kulit rutin juga bisa mengurangi komedo muncul di wajah. Selain mencuci wajah dengan sabun muka (foam), gunakan juga sabun srub untuk mencuci wajah dua kali seminggu. Gunakan masker wajah dan serum exfoliating agar sel-sel kulit mati bisa terangkat.

Baca juga: Penyebab Gigi Kuning dan Cara Mencegahnya Tanpa Pusing

Penanganan Jerawat yang Tepat

Secara alami, jerawat pada kulit normalnya akan sembuh dan hilang bekasnya setelah 2-4 minggu. Bisa saja lebih cepat atau lebih lama, tergantung ukuran dan keparahan luka dari jerawat, serta kondisi kulit masing-masing orang.

Faktor hormon yang membuat jerawat muncul di wajah memang sulit terkontrol. Namun, ada beberapa faktor eksternal yang bisa dikendalikan untuk menjaga wajah tetap sehat dan jerawat bisa dicegah.      

Agar kulit wajah tetap sehat bebas jerawat, perlu diperhatikan pola makan dan kebersihan lingkungan. Bisa dimulai dengan rutin minum air putih dan makan-makanan berserat yang kaya vitamin, seperti sayur serta buah-buahan yang baik untuk kesehatan tubuh maupun kulit.

Kebiasaan mencuci muka sebelum dan sesudah tidur bisa mencegah munculnya jerawat di wajah. Gunakan sabun dan produk perawatan kulit yang cocok. Perlu juga mengganti sarung bantal dan handuk secara berkala.     

Disisi lain, gaya hidup juga bisa berpengaruh. Studi kesehatan menyebutkan jika kebiasaan begadang dan kurangnya tidur yang berkualitas menyebabkan kulit berjerawat, seiring dengan stress yang meningkat sehingga menimbulkan jerawat di wajah meradang.

Itulah jenis-jenis jerawat di wajah yang bisa dibedakan dari bentuknya. Setelah mengetahui jenis-jenis jerawat, semoga Anda tetap selektif saat memilih menggunakan treatment maupun produk kesehatan kulit wajah.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
04 Jul 2022
Pinjam kilat 20 juta!Download