Inilah Gejala dan Penyebab Masuk Angin

02 Aug 2021 by Laruan

Istilah masuk angin, atau sakit meriang tentunya sudah tidak asing lagi di telinga. Sering dikenal sebagai penyakit yang terjadi setelah kehujanan, berpergian dengan motor, hingga keluar malam. Faktanya sakit meriang bukanlah suatu penyakit, melainkan hanyalah gejala dari adanya bakteri atau virus pada tubuh manusia. Hal ini juga dapat memberikan tanda atau sinyal bahwa tubuh sedang tidak baik-baik saja. Dalam artikel ini, Sobat Pintar tak hanya akan mengetahui penyebabnya saja, melainkan juga dengan cara mengatasinya. 

Inilah Gejala dan Penyebab Masuk Angin

Berbagai ciri umum seperti sakit perut karena sakit meriang sudah dikenal masyarakat Indonesia. Tak sedikit pula yang mengatasinya dengan kerokan atau hanya sekedar membalur tubuh dengan balsem. Cara ini sebenarnya merupakan langkah yang baik dalam mengatasi masalah tersebut. Hanya saja terdapat resiko yang mungkin ditimbulkan seperti alergi dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, penanganan yang tepat sangat dianjurkan guna mencegah, mengantisipasi, serta mengobati masuk angin.

Gejala dan Penyebab Masuk Angin

Inilah Gejala dan Penyebab Masuk Angin

Penyebab sakit meriang tentunya beragam dan dapat menimbulkan gejala tertentu setelahnya. Untuk menghindarinya, Sobat Pintar perlu mencerna detail dan juga memahami resiko yang terjadi karenanya. Sebab jika hal tersebut sudah terlanjur terjadi, penyakit lain yang merugikan bisa saja datang dan membuat kewalahan. Maka dari itu, menghindari kemungkinan dengan antisipasi adalah cara terbaik menjaga kesehatan tubuh. Berikut adalah penjelasan lengkap yang dapat dijadikan acuan agar Sobat Pintar dapat terhindar dari sakit meriang:

  1. Asam Lambung Naik

Maag merupakan salah satu penyebab sakit meriang terjadi. Sebab, gejala yang ditimbulkan berupa ulu hati yang perih, tubuh menggigil disertai pusing, dan tubuh terasa lemas. Bagian tubuh menggigil inilah yang sering diasosiasikan dengan sakit meriang. Asam lambung naik dapat disebabkan banyak faktor, di antaranya adalah telat makan, terlalu banyak pikiran, hingga kelelahan berat. Sobat Pintar dapat mengantisipasinya dengan menghindari faktor-faktor tersebut agar terhindar dari resiko yang telah dijelaskan. 

  1. Suhu yang Dingin

Perubahan suhu atau iklim memang sering membuat tubuh menjadi mudah terkena virus maupun bakteri. Terlebih jika perubahan suhu yang terjadi termasuk ke kategori ekstrem. Suhu yang dingin memudahkan virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Maka dari itu, suasana angin malam dan kondisi setelah kehujanan dapat memancing penyakit yang awalnya muncul dan sering dikaitkan dengan gejala sakit meriang.

  1. Kelelahan dan Kurang Beristirahat

Istirahat adalah cara alami untuk memperbaiki sel-sel imun pada tubuh manusia. Apabila Sobat Pintar kelelahan namun kurang beristirahat, maka sel-sel tersebut akan melemah dan membuat penyakit mudah masuk. Itu dia sebabnya mengapa sakit meriang seperti demam, batuk, pilek, mual, perut kembung, hingga sesak nafas sering terjadi ketika Sobat Pintar terlalu lelah bekerja hingga melupakan waktu istirahat yang cukup.

  1. Virus dan Bakteri

Infeksi pada saluran pernapasan manusia dapat muncul karena virus dan bakteri. Akibatnya, istilah sakit meriang sering dikaitkan dengan gejala demam biasa hingga malaria atau DBD, tak lupa dengan pilek dan batuk. Hal ini dapat terjadi karena sistem pernapasan dan tenggorokan diserang oleh virus dan bakteri jahat dan tubuh gagal melakukan perlawanan. Tentunya hal ini terjadi pula karena imun dalam tubuh sedang menurun atau melemah.

  1. Masalah Pencernaan

Sering mendengar bahwa diare disebabkan oleh sakit meriang? Faktanya masalah pencernaan tersebut merupakan penyakit yang sering diasosiasikan dengan sakit meriang. Biasanya gejala ini disertai dengan mencret, sakit perut yang tak tertahankan, hingga kekurangan cairan, dan tubuh terasa lemas tak berdaya. Masalah pencernaan ini juga diliputi banyak faktor seperti konsumsi makanan pedas dan berminyak secara berlebihan, hingga penyebab lain yang telah dijelaskan pada poin-poin sebelumnya.

  1. Nyeri di Tenggorokan

Adanya sensasi gatal, kering, dan nyeri di tenggorokan sering diasosiasikan dengan gejala sakit meriang. Nyatanya hal tersebut terjadi karena adanya infeksi yang terjadi dan mengakibatkan peradangan. Ciri seperti rasa demam, pusing, pilek, dan bersin dapat dirasakan karena infeksi tersebut. Secara umum penyakit ini sering terjadi dalam waktu tiga hari hingga seminggu dan tergantung daya tahan tubuh masing-masing.

Cara Mengatasi sakit meriang

Sobat Pintar tidak perlu khawatir karena cara mengatasi sakit meriang itu tidaklah sulit dan dapat dilakukan di mana saja kapan saja. Hal ini dapat dimulai dengan mengubah kebiasaan atau pola hidup secara perlahan, atau dengan menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan. Cara pertama yang tak boleh sampai dilewatkan ialah langkah penanganan awal yang tepat sesuai dengan keluhan yang dirasakan. Simaklah penjelasan terkait cara mengatasinya berikut ini:

  1. Berbagai Minuman Hangat

Minuman yang diracik dengan jahe dan gula merah hangat dapat menjadi solusi apabila terkena sakit meriang. Namun, bila Sobat Pintar kurang tertarik, masih banyak alternatif lainnya seperti air jeruk peras atau lemon hangat dengan madu. Hal ini dapat memberikan ketenangan dan juga kehangatan pada tubuh dan membuatnya menjadi berkeringat. Air putih panas pun dapat menjadi opsi lainnya yang lebih mudah.

  1. Menu Sehat Bergizi 

Saatnya berhenti mengonsumsi makanan tak sehat yang berminyak dan tinggi lemak. Sobat Pintar dapat memilih buah dan sayur favorit agar semangat dalam menjalankan pola hidup sehat. Selanjutnya, asupan vitamin juga diperlukan guna menjaga stabilitas dan daya tahan tubuh di segala kondisi cuaca yang akan datang atau sedang dihadapi saat ini.

  1. Istirahat Cukup

Pikiran yang tenang dapat dirasakan karena istirahat yang cukup. Sebab, saat tidur pun otak tetap bekerja dan organ tubuh lain memperbaiki sel-sel penting yang ada. Istirahat yang cukup dapat membuat pikiran tenang dan tubuh menjadi rileks. Sehingga cara mengatasi sakit meriang yang satu ini dirasa sangat mudah dan terbukti hasilnya. Anggap saja bahwa Sobat Pintar sedang berinvestasi kesehatan dengan istirahat yang cukup. 

  1. Pakaian Hangat

Jangan karena merasa tubuh sedang baik-baik saja meski cuaca dingin, lalu tidak mau mengenakan pakaian hangat. Pakaian hangat sangat dianjurkan agar suhu tubuh dapat terjaga ke suhu normal. Gunakanlah pakaian hangat yang nyaman disertai jaket atau sweater saat beraktivitas agar terhindar dari gejala masuk angin yang tentunya akan sangat merugikan. Karena mencegah itu lebih baik dan lebih mudah dilakukan dibandingkan harus mengobati saat penyakit terlanjur datang.

  1. Olahraga Rutin

Meskipun terdengar berat, olahraga rutin yang dimaksud dapat dimulai dari yang ringan seperti menggunakan waist twisting, senam kardio, ataupun yoga di rumah. Lakukan minimal satu kali seminggu untuk intensitas rendah, lalu tambah jika sudah mulai terbiasa. Selain mengeluarkan hormon endorfin, olahraga juga dapat membuat daya tahan tubuh menjadi lebih kuat dan terhindar dari serangan virus serta bakteri. 

Bagaimana? Sekarang sudah paham kan bahwa masuk angin itu hanyalah istilah yang menggambarkan berbagai jenis penyakit yang telah dijelaskan sebelumnya. Setelah mengetahui cara mengatasinya, Sobat Pintar tentu harus mulai mengaplikasikannya dalam pola hidup sehari-hari agar tubuh dapat terjaga dan sehat. Jika terlalu banyak pikiran, maka bisa saja berbagai penyakit menyerang. Misalnya, dalam keadaan seperti ini Sobat Pintar kekurangan biaya untuk membeli vitamin dan menu sehat. Jangan jadikan beban pikiran dan langsung saja gunakan Kredit Pintar untuk solusi pinjam meminjam paling aman!

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload