Cara Menghitung HPP untuk Menentukan Harga Jual

07 Aug 2026 by Kredit Pintar., Last edit: 07 Aug 2026

HPP adalah total biaya barang yang benar-benar terjual dalam suatu periode dan menjadi dasar penting untuk menentukan harga jual. Jika biaya bahan, persediaan, atau proses produksi tidak dicatat dengan benar, produk bisa terlihat laris tetapi keuntungan sebenarnya sangat tipis.

HPP adalah

Sebuah toko bisa mencatat penjualan Rp40 juta dan merasa memperoleh laba besar, padahal stok, retur, serta biaya perolehan belum dihitung dengan tepat. Pencatatan yang konsisten membantu pemilik usaha melihat apakah setiap penjualan benar-benar menutup biaya produk.

HPP Adalah Dasar Menentukan Harga Jual

Contoh toko tadi menunjukkan bahwa angka penjualan belum cukup untuk membaca keuntungan. HPP atau Harga Pokok Penjualan dicatat sebagai pengurang penjualan untuk memperoleh laba kotor dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai cost of goods sold atau COGS. Dua kelompok biaya berikut membantu kamu menentukan apa yang masuk dan tidak langsung masuk ke HPP.

HPP adalah

Komponen yang Masuk ke HPP

Pada usaha dagang, komponen utamanya meliputi persediaan awal, pembelian bersih, dan persediaan akhir. Pembelian bersih dapat mencakup harga barang setelah memperhitungkan retur, potongan, serta biaya yang langsung berkaitan dengan perolehan barang. Pada usaha produksi, perhitungan juga memperhatikan bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead produksi yang berkaitan dengan pembuatan barang.

Biaya yang Tidak Langsung Masuk ke HPP

Biaya pemasaran, gaji staf administrasi, sewa kantor, dan pengeluaran umum biasanya dikelompokkan sebagai beban operasional, bukan HPP. Pemisahan ini penting agar laba kotor menunjukkan kemampuan produk menutup biaya langsung, sedangkan laba bersih menggambarkan hasil setelah beban usaha lainnya. Klasifikasi dapat berbeda menurut model bisnis, jadi gunakan kebijakan akuntansi yang konsisten. Setelah biaya dipisahkan, angka tersebut bisa dimasukkan ke proses perhitungan.

Baca juga: Apa Itu COGS? Pengertian dan Cara Menghitungnya

5 Langkah Menghitung HPP dengan Benar

Komponen yang sudah dipisahkan pada bagian sebelumnya kini menjadi bahan untuk menghitung HPP. Gunakan angka dari catatan stok dan transaksi yang rapi agar hasilnya bisa dipercaya. Lima langkah berikut membawa Sobat Pintar dari persediaan awal sampai pemeriksaan hasil perhitungan.

HPP adalah

1. Catat Persediaan Awal

Persediaan awal adalah nilai barang yang tersedia pada awal periode. Angkanya biasanya sama dengan persediaan akhir periode sebelumnya. Lakukan pencatatan dengan metode penilaian yang konsisten agar perubahan HPP tidak berasal dari cara hitung yang berganti-ganti.

2. Hitung Pembelian Bersih

Jumlahkan pembelian barang selama periode, lalu sesuaikan dengan retur, potongan, dan biaya perolehan yang relevan. Jangan memasukkan belanja pribadi atau biaya administrasi ke dalam kelompok ini. Bukti transaksi dari pemasok membantu proses pemeriksaan ketika ada selisih.

3. Lakukan Stok Opname

Hitung persediaan akhir secara fisik dan cocokkan dengan catatan. Selisih dapat terjadi karena barang rusak, salah pencatatan, kehilangan, atau retur yang belum diproses. Stok opname membuat HPP mencerminkan barang yang benar-benar terjual, bukan sekadar barang yang dibeli.

4. Gunakan Rumus HPP

Masukkan data ke rumus: persediaan awal + pembelian bersih – persediaan akhir. Untuk bisnis produksi, hitung terlebih dahulu biaya barang yang selesai diproduksi sesuai bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead produksi. Rumus perlu disesuaikan dengan karakter usaha, tetapi prinsipnya tetap menelusuri biaya barang yang telah terjual.

5. Periksa dengan Contoh Sederhana

Misalnya persediaan awal sebuah toko Rp8 juta, pembelian bersih Rp27 juta, dan persediaan akhir Rp10 juta. HPP periode tersebut adalah Rp8 juta + Rp27 juta – Rp10 juta = Rp25 juta. Jika penjualan bersih Rp40 juta, laba kotornya Rp15 juta sebelum dikurangi beban operasional.

Baca juga: Cara Menghitung Harga Pokok Produksi

Dari HPP ke Harga Jual yang Sehat

Contoh HPP Rp25 juta menghasilkan laba kotor Rp15 juta, tetapi angka itu belum otomatis menentukan harga jual per produk. Setelah memperoleh HPP per unit, kamu masih perlu mempertimbangkan biaya operasional, target keuntungan, nilai produk, dan kondisi pasar. Tiga pertimbangan berikut membantu mengubah hasil perhitungan menjadi keputusan harga.

Bedakan Markup dan Margin

Markup membandingkan laba kotor dengan biaya, sedangkan margin membandingkan laba kotor dengan harga jual. Contohnya, HPP per unit Rp80.000 dan harga jual Rp100.000 menghasilkan laba kotor Rp20.000. Markupnya 25 persen dari HPP, sementara marginnya 20 persen dari harga jual. Memahami perbedaan ini mencegah target keuntungan dihitung dengan dasar yang keliru.

Bandingkan Harga dan Nilai Produk

Harga kompetitor dapat menjadi pembanding, tetapi bukan satu-satunya patokan. Perhatikan kualitas, ukuran, layanan, lokasi, kemasan, dan manfaat yang dirasakan pelanggan. Jika harga pasar berada di bawah angka yang dibutuhkan untuk menutup biaya, evaluasi pemasok, proses produksi, porsi, atau model produk sebelum sekadar menurunkan harga.

Tinjau HPP Secara Berkala

Harga bahan, ongkos kirim, tingkat kerusakan, dan produktivitas dapat berubah. Perbarui HPP secara rutin dan setiap kali ada perubahan besar pada pemasok atau proses. Harga jual yang tidak pernah ditinjau dapat menggerus margin, sementara kenaikan tanpa perhitungan dapat membuat produk kehilangan daya saing.

Pertanyaan Umum tentang HPP

Perhitungan dan penetapan harga tadi sering memunculkan kebingungan tentang batas antara biaya produk, harga jual, dan beban usaha. Tiga pertanyaan berikut membantu memperjelas pencatatan HPP.

Apakah HPP sama dengan harga jual?

Tidak. HPP menunjukkan biaya barang yang terjual. Harga jual perlu mempertimbangkan beban operasional, laba yang diinginkan, nilai produk, dan kondisi pasar.

Apakah biaya iklan masuk HPP?

Umumnya biaya iklan dicatat sebagai beban pemasaran atau operasional karena tidak melekat langsung pada pembuatan atau perolehan barang yang dijual.

Seberapa sering HPP perlu dihitung?

Hitung sesuai periode laporan, misalnya bulanan, dan perbarui lebih cepat jika harga bahan atau proses produksi berubah signifikan.

HPP membuat harga jual berdiri di atas catatan biaya, bukan perkiraan semata. Ketika stok, pembelian, dan biaya langsung dicatat secara konsisten, kamu bisa melihat kapan margin mulai menipis dan menyesuaikan harga sebelum keuntungan usaha tergerus.

Baca juga: Cara Membuat Laporan Keuangan Perusahaan

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman daring bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
07 Aug 2026
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download