Mengenal Instrumen Derivatif dan Manfaatnya

18 Oct 2022 by Ary Wibowo, Last edit: 20 Oct 2022

Penanaman modal atau kerap disebut investasi merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan perekonomian. Aktivitas penanaman modal bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Ada berbagai bentuk investasi, meliputi investasi properti, investasi emas, investasi reksadana, investasi saham, investasi deposito, dan yang teranyar investasi cryptocurrency. Ini mengenal Instrumen Derivatif dan manfaatnya

Dalam berinvestasi, terdapat banyak sekali instrumen yang bisa dipilih investor—sebutan untuk penanam modal sesuai dengan kebutuhan dan risikonya. 

Mengenal Instrumen Derivatif dan Manfaatnya

Instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan reksadana tentunya sudah tidak asing bagi kalangan investor maupun masyarakat awam. Namun, masih ada satu instrumen investasi lagi yang juga tak kalah penting untuk dipahami, yakni instrumen derivatif. Instrumen ini adalah produk turunan dari semua instrumen investasi yang ada di pasar. 

Baca juga: Lembaga Penunjang Pasar Modal: Definisi, Peran dan Macamnya

Mengenal Instrumen Derivatif

Mengenal Instrumen Derivatif dan Manfaatnya

Sederhananya, derivatif adalah kontrak perjanjian yang dilakukan dua belah pihak atau lebih dengan tujuan membeli atau menjual aset maupun komoditi. Sebagai produk investasi, derivatif ini sebenarnya cukup dikenal bagi investor dan menjadi pilihan untuk menanamkan modal. 

Nilai dari kontrak tersebut harus disetujui kedua pihak yang dapat dipengaruhi harga atau nilai aset dan komoditas. Perjanjian sesuai kontrak tersebut dapat berguna menjadi objek perdagangan. 

Derivatif telah diawasi Bursa Efek Indonesia (BEI), produknya berupa saham, indeks obligasi, tingkat suku bunga, dan lainnya. 

Apabila produknya berupa komoditas, maka produk tersebut akan dilakukan pengawasan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Jadi, derivatif termasuk investasi yang memiliki risiko tinggi karena memanfaatkan perkiraan atau prediksi harga dengan potensi imbal hasil yang besar.

Transaksi derivatif telah dilandasi dengan dasar hukum. Hal ini membuat keamanannya pasti terjamin dan tak perlu dikhawatirkan investor. Berikut dasar hukum mengenai transaksi derivatif:

  • Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
  • Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1996 tentang Penyelenggaraan Kegiatan pada Bidang Pasar Modal
  • SK Ketua Bapepam 25 Februari Tahun 2022 Nomor SE-01/PM/2002 tentang Kontrak
  •  Berjangka Indeks Efek pada Laporan MKBD Perusahaan Efek
  • SK Ketua Bapepam 20 Februari Tahun 2003 Nomor Kep.07/PM/2003 tentang Penetapan Kontrak Berjangka pada Indeks Efek sebagai Efek
  • Peraturan Bapepam 31 Oktober 2003 Nomor III. E. 1 tentang Kontrak Berjangka dan Opsi pada Efek/Indeks Efek
  • Penyetujuan tertulis dari Bapepam 18 Februari Tahun 2004 Nomor S-356/PM/2004 tentang Penyetujuan KBIE-LN (DJ Japan Titan 100 dan DJIA).

Selain dasar hukum di atas, implementasi pajak terhadap instrumen derivatif dijelaskan bahwa pajak yang dibebankan terhadap transaksi derivatif tergolong sebagai PPh final. Biayanya sejumlah 2,5% dan berdasarkan margin awal.

Baca juga: Informasi Kenaikan PPN pada Layanan Pinjaman Online Kredit Pintar

Manfaat Transaksi Derivatif

Produk investasi pada dasarnya diciptakan untuk melindungi nilai atau harga komoditas di masa depan. Misalnya di Indonesia, Bank Indonesia sempat membantu Badan Usaha Milik Negara pada tahun 2017 agar dapat memanfaatkan instrumen derivatif untuk mengatasi anjloknya nilai tukar rupiah. Instrumen derivatif juga bisa meminimalisir risiko terjadi kerugian keuangan perusahaan.

Transaksi derivatif merupakan produk investasi berbentuk kontrak perdagangan. Artinya, risiko dari investasi ini pun tinggi meski keuntungannya besar. Proses pelaksanaan instrumen derivatif sangat kompleks dan rinci. Walau bertujuan melindungi nilai tukar rupiah, perusahaan yang menggunakan produk ini bukan berarti terbebas dari risiko yang ada.

Jenis dan Contoh Transaksi Derivatif

Jenis instrumen derivatif dalam dikelompokkan dalam beberapa bentuk. Secara umum, instrumen derivatif dibagi menjadi dua bagian, yakni derivatif yang dijual di pasar sekunder dan dijual di luar bursa. Berikut penjelasannya:

1. Kontrak Serah

Perjanjian antara dua pihak atau lebih untuk menyerahkan atau membeli aset maupun komoditas dengan harga, jumlah, dan tanggal penyerahan yang telah disepakati dinamakan kontrak serah. Hal ini bisa selesai saat komoditas atau valuta asing diserahkan secara fisik atau secara neto.

Kontrak serah bisa dikatakan telah selesai jika aset seperti komoditas atau valuta asing telah diserahkan secara fisik atau neto. Dengan demikian berarti penyelesaian kontrak serah dengan membayarkan sejumlah kas yang telah disesuaikan dengan pengiriman fisiknya. 

Mengenal Instrumen Derivatif dan Manfaatnya

2. Kontrak Berjangka (futures)

Kontrak ini merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih untuk membeli atau menyerahkan aset maupun komoditas dengan harga, jumlah, dan tanggal penyerahan yang disetujui. 

Perbedaannya dengan kontrak serah adalah diperdagangkan secara teratur di bursa berjangka, yakni tempat dilakukannya transaksi kontrak berjangka. Instrumen future meruapakan “zero-sum game” bagi pihak yang ada dalam kontrak, yang berarti keuntungan satu pihak adalah kerugian bagi pihak lain. Pihak yang terlibat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu spekulator dan hedgers.

Spekulator adalah pihak yang terlibat ke dalam kontrak dengan harapan risiko perubahan harga nantinya dapat mendatangkan keuntungan. Sedangkan hedgers adalah pihak yang memasuki kontrak untuk mendapatkan perlindungan dari risiko perubahan harga di masa yang akan datang.

3. Opsi

Instrumen derivatif selanjutnya adalah kontrak opsi. Kontrak ini banyak digunakan dengan terdapat dua jenis kontrak, yakni opsi jual serta opsi beli.

Opsi jual adalah memberikan hak kontrak kepada pemiliknya untuk menjual suatu aset. Sedangkan opsi beli adalah memberikan hak kontrak kepada pemiliknya untuk membeli suatu aset tertentu. Pemilik opsi memiliki hak, namun mereka tidak berkewajiban melakukan transaksi dengan harga yang ditentukan dalam kontrak opsi.

4. Swap

Jenis terakhir adalah swap, yaitu kontrak untuk saling menukar arus kas dalam jangka waktu tertentu dan dilakukan secara berkelanjutan. Contoh transaksinya adalah interest rate swap. Hal ini dikaitkan dengan nilai atau harga yang cenderung fluktuatif. Swap berfungsi melindungi perusahaan dalam menghadapi fluktuasi suku bunga yang umumnya dapat dinegosiasikan secara langsung oleh kedua belah pihak pemilik kontrak atau lebih.

Baca juga: Apa itu Cash Flow? Pengertian, Quadrant dan Statement

Kesimpulannya, derivatif adalah produk turunan dari jenis produk investasi lain, di dalamnya terdapat perjanjian antara dua atau lebih dengan tujuan membeli atau menjual produk dengan harga, jumlah, dan waktu yang telah disepakati bersama. 

Instrumen derivatif mempunyai beberapa jenis yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan. Instrumen derivatif juga telah dilindungi dan memiliki dasar hukum dalam pelaksanaannya.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya. 

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
20 Oct 2022
mobile-close
Pinjam kilat 20 juta!Download