6 Penyebab Kulit Kepala Gatal Serta Cara Mengatasinya

03 Aug 2021 by Laruan

Apakah kulit kepala Sobat Pintar gatal? Ets, jangan digaruk! Ketahui terlebih dahulu pemicu dari rasa gatal tersebut, supaya Sobat Pintar dapat mencari cara yang sesuai untuk mengatasinya.

Penyebab Kulit Kepala Gatal Serta Cara Mengatasinya
  1. Ketombe Sering Sebabkan Kulit Kepala Gatal

Penyebab kulit kepala gatal yang paling umum adalah ketombe. Saat menggaruk kulit kepala, jika kulit kepala Sobat Pintar terasa kering dan ada serpihan-serpihan yang lepas, berarti gatal tersebut disebabkan oleh ketombe.

Ketombe merupakan salah satu masalah rambut yang paling sering dialami. Tidak hanya gatal dan mengganggu, ketombe sangat merusak penampilan dengan titik-titik putih pada rambut dan juga pakaian kita. Sebelum tahu cara mencegahnya, pertama pahami dahulu apa pemicu ketombe.

Ketombe sendiri disebabkan oleh penumpukan minyak pada kulit kepala. Hal ini biasanya diperparah dengan keberadaan jamur Malassezia pada kulit kepala dan respon sistem imun terhadap keberadaan jamur tersebut. Kulit kepala menjadi iritasi dan memproduksi sel-sel kulit ekstra. Sel kulit ekstra inilah yang kemudian akan mati dan bercampur dengan minyak kulit kepala dan membentuk ketombe.

Cara mencegah: Gunakan minyak alami seperti minyak zaitun, kelapa, dan tea tree 2-3 kali seminggu untuk melembabkan kulit kepala. Pijatkan minyak pada kulit kepala sampai merata, bungkus dengan handuk, tinggalkan semalaman, lalu bilas di pagi hari. Pilih sampo dan kondisioner yang mengandung Asam salisilat, Seng pyrithione, atau Ketoconazole. Hindari Paraben, sulfat dan ftalat, serta selenium sulfida.

  1. Kulit Kepala Gatal Akibat Reaksi Terhadap Produk Perawatan Rambut

Walau secara umum kulit kepala yang kering, gatal, dan mudah lepas adalah akibat dari ketombe, gejala-gejala ini juga dapat disebabkan oleh reaksi pada produk perawatan rambut. Beberapa orang alergi terhadap bahan kimia yang terkandung dalam produk-produk rambut seperti sampo dan kondisioner. Bila alergi, biasanya reaksi tidak hanya akan muncul pada kulit kepala melainkan juga pada bagian kulit yang lain misalnya pada bagian wajah dan tangan yang tersentuh produk perawatan rambut tersebut.

Selain itu, ternyata Sobat Pintar juga bisa memicu reaksi ini bila tidak membilas sampo secara menyeluruh. Sampo yang tersisa pada kulit kepala dapat menimbulkan reaksi gatal tadi dan membuat kulit kepala iritasi.

Produk perawatan rambut lain yang sering menimbulkan reaksi pada kulit kepala dan menyebabkan gatal adalah cat rambut. Bahan bernama para-phenylenediamine (PDP) yang ditemukan dalam cat rambut seringkali memicu reaksi gatal pada kulit kepala bahkan sampai menimbulkan ruam.

Cara mencegah: Membalurkan pelembab seperti gel lidah buaya atau salep kortison dapat membantu meredakan rasa gatal. Namun tentu saja solusi paling tepat adalah dengan berhenti menggunakan produk perawatan rambut yang menyebabkan reaksi gatal tersebut. Hindari produk yang mengandung pewangi dan pewarna, serta gunakan produk berbahan alami atau organic. Selain itu jangan lupa untuk membilas sampo dari kulit kepala Sobat Pintar sampai tidak tersisa saat keramas.

  1. Diabetes

Penyakit diabetes memberikan banyak gejala pada kulit. Terkadang muncul bercak-bercak kuning atau kemerahan pada kulit, kulit pada beberapa bagian tubuh yang menggelap, atau bahkan kulit terasa keras dan menebal. Ternyata diabetes juga dapat memicu gatal pada kulit kepala.

Kadar gula darah yang tinggi pada orang yang diabetes menyebabkan rusaknya saraf pada lapisan luar kulit. Kerusakan saraf ini ternyata menjadi penyebab rasa gatal pada kulit kepala. Sebelum kerusakan saraf terjadi, kadar sitokin yang merupakan zat inflamasi meningkat sehingga kulit kepala menjadi gatal.

Cara mencegah: Bagi pengidap diabetes, jawaban singkat dari masalah mereka adalah turunkan kadar gula darah. Maka dari itu kurangi makanan tinggi gula dan karbohidrat. 

  1. Psoriasis

Psoriasis merupakan kondisi kulit berupa bercak-bercak merah dan bersisik. Penyakit ini adalah penyakit autoimun, keadaan di mana sistem kekebalan tubuh yang harusnya menyerang sel dan organisme berbahaya malah menyerang sel tubuh yang sehat. Psoriasis tidak menular, melainkan penyakit menurun.

Salah satu jenis psoriasis yang umum adalah psoriasis kulit kepala. Bila gatal di kulit kepala disertai bercak-bercak bersisik yang agak menonjol dan terasa terbakar atau sakit, ada kemungkinan gatal ini disebabkan psoriasis kulit kepala. Jika Sobat Pintar mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya langsung konsultasikan ke dokter kulit.

Cara mengatasi: Setelah konsultasi dengan dokter, biasanya akan diberikan shampo obat, krim, salep, dan berbagai produk khusus psoriasis. Beberapa obat ini juga dapat dibeli tanpa resep dan mengandung asam salisilat atau tar batubara. Akan tetapi lebih baik membeli obat dengan resep dokter karena mengandung bahan-bahan yang lebih kuat dan ampuh. Selain itu, hindari menggaruk bagian kulit yang terkena psoriasis karena dapat merusak lapisan luar yang bersisik. Lapisan itu harus lepas dengan sendirinya sebagai efek obat-obatan.

  1. Gangguan Kecemasan atau Stres

Sobat Pintar tahu kan orang sering menggaruk kepalanya saat sedang stres? Ternyata stres dan kulit kepala memang memiliki hubungan. Stres dan rasa cemas berlebih dapat mengganggu keseimbangan hormon sehingga mengganggu keseimbangan mikroba pada kulit kepala. Khususnya stres akan meningkatkan produksi bahan kimia inflamator yang menurunkan fungsi perlindungan kulit kepala.

Ini akan mengakibatkan kelembaban pada kulit kepala menurun dan kulit kepala menjadi kering sehingga iritasi dan gatal. Stres juga dapat menyebabkan produk perawatan rambut yang sebelumnya tidak mengganggu, sekarang menjadi menyebabkan reaksi.

Cara mengatasi: Jangan keramas terlalu sering, biarkan minyak alami rambut melembabkan kulit kepala. Keramaslah paling sering dua hari sekali, tidak perlu setiap hari. Gunakan sampo yang lembut dan tidak mengandung pewangi. Hindari juga bahan sodium lauryl sulfat karena terlalu keras. Kelola stres Sobat Pintar dan coba atur pola hidup Sobat Pintar dengan lebih sehat dengan perbanyak konsumsi air putih, sayur, dan buah-buahan, serta tidur dan olahraga yang cukup.

  1. Kutu Rambut

Penyebab gatal di kulit kepala yang satu ini memang agak berbeda dari yang lain, yaitu serangga. Kutu rambut merupakan serangga tak bersayap yang mengonsumsi darah dari kulit kepala manusia. Banyak orang yang mengira rasa gatal saat kutuan adalah karena kutu berjalan-jalan di kulit kepala kita, tapi ternyata gatal tersebut disebabkan oleh reaksi kulit kepala terhadap tinja atau air liur kutu.

Kondisi ini menular, dan cara penularannya adalah melalui kontak langsung dengan rambut penderita atau kontak langsung dengan alat rambut yang digunakan penderita, seperti sisir dan topi. Berlawanan dengan kepercayaan banyak orang, kutu rambut tidak bisa meloncat melainkan hanya merayap. Penularan kutu juga cepat karena mereka berkembang biak dengan cepat. Dalam seminggu saja kutu dapat menelurkan 70 telur, sehingga harus cepat-cepat dibasmi.

Cara mengatasi: Gunakan obat dan shampo khusus kutu rambut. Selain itu, sisir rambut menggunakan serit saat rambut basah agar kutu dan telurnya lebih mudah lepas. Bersihkan barang-barang yang menyentuh rambut seperti sarung bantal, sprei, pakaian, dan sisir secara teratur.

Ada banyak pemicu gatal. Bila gejalanya parah bahkan sampai sakit atau menimbulkan bercak-bercak besar, segera konsultasikan pada dokter.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload