Tips Merencanakan Dana Pensiun, Masa Tua Terjamin

05 Apr 2022 by Ary Wibowo, Last edit: 21 Sep 2022

Sobat Pintar, apakah kalian saat ini sedang mempersiapkan dana pensiun? Dana pensiun merupakan sebuah tabungan finansial yang kamu kumpulkan saat muda/produktif yang nantinya akan digunakan pada saat kamu menginjak pensiun. Simak terus artikelnya sampai habis, Sobat Pintar!

Baca juga: Tentang Jaminan Pensiun, Pengertian dan Tujuan

Kenapa Dana Penisun Itu Penting?

Salah satu alasan utama kenapa dana pensiun itu penting adalah agar kita tidak merepotkan anak dan cucu secara finansial. Selain itu, tabungan pensiun juga dapat mencegah kamu mengalami berbagai resiko di masa depan seperti ini:

1. Biaya Berobat yang Mahal

Secara umum, semakin tua umur kita, maka kemampuan fisik kita pun akan semakin turun. Hal ini membuat kita akan semakin rentan terkena penyakit seiring bertambahnya usia. 

Oleh karena itu, tabungan pensiun bakal menjadi penyelamat seandainya kamu nanti harus pergi ke rumah sakit. Tidak seperti kemampuan fisik yang semakin berkurang seiring berjalannya waktu, biaya berobat di rumah sakit justru semakin bertambah.

2. Rentan Menjadi Orang Terlantar

Meski sebenarnya jadi tanggung jawab pemerintah untuk merawat lansia, namun banyak ditemukan kasus lansia yang menjadi orang terlantar. Kebanyakan kasus ini terjadi karena mereka tidak siap secara finansial di hari tua.

Definisi orang terlantar sendiri bukan hanya soal tidak memiliki tempat tinggal, tapi juga tidak mendapatkan akses pada kebutuhan hidup sehari-hari seperti makan dan minum. Memiliki dana pensiun yang cukup bakal membuat kamu terhindar dari kondisi seperti ini.

3. Tidak Bisa Menebak Masa Depan

Inilah faktor utama kenapa tabungan pensiun sangatlah penting. Sebagai manusia. kamu tidak bisa menebak apapun yang akan terjadi di masa depan. Bahkan kejadian kecil sekalipun.

Oleh karena itu, dengan memiliki tabungan pensiun yang cukup, setidaknya kamu tidak akan terlalu susah seandainya terjadi kejadian buruk di masa depan. Selain itu, tabungan pensiun juga bisa menjadi dana darurat kamu untuk bisa menghadapi kejadian buruk tersebut.

4. Mencegah Terjadinya Sandwich Generation Pada Keturunanmu

Saat kamu tidak memiliki tabungan pensiun yang cukup pada masa tua nanti, maka setiap kebutuhan finansialmu akan tergantung pada anak maupun cucu kamu. Hal ini dapat mengakibatkan keturunanmu mengalami apa yang disebut dengan sandwich generation.

Sandwich generation adalah kondisi dimana seseorang sedang dalam kondisi terjepit dalam kebutuhan finansial. Artinya, orang tersebut selain harus memenuhi kebutuhan finansial dirinya dan keluarga, juga harus memenuhi kebutuhan finansial orang tuanya.

Baca juga: Generasi Sandwich, Saatnya Kamu Memutus Mata Rantainya

Tips Mempersiapkan Dana Pensiun

Dana pensiun perlu dipersiapkan sedini mungkin. Berikut ini beberapa tips untuk mempersiapkan dana pensiun:

1. Pikirkan Apa Saja yang Kamu Ingin Miliki di Masa Tua Nanti

Saat pensiun nanti, idealnya kamu memiliki 3 jenis aset, yakni paper asset – tabungan, saham, ataupun deposito –, aset properti, dan aset bisnis. Nah, aset bisnis ini bisa kamu manfaatkan sebagai pengisi aktivitas pada masa tua nanti.

Agar tidak membosankan, sebaiknya pilihlah aset bisnis yang sesuai dengan minat dan hobi kamu.

2. Hitung Rencana Berapa Lama Kamu Pensiun

Bukan cuma untuk masa pensiun, dana yang kamu siapkan juga perlu mendukung sampai sisa usiamu di dunia. Misal, jika kamu berencana untuk pensiun 55 tahun, maka kamu harus menyiapkan dana minimal untuk 10 tahun kedepan.

Angka yang sudah disiapkan ini juga bisa kamu manfaatkan sebagai perkiraan dana. Misal, jika saat ini umur kamu adalah 30 tahun, maka kamu punya waktu untuk menyiapkan dana pensiun selama 25 tahun.

3. Idealnya Lepas dari Berbagai Tanggungan

Saat pensiun nanti, sebaiknya kamu harus benar-benar lepas dari tanggungan. Tanggungan ini bisa berbagai macam seperti tanggungan kendaraan, biaya anak sekolah, tanggungan rumah, dan lain-lain.

Jika sudah lepas dari segala macam tanggungan, setidaknya beban finansial kamu akan berkurang pada masa tua nanti.

Produk-produk Dana Pensiun

Selain bisa dipersiapkan oleh diri sendiri, program dana pensiun juga biasanya sudah disiapkan oleh perusahaan. Ada berbagai produk tabungan pensiun yang bisa kamu pilih. Namun secara umum, tabungan pensiun terbagi kedalam 3 produk. 

Berikut ini jenis-jenis produk dana pensiun yang harus kamu ketahui:

1. Pemberi Kerja/Perusahaan

Jenis dana pensiun yang pertama adalah dari perusahaan, badan, atau perorangan yang memiliki sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan biasanya mengadakan program dana pensiun yang mewajibkan iuran pada karyawannya.

Nantinya iuran tersebut bisa diambil saat karyawan tersebut melakukan resign atau keluar dari perusahaan. Salah satu perusahaan plat merah yang melakukan hal ini adalah Pertamina dengan nama program Dana Pensiun Pertamina.

2. Lembaga Asuransi Kesehatan

Selanjutnya, jenis dana pensiun yang kedua adalah yang berasal dari asuransi kesehatan. Biasanya, perusahaan akan bekerja sama dengan sebuah asuransi kesehatan dan dalam persiapan tabungan pensiun bagi karyawannya. 

Adapun iuran yang harus dibayarkan oleh karyawan biasanya dilakukan secara otomatis dengan memotong gaji.

3. Lembaga Keuangan (Bank)

Selain dengan asuransi kesehatan, perusahaan juga bisa bekerja sama dengan lembaga keuangan lain seperti bank. Mekanismenya juga biasanya sama, yakni iuran akan dipotong secara otomatis pada gaji.

Cara Menghitung Dana Pensiun

Di masa tua, tentu kamu ingin menikmati hidup dan bermain dengan cucu atau keluargamu. Untuk mendukung hal ini, dana finansial yang cukup tentu merupakan sebuah kewajiban. Oleh karena itu kamu wajib mempersiapkan tabungan pensiun sedini mungkin.

Untuk kamu yang berprofesi sebagai pengusaha, setidaknya sisihkan 5% hingga 20% total pendapatan setiap bulan.

Sedangkan untuk karyawan, biasanya perusahaan sudah mempersiapkan tabungan pensiun. Oleh karena itu, kamu tak perlu repot mengurus hal ini karena sudah otomatis dipotong pada gajimu.

Lalu, berapa sebenarnya nilai atau jumlah minimum tabungan pensiun yang ideal?  Kamu bisa menghitungnya dengan cara membagi pendapatan bulanan setahun dengan suku bunga deposito.

Misal kamu adalah seorang karyawan perusahaan publik dengan pendapatan sebesar Rp. 8.000.000. Saat ini, kamu tidak mempunyai tanggungan atau kewajiban hutang apapun. 

Dengan asumsi seperti ini ditambah kamu ingin pensiun 15 tahun nanti, maka dana Rp. 2.000.000 harus disisihkan untuk keperluan pensiun.

Baca juga: Ingin Memulai Investasi? Yuk Belajar Investasi di Platform Berikut

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

21 Sep 2022
mobile-close
Pinjam kilat 20 juta!Download