Gejala Tipes dan Perbedaannya dengan DBD

04 Mar 2022 by Laruan, Last edit: 17 Mar 2022

Tipes atau tifus merupakan penyakit yang tidak jarang dijumpai di Indonesia. Ditandai dengan demam yang tinggi, pengidap tipes biasanya harus dirawat di rumah sakit. Ketahui berbagai gejala tipes, apakah tipes menular, dan obat untuk menyembuhkannya.

Gejala Tipes dan Perbedaannya dengan DBD

Penyakit tipes atau tifus merupakan penyakit demam yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini disebarkan oleh kutu atau tungau.

Salmonella typhi masuk ke dalam tubuh lewat saluran pencernaan (dari makanan yang kotor) kemudian masuk ke aliran darah. Dari situlah bakteri kemudian menyebar ke organ-organ tubuh seperti limpa, hati, dan sumsum tulang untuk berkembang biak kemudian masuk kembali ke pembuluh darah.

Baca juga: Musim Hujan Tiba, Waspadai 6 Penyakit Ini

Apabila ditangani dengan baik oleh tenaga medis, biasanya tipes akan berangsur-angsur sembuh setelah menerima obat antibiotik dari dokter. Akan tetapi, tipes juga bisa menyebabkan kematian.

Gejala tipes

  • Demam tinggi (biasanya perlahan-lahan terus bertambah tiap hari)
  • Sakit kepala
  • Tubuh sakit
  • Sakit perut
  • Masalah pencernaan (diare/konstipasi)
  • Letih
  • Hilang nafsu makan
  • Keringat berlebih
  • Dehidrasi

Gejala lain yang tidak terlalu umum tapi juga mungkin muncul antara lain panas dingin, mual, muntah, dan batuk.

Gejala tipes yang paling utama adalah demam tinggi. Gejala tifus biasanya baru muncul sekitar 1-3 minggu setelah terinfeksi bakteri. Jika tidak ditangani oleh tenaga profesional dalam beberapa minggu, kondisi terus memburuk dan akan muncul gejala-gejala komplikasi.

Gejala komplikasi tipes

  • Pendarahan internal
  • Sistem pencernaan pecah, biasanya pada usus
  • Infeksi ginjal
  • Radang jantung (pada bagian otot atau selaput jantung)
  • Radang paru-paru
  • Radang pankreas

Apabila komplikasi makin parah, penyakit tipes berpotensi menyebabkan kematian. Berdasarkan statistik, hanya sekitar 4% infeksi tifus yang berakhir pada kematian.

Perbedaan tipes dan DBD

Penyakit tipes dan DBD (Demam Berdarah Dengue) merupakan dua penyakit yang cukup sering terjadi di Indonesia, dan sama-sama merupakan penyakit demam tinggi. Padahal sebenarnya kedua penyakit ini memiliki banyak perbedaan:

  1. Perbedaan penyebab

Seperti yang sudah dibahas, penyakit tipes disebabkan oleh kontaminasi bakteri yang disebarkan melalui makanan. Sementara itu, penyakit Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

  1. Perbedaan gejala

Walaupun sama-sama ditandai gejala tinggi, biasanya demam tinggi DBD muncul mendadak. Sementara itu, pada tipes demamnya muncul perlahan dan berangsur-angsur menjadi demam tinggi.

Kemudian perbedaan yang paling jelas adalah pada DBD muncul bintik-bintik merah pada kulit, sementara pada tipes tidak. Sebaliknya, salah satu gejala tipes yang paling umum adalah masalah pencernaan, ini tidak dialami oleh pengidap DBD.

Itulah perbedaan gejala tipes dan DBD. Perlu diketahui bahwa kadangkala seseorang juga bisa terinfeksi tipes dan demam berdarah di saat yang bersamaan.

Apabila Sobat Pintar mengalami demam tinggi yang tak kunjung sembuh, sebaiknya langsung pergi ke rumah sakit untuk menerima diagnosis dokter. Diagnosis tipes dan DBD hanya dapat dipastikan melalui tes darah.

Apakah tipes menular?

Ya, penyakit tipes menular. Seseorang yang sedang terinfeksi tipes membawa bakteri Salmonella typhi dan dapat menularkannya kepada orang lain. Walau begitu, kemungkinan penularannya relatif rendah bila dibandingkan dengan penyakit seperti COVID dan cacar air.

Saat menginfeksi seseorang, bakteri tipes bersarang dalam tubuh (tepatnya dalam saluran pencernaan), bukan pada kulit. Maka dari itu bakteri tifus hanya ditularkan dari pengidap tipes melalui kotoran yang keluar dari saluran pencernaan, alias feses. Jadi Sobat Pintar bisa tertular tipes apabila menyentuh barang yang terkontaminasi feses pengidap tipes.

Mungkin Sobat Pintar berpikir Anda tidak mungkin menyentuh barang yang terkontaminasi feses, tapi sebenarnya hal ini terjadi. Cara-cara paling umum seseorang dapat tertular tipes dari pengidap tipes antara lain:

  • Menggunakan toilet yang baru digunakan oleh pengidap tipes.
  • Menggunakan peralatan mandi yang sama dengan pengidap tipes.
  • Mengonsumsi makanan yang telah dipegang oleh pengidap tipes (bisa saja masih ada serpihan feses yang tertinggal di tangannya).
  • Memegang tangan seorang pengidap tipes, kemudian makan.
  • Melalui seks oral.

Perlu diingat juga bahwa walaupun seseorang telah sembuh dari tipes, ia masih bisa menularkannya. Ini terjadi bila ia masih menyimpan bakteri tersebut dalam tubuhnya sehingga dapat menularkannya atau disebut juga karier (carrier) tipes. Seseorang juga bisa terinfeksi Salmonella typhi dan menjadi karier tanpa pernah mengalami gejala apa pun.

Faktor yang meningkatkan risiko tipes

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Sebelum menemukan gejala tipes pada tubuh Anda, sebaiknya Sobat Pintar mengetahui beberapa faktor risiko tifus berikut yang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit tifus.

  • Tidak menjaga kebersihan (sanitasi buruk alias jorok)—termasuk dalam hal tubuh, makanan, dan lingkungan tinggal.
  • Melakukan kontak fisik dengan toilet yang terkontaminasi bakteri.
  • Mengonsumsi susu atau produk olahan susu (seperti keju, mentega, krim, dsb.) yang terkontaminasi bakteri.
  • Mengonsumsi sayuran yang ditanam menggunakan pupuk yang dibuat dari kotoran manusia yang terinfeksi tipes.
  • Melakukan seks oral dengan seseorang yang membawa bakteri Salmonella typhi.

Cara mencegah penularan tipes

Untuk meminimalisir kemungkinan penularan tipes, lakukanlah hal-hal ini.

  1. Imunisasi

Kemungkinan terinfeksi penyakit tipes dapat diminimalisir dengan mendapatkan vaksin tifoid. Vaksin ini diberikan pada anak di atas 2 tahun dan sebaiknya diterima tiga tahun sekali. Efektivitas vaksin ini adalah 50 – 80% dan berkurang dari waktu ke waktu.

  1. Jaga kebersihan

Penyebaran bakteri Salmonella typhi berkaitan erat dengan lingkungan dan benda-benda yang tidak bersih. Maka dari itu, jagalah kebersihan, terutama cuci tanganlah sebelum makan. Dan bila Anda pengidap tipes, jangan lupa cuci tangan setelah dari kamar mandi supaya tidak menularkan bakteri pada orang lain.

  1. Tidak jajan sembarangan

Bakteri tifus menular melalui saluran pencernaan, jadi perhatikan apa yang masuk ke sistem pencernaan Anda. Jangan makan makanan yang tidak bersih dan memiliki kemungkinan terkontaminasi.

  1. Tingkatkan daya tahan tubuh

Imunitas yang rendah mempermudah tubuh untuk terinfeksi bakteri. Maka tingkatkan daya tubuh Anda dengan tidur cukup, rutin berolahraga, dan makan makanan yang sehat dan seimbang, terutama minum vitamin C, D, dan E.

Obat tipes

Obat yang paling umum diberikan oleh dokter kepada pengidap tipes adalah antibiotik, seperti:

  • Tetracycline
  • Azithromycin
  • Doxycycline
  • Ciprofloxacin

Sementara itu, beberapa obat alami yang bisa diberikan untuk mempercepat kesembuhan:

  • Oralit (campuran air, gula, dan garam).
  • Cuka apel
  • Bawang putih
  • Cengkeh
  • Pisang

Baca juga: 5 Komorbid yang Harus Diwaspadai di Era Pandemi

Itulah berbagai gejala tipes beserta cara penularan dan obat untuk menyembuhkannya. Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
17 Mar 2022
Pinjam kilat 20 juta!Download