9 Cara Packing Barang dengan Benar dan Aman

02 Sep 2021 by Laruan

Cara packing barang yang benar harus dipahami dan diterapkan oleh para pengirim barang. Cara membungkus barang yang benar bisa melindungi barang agar tetap aman dan dalam kondisi baik saat tiba di tempat yang dituju.

Bahkan meskipun ekspedisi yang mengantar barang tersebut mempunyai rating atau review yang bagus terkait dengan pelayanannya, barang tetap perlu dikemas atau di packing dengan baik dan aman. Fungsi utama packing adalah melindungi barang serta meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Berbagai Cara Packing Barang yang Aman

Dengan mengemas barang menggunakan cara yang benar, penjual barang bisa memastikan bahwa barang yang dikirimkan akan benar-benar aman dari kerusakan dan cacat yang diakibatkan oleh perjalanan menuju tempat pembeli. Pembeli pun akan lebih puas dengan pelayanan penjual.

Packing bisa dilakukan dengan menyesuaikan jenis barang yang akan dikemas serta bahan yang digunakan untuk mengemas barang tersebut. Berikut ini beberapa cara langkah yang bisa dilakukan untuk mengemas barang dengan benar dan aman.

  1. Mengidentifikasi jenis barang

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum mulai mengemas barang adalah mengidentifikasi jenisnya terlebih dahulu. Kalau barang yang akan dikemas adalah barang pecah belah, perlindungan tambahan harus digunakan sehingga barang tersebut bisa lebih aman selama di perjalanan.

  1. Memilih bahan untuk mengemas barang

Bahan yang bisa digunakan untuk mengemas barang ada berbagai macam. Berikut ini beberapa pilihan yang bisa digunakan, sesuai dengan jenis barang yang akan dikirimkan.

  • Cara packing barang dengan amplop

Amplop bisa digunakan untuk mengirimkan surat atau dokumen. Masukkan dokumen ke dalam amplop sehingga dokumen tidak akan terlipat atau lecek. Pilih amplop yang ukurannya sesuai dengan dokumen yang akan dikirimkan. Pastikan amplop disegel dengan aman sebelum dikirim.

  • Packing dengan kardus

Kardus adalah bahan yang paling sering dipakai untuk mengirimkan barang. Kardus mempunyai bentuk yang tidak mudah rusak sehingga cocok untuk mengemas barang. Bentuknya juga dapat disesuaikan dengan banyaknya barang yang akan dikirimkan.

Kalau barang yang akan dikirim ternyata tidak terlalu banyak, pengirim bisa memotong kardus sehingga ukurannya akan lebih sesuai dengan barang yang akan dikirim.

  • Kertas kado atau koran

Kertas koran dan kertas kado merupakan bahan kertas yang sangat serbaguna dan bisa digunakan untuk membungkus barang yang tidak membutuhkan keamanan tingkat tinggi. Kedua jenis kertas tersebut bisa digunakan untuk membungkus pakaian atau barang lain yang tidak mudah rusak.

  • Pengemasan dengan plastik

Barang-barang yang tidak mudah rusak juga bisa dipacking dengan menggunakan bahan plastik. Biasanya, bahan plastik yang digunakan adalah kantong plastik berwarna hitam sehingga barang yang ada di dalamnya tidak akan terlihat dengan mudah dari luar.

Plastik juga merupakan bahan pembungkus yang aman karena bisa melindungi barang di dalamnya sehingga tidak akan basah saat terkena air.

  1. Cara packing barang pecah belah

Bagi Anda yang akan mengirimkan barang pecah belah, gunakan perlindungan ekstra sehingga barang yang dikirim tidak akan pecah atau rusak. Ada berbagai pilihan perlindungan tambahan yang bisa digunakan.

  • Bubble wrap

Bahan ini terbuat dari bahan plastik tapi mempunyai gelembung udara yang dirancang untuk melindungi paket atau barang sehingga tidak akan rusak. Fungsi utama bahan pengemas yang satu ini adalah untuk mengurangi kekuatan benturan ketika barang jatuh atau terguncang.

  • Styrofoam

Bahan yang satu ini biasanya digunakan untuk mengirim barang elektronik sehingga tidak mudah penyok atau rusak. Meskipun lunak, styrofoam tidak mudah rusak sehingga mampu melindungi barang dengan baik. Bahan ini bisa ditemukan di kardus bekas kemasan barang elektronik.

  • Kayu

Kayu yang dirancang untuk pengiriman paket sudah dibentuk mirip seperti box. Bahan ini adalah bahan paling luar yang digunakan dalam pengemasan barang. Sebelum diletakkan dalam box kayu, barang terlebih dahulu dibungkus dengan bahan lainnya.

Misalnya, barang yang akan dikirim harus dikemas dengan bubble wrap, styrofoam, dan kardus, sebelum akhirnya diletakkan ke dalam box kayu.

Saat mengemas barang, Anda harus memastikan bahwa barang sudah terbungkus dengan rapi. Dengan begitu tidak akan ada celah di bagian manapun dari paket dan tidak akan ada air yang bisa masuk ke paket tersebut.

Pastikan juga packing benar-benar aman dan barang yang dikemas tidak bisa terlepas atau keluar dari kemasannya. Bahan plastik atau bahan lain yang Anda gunakan sebaiknya mempunyai kualitas yang bagus dan tidak mudah sobek atau rusak.

  1. Menandai barang yang mudah rusak

Kalau barang yang Anda kirimkan rentan mengalami kerusakan, berikan tanda pada barang tersebut. Gunakan selotip bertuliskan Fragile atau barang mudah pecah sehingga petugas pengiriman akan lebih berhati-hati dalam menangani barang yang Anda kirim.

Cara ini 90% bisa membantu agar barang yang dikirim terhindar dari masalah dan kerusakan. Pastikan tanda yang Anda berikan berukuran besar dan mudah dipahami.

  1. Memanfaatkan layanan FTL

Jasa pengiriman biasanya menyediakan layanan FTL atau Full Truckload. Layanan ini diberikan pada pengirim yang akan mengirimkan paket berukuran besar. Layanan ini berupa pengiriman khusus menggunakan 1 truk yang disewa untuk satu perjalanan.

Barang yang Anda kirimkan tidak akan bercampur dengan barang lainnya sehingga tingkat keamanannya akan lebih terjamin.

  1. Memilih layanan pengiriman premium

Kalau Anda akan mengirim barang menggunakan ekspedisi tertentu, Anda bisa memilih untuk memanfaatkan layanan premium yang ditawarkan. Layanan ini menawarkan perlakuan yang berbeda dibandingkan dengan layanan biasa.

Biasanya, layanan premium mencakup keamanan yang lebih tinggi terhadap barang yang dikirimkan. Setiap ekspedisi mempunyai layanan yang berbeda, jadi pastikan Anda mencari tahu terlebih dahulu jenis layanan yang dimiliki oleh ekspedisi dan memilih yang paling aman.

  1. Menuliskan alamat penerima

Setelah mengemas produk atau barang dengan benar menggunakan bahan yang terbaik, Anda perlu memperlengkapi kemasan tersebut dengan data penerima dengan lengkap dan benar. Alamat yang dicantumkan harus lengkap dan tulisannya harus mudah untuk dibaca.

Alamat penerima meliputi nama jalan dan kelurahan, kecamatan dan kota, serta kode pos. Kalau tulisan tangan Anda tidak terlalu rapi, Anda bisa mengetikkan alamat tersebut lalu menempelnya di bagian paket yang mudah untuk dilihat.

  1. Mencantumkan nama pengirim serta nama penerima

Cara packing barang berikutnya adalah mencantumkan nama jelas, baik nama penerima maupun nama pengirim. Dengan begitu penerima tidak akan bingung saat menerima paket. Cantumkan juga data nomor telepon atau nomor HP penerima.

Jika alamat penerima tidak bisa ditemukan atau sangat sulit untuk dijangkau, pengirim paket bisa menghubungi penerima melalui telepon. Alamat penerima yang tidak jelas dan tidak adanya nomor yang bisa dihubungi akan berakibat paket dikirim kembali ke alamat pengirim.

  1. Menggunakan jasa pengiriman terbaik

Cara lain untuk memastikan bahwa barang yang dikirim tetap aman adalah dengan memilih jasa pengiriman yang benar-benar aman. Ada berbagai produk yang ditawarkan oleh jasa pengiriman, misalnya jasa pengiriman pindah rumah, jasa kirim dokumen dan paket, dan sebagainya.

Memilih jenis pengiriman yang paling sesuai bisa membantu mengurangi kemungkinan barang yang dikirim mengalami kerusakan.

Ikuti seluruh cara packing barang yang disebutkan di atas untuk memperoleh kepercayaan pembeli sehingga pembeli tidak akan jera dan akan berbelanja kembali di toko Anda.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload