Apa Itu Pajak? Yuk Kenali Jenis dan Fungsi Pajak Disini

Apa Itu Pajak? Yuk Kenali Jenis dan Fungsi Pajak Disini

11 Jun 2021 by kreditpintar
Apa Itu Pajak? Yuk Kenali Jenis dan Fungsi Pajak Disini

Pajak merupakan suatu pungutan wajib yang dikenakan kepada rakyat oleh negara. Uang pungutan wajib yang dibayarkan oleh rakyat akan masuk sebagai kas pendapatan negara. Tujuannya adalah untuk membiayai belanja pemerintahan pusat dan daerah demi kesejahteraan masyarakat. Jadi, uang pungutan wajib akan digunakan untuk kepentingan umum. Pemungutan tersebut memiliki sifat memaksa karena dilaksanakan berdasarkan undang-undang. Berikut ini merupakan ciri-ciri, jenis dan fungsi pajak:

Ciri-Ciri Pajak yang Perlu Sobat Pintar Ketahui

  1. Merupakan kontribusi wajib masyarakat yang sudah memiliki wajib pajak. Biasanya, mereka harus memberikannya dengan jumlah tertentu dengan rutin sesuai waktu yang diberikan.
  2. Bersifat memaksa untuk setiap warga negara yang memenuhi syarat, baik itu secara subjektif maupun objektif. Jika Sobat Pintar telat atau tidak memberikannya, maka ada sanksi administratif, denda, maupun hukuman yang harus Sobat Pintar lakukan.
  3. Sobat Pintar tidak akan menerima imbalan atau manfaatnya secara langsung. Namun, Sobat Pintar akan menerima manfaatnya berupa pembangunan jalan raya, fasilitas kesehatan gratis, beasiswa pendidikan, dan lainnya.
  4. Ketentuannya ada di dalam Undang-Undang, sehingga wajib Sobat Pintar patuhi sesuai ketentuan berlaku.

Perspektif Menurut Pandangan Ekonomi dan Hukum

Menurut perspektif ekonomi, hal ini menyebabkan terjadinya dua situasi berubah, yaitu berkurangnya individu untuk melakukan penguasaan barang serta jasa, serta penguasaan terhadap sumber daya.

Di sisi lain, keuangan negara menjadi bertambah dalam penyediaan barang serta jasa publik yang digunakan untuk kebutuhan masyarakat sendiri.

Sedangkan, untuk perspektif hukum, pungutan wajib akan dilakukan berdasarkan undang-undang yang mengaturnya. Jadi, seluruh proses pengumpulannya akan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Jenis-jenis Pajak di Indonesia

Pajak Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, jenis pajak terbagi menjadi dua yaitu pajak langsung dan pajak tidak langsung.

1. Pajak Langsung (Direct Tax)

Pajak langsung merupakan pajak yang diberikan secara berkala kepada wajib pajak, berlandaskan surat keterangan wajib pajak yang dibuat di kantor pajak. Di dalam surat ketetapan wajib pajak itu, ada sejumlah pajak yang mesti Sobat Pintar bayarkan secara rutin.

Pajak langsung wajib dibayarkan oleh seorang wajib pajak dan tidak bisa dialihkan kepada siapapun. Contohnya, PBB (Pajak Bumi Bangunan), pajak penghasilan, dan pajak lainnya.

2. Pajak Tidak Langsung (Indirect Tax)

Pajak tidak langsung alias indirect tax merupakan jenis pajak yang yang diberikan kepada wajib pajak akibat melakukan perbuatan tertentu. Jadi, jenis pajak ini tidak akan dipungut secara berkala, melainkan dipungut saat terjadi peristiwa atau setelah melakukan perbuatan tertentu.

Contoh pajak tidak langsung salah satunya ialah PPnBM atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Pajak ini akan dikenakan saat wajib pajak melakukan penjualan atas barang mewah tersebut.

Pajak Berdasarkan Instansi Pemungut

Jenis-jenis pajak berdasarkan instansi pemungut terbagi menjadi dua, yaitu pajak lokal atau daerah dan pajak pusat atau negara.

1. Pajak Lokal atau Daerah

Pajak lokal atau dikenal dengan pajak daerah merupakan suatu pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah kepada masyarakat yang tinggal di daerah itu sendiri. Biasanya, pemungutan pajak dilakukan oleh Pemda Tingkat I atau Pemda Tingkat II.

contoh dari pajak lokal atau daerah yaitu, pajak tempat hiburan, pajak hotel, pajak kendaraan bermotor, pajak restoran, PBB, BPHTB, dan pajak daerah lainnya.

2. Pajak Pusat atau Negara

Pajak negara disebut sebagai pajak pusat karena dipungut oleh pemerintah pusat melalui berbagai instansi terkait, yaitu DJP.

Contoh pajak negara adalah, pajak PPN, PPnBM, PBB (Pertambangan, perkebunan, dan perhutanan), bea meterai, dan PPh alias Pajak Penghasilan.

Pajak Berdasarkan Objek dan Subjek Pajak

Berdasarkan objek dan subjeknya, pajak dibagi menjadi dua bagian yaitu pajak objektif dan pajak subjektif.

1. Pajak Objektif

Pajak objektif merupakan suatu pajak yang diambil berdasarkan letak objeknya. Misalnya, pajak kendaraan bermotor, pajak impor, bea meterai, serta pajak-pajak lainnya.

2. Pajak Subjektif

Pajak subjektif merupakan suatu pajak yang diambil berdasarkan letak subjeknya, seperti pajak kekayaan, pajak penghasilan, dan lainnya.

Fungsi Pajak Bagi Negara dan masyarakat

Setelah mengetahui jenis-jenis pajak, kini saatnya mengetahui manfaat pajak bagi negara dan masyarakat. Beberapa fungsi pajak yaitu sebagai berikut.

1. Sebagai Bentuk Anggaran alias Budgeter

Seperti yang diketahui, pajak merupakan sumber pemasukan bagi keuangan negara yang diberikan oleh rakyat. Pajak ini akan digunakan untuk membayar pengeluaran atau pembangunan negara yang tentu saja berguna untuk masyarakat sendiri.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pajak bermanfaat sebagai bentuk anggaran alias budgeter bagi negara. Tentunya, pemerintah pasti mengatur dan memanajemen uang pajak dengan baik agar pengeluaran dan pendapatannya bisa seimbang.

2. Sebagai Bentuk Regulasi atau Mengatur Kebijakan

Fungsi pajak yang kedua adalah sebagai alat untuk melaksanakan pengaturan kebijakan negara di dalam lapangan sosial maupun ekonomi. Beberapa manfaat dari regulasi atau mengatur ini, diantaranya:

  1. Penghambat laju inflasi atau kenaikan harga drastis dalam jangka waktu panjang.
  2. Sebagai alat kegiatan ekspor, misalnya pajak ekspor barang.
  3. Membangun proteksi atau perlindungan terhadap barang produksi yang dihasilkan dalam negeri. Misalnya, PPN alias Pajak Pertambahan Nilai.
  4. Mengatur serta menarik investasi modal yang bisa membantu perekonomian menjadi lebih produktif.

3. Sebagai Bentuk Pemetaan atau Pajak Distribusi

Fungsi pajak berikutnya ini digunakan sebagai pemetaan atau penyesuaian, serta penyeimbang antara pembagian pendapatan, kebahagiaan, serta kesejahteraan masyarakat.

Sehingga, pajak bertindak sebagai sumber bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat itu sendiri. Intinya, saat kita membayar pajak tepat waktu, maka kita sudah turut serta membangun kesejahteraan masyarakat dan negara.

4. Bermanfaat Untuk Stabilisasi

Pajak juga bermanfaat untuk menstabilkan kondisi serta keadaan perekonomian negara maupun masyarakat sendiri.

Beberapa hal yang dilakukan oleh pajak untuk menstabilkan perekonomian negara yaitu menetapkan pajak dengan nominal tinggi. Hal ini dilakukan untuk mengatasi terjadinya inflasi, sehingga jumlah uang yang beredar bisa dikurangi.

Lalu, untuk mengatasi deflasi atau kelesuan ekonomi, pemerintah menetapkan kebijakan untuk menurunkan jumlah pajak. Jadi, uang beredar bisa ditambah yang membuat deflasi dapat diatasi.

Itulah beberapa informasi mengenai pajak, berdasarkan jenis dan manfaatnya. Jika sudah waktunya membayar pajak, namun uang yang kamu miliki belum cukup, maka bisa mengajukan pinjaman terlebih dahulu kepada aplikasi pinjaman online terbaik dan terpercaya.

Salah satu aplikasi pinjaman online yang bisa cair dalam waktu singkat adalah Kredit Pintar. Sobat Pintar bisa meminjam uang disini untuk membayar pajak, sehingga tidak ada kata telat dan tidak ada denda saat Sobat Pintar membayarnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk