Ibu Melahirkan Sendiri di Rumah Tanpa Bantuan

08 Nov 2022 by Ary Wibowo, Last edit: 14 Nov 2022

Peristiwa Ibu melahirkan sendiri di rumah tanpa bantuan memang ada dan pernah terjadi. Hal ini terjadi tentu dengan berbagai alasan yang mana masing-masing Ibu berbeda.

Peristiwa seorang Ibu melahirkan sendiri ini bisa disebut dengan nama Freebirth

 Ibu melahirkan sendiri di rumah tanpa bantuan

Sebagian para Ibu yang melakukan hal ini adalah karena kondisi ketidak sengajaan dan sebagian lagi karena kesengajaan. Pastinya kondisi saat proses melahirkan tanpa bantuan tenaga medis tersebut menjadi hal yang berbeda.

Bahkan di negara besar seperti Amerika, proses melahirkan tanpa bantuan medis ini merupakan hal yang legal. Bagaimana cara ibu melahirkan sendiri di rumah tanpa bantuan?

Baca juga: Cara Cek Ginjal Sendiri dengan Mudah di Rumah

Ibu Melahirkan Sendiri di Rumah Tanpa Bantuan, Apakah Bisa dan Aman?

Di Indonesia, peristiwa melahirkan sendiri di rumah masih menjadi sesuatu yang jarang terjadi. Namun kondisi ini sudah populer di negara besar seperti Amerika Serikat. Anda bisa melihat fenomena ini di berbagai unggahan vlog video yang tersebar di internet. 

Peristiwa melahirkan sendiri baik di rumah atau di alam liar seperti hutan. Sangat disayangkan, hal ini tidak dibarengi dengan penjelasan ilmiahnya. Mengutip pada orami.co.id dari Thedailybeast.com, menurut Profesor Obstetri dan Ginekologi New York University School of Medicine Bruce Young, 80% harapan lancar Ibu yang melahirkan sendiri di rumah tanpa bantuan tenaga medis.

Sementara sisanya 20% merupakan kemungkinan yang bisa saja berisiko mengancam jiwa si ibu maupun anak. Di Indonesia, untuk saat ini proses melahirkan sendiri masih ditentang secara medis. Dunia kedokteran menganggap bahwa hal tersebut bisa membahayakan si ibu dan anak. 

Sekalipun si ibu sedang dalam kondisi yang sehat, kematian pada bayi tetap berisiko terjadi. Jadi, tanpa penanganan yang tepat tentu detak jantung pada bayi bisa mengalami penurunan secara drastis ketika keluar dari tubuh ibunya.

Bahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghimbau untuk melakukan proses persalinan di rumah sakit atau minimal di tempat yang menyediakan fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas. Masyarakat yang melahirkan melalui prosedur medis akan lebih mudah mendapatkan pertolongan saat terjadi proses yang membutuhkan penanganan berlanjut.

Risiko yang Bisa Terjadi Jika Ibu Melahirkan Sendiri di Rumah Tanpa Bantuan

Seperti yang para Ibu tahu, peristiwa melahirkan sendiri memang bisa berpeluang berhasil bahkan gagal dan atau berisiko. Nah, berikut adalah beberapa risiko yang mungkin bisa saja terjadi pada saat Ibu melahirkan sendiri di rumah tanpa bantuan.

 Ibu melahirkan sendiri di rumah tanpa bantuan

1. Risiko Terjadi Perdarahan

Proses melahirkan sendiri di rumah tanpa bantuan medis atau alat-alat lengkap bisa berisiko terjadi perdarahan. Jika hal tersebut terjadi, dan darah yang keluar tidak terkontrol, maka kondisi Ibu dan bayi bisa terancam.

Selain itu, plasenta yang tidak bisa keluar atau masih tersisa di dalam rahim, dapat juga menyebabkan perdarahan. Jadi, kondisi persalinan tanpa bantuan medis yang tepat cukup berbahaya. Pasalnya si Ibu tidak akan bisa menghentikan perdarahan dengan sendirinya. 

Untuk menghindari kehilangan banyak darah, diperlukan penanganan secara tepat dan cepat.

2. Kondisi Gawat Janin

Proses melahirkan secara mandiri juga dapat berisiko terjadinya gawat janin yang akan mengancam nyawa si kecil. Bayi yang kekurangan oksigen tentu dapat membuatnya tidak dapat terselamatkan. Kondisi lainnya adalah si ibu mengalami anemia, cairan ketuban kurang, tekanan darah tinggi, hingga lilitan tali pusar. Jadi, pastikan Ibu selama proses kehamilan harus menjaga kesehatan baik dirinya dan juga janinnya.

3. Proses Persalinan Memanjang

Saat melahirkan sendiri di rumah tanpa bantuan, bisa menyebabkan proses persalinan jadi semakin lama. Bahkan lebih lama dari kondisi normalnya. Sehingga hal ini dapat berpotensi ibu mengalami persalinan memanjang. Penyebabnya bisa jadi karena tidak adanya kemajuan proses bukaan pada persalinan dan berpotensi membuat waktu persalinan terjadi lebih lama.

Ketika melahirkan si kecil, tentunya ibu tidak tahu ukuran bayi dan besaran panggulnya. Yang mana panggul tersebut menjadi jalan lahir bagi si bayi. Selain itu, ibu juga tidak tahu apakah bayi harus melakukan persalinan secara normal atau tidak karena kemungkinan panggul sempit juga bisa terjadi dan membuat bayi tidak bisa lahir.

Hal tersebut tentu membahayakan bagi calon bayi. Proses persalinan memanjang yang tidak mendapatkan pertolongan juga bisa berakibat fatal pada si ibu dan anak.

Baca juga: Cara Menggendong Bayi dengan Aman dan Nyaman

Hal yang Perlu Ibu Persiapkan Jika Akan Melahirkan Sendiri di Rumah

Apabila Ibu hendak memutuskan untuk melahirkan sendiri di rumah, kondisi pertama yang perlu diperhatikan adalah kehamilan. Apabila tergolong sehat dan berisiko rendah, maka memilih melahirkan sendiri tidak apa-apa. Tidak menutup kemungkinan juga kondisi melahirkan sendiri di rumah terjadi karena ketidaksengajaan. 

Oleh karenanya, penting untuk selalu mempersiapkannya. Berikut hal-hal yang perlu Ibu persiapkan ketika memilih untuk melahirkan sendiri di rumah.

1. Menggali Info Sebanyak Mungkin

Carilah informasi sebanyak-banyaknya ketika memilih proses melahirkan di rumah. Informasi itu berupa hal-hal yang berkaitan dengan proses melahirkan sendiri, misalnya risiko, perlengkapan, dan lain sebagainya.

2. Memilih Dokter atau Bidan yang Berpengalaman

Salah satu praktisi atau orang yang perlu Anda ajak untuk menemani proses melahirkan sendiri di rumah adalah bidan. Namun pastikan Anda memilih bidan yang berpengalaman, sehingga akan mengarahkan saat proses persalinan.

3. Cek Kondisi Praktisi Terkait Kesiapannya

Pastikan memilih praktisi yang tepat dan memiliki berbagai peralatan lengkap untuk persiapan terkait kemungkinan kasus yang akan terjadi.

4. Menyiapkan Plan untuk Kondisi Darurat

Mempersiapkan plan jika kemungkinan kedaruratan terjadi dan mengancam nyawa si ibu atau anak. Hal tersebut tetap perlu dilakukan sebagai upaya pertolongan pertama. Misalkan menyiapkan kendaraan untuk mobilisasi hingga lokasi rujukan jika terjadi kemungkinan buruk pada proses melahirkan secara mandiri.

5. Tentukan Siapa Saja yang Akan Menemani Proses Melahirkan

Sebenarnya tidak ada aturan secara pasti terkait siapa saja yang akan menemani melahirkan dari rumah. Hal ini tergantung dengan kondisi kenyamanan dan keinginan. Meski begitu, penting mengajak orang-orang yang tepat untuk membantu ketika proses melahirkan. Dengan begitu, saat terjadi kondisi darurat, Anda bisa langsung diberikan bantuan pertolongan.

 Ibu melahirkan sendiri di rumah tanpa bantuan

6. Lakukan Tes dan Cek Kesehatan

Silakan melakukan tes dan cek kesehatan terlebih dahulu ketika sudah mendekati proses melahirkan. Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi si ibu dan bayi aman. Sehingga risiko melahirkan sendiri bisa terminimalisir.

7. Memahami Risiko Melahirkan di Rumah

Pahami berbagai risiko yang bisa terjadi saat melahirkan secara mandiri. Dengan begitu Anda dapat menyiapkan berbagai persiapkan darurat dengan tepat untuk kemungkinan yang terjadi.

Baca juga: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasi Mata Lelah

Demikianlah beberapa informasi terkait dengan ibu melahirkan sendiri di rumah tanpa bantuan. Sebaiknya perlu berhati-hati saat memutuskan persalinan mandiri di rumah.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
14 Nov 2022
mobile-close
Pinjam kilat 20 juta!Download