Portofolio Investasi: Pengertian, Cara Membuat, dan Jenisnya

29 Dec 2022 by kreditpintar, Last edit: 04 Jan 2023

Masyarakat Indonesia sudah melek akan pentingnya investasi. Hal ini terjadi karena mereka sudah menyadari pentingnya manajemen keuangan dan mulai bersama-sama merencanakan keuangan mulai sekarang. Nah, dalam kegiatan investasi, ada sebuah istilah yang bernama portofolio investasi.

Istilah tersebut akan sangat berguna untuk Sobat Pintar dalam mengetahui risiko investasi yang kalian miliki, dan memilih investasi yang cocok dengan kondisi keuangan kalian saat ini. Untuk memahami lebih lanjut tentang portofolio investasi, mari simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Pengertian portofolio Investasi?

Sumber: Freepik / Alt Text: Pengertian portofolio Investasi

Buat Sobat Pintar yang belum tahu apa itu portofolio investasi, ini adalah kumpulan aset investasi milik individu, perusahaan, lembaga keuangan, dan manajer investasi. Inti isi dari portofolio investasi ini adalah susunan saham, obligasi, reksadana, hingga komoditas milik investor.

Aset yang tersimpan di dalam portofolio ini bisa berupa real estate, karya seni, perhiasan, atau bentuk modal lainnya yang bisa mendatangkan keuntungan di masa depan.

Bagaimana Cara Membuat Portofolio yang Baik?

Sumber: Freepik / Alt Text: Cara Membuat  portofolio Investasi

Nah, buat Sobat Pintar yang ingin membuat portofolio yang baik, kalian harus memiliki beberapa strategi yang efisien untuk meminimalisir risiko untuk mengoptimalkan keuntungan jangka panjang.

1. Diversifikasi Portofolio

Cara membuat portofolio investasi yang baik adalah dengan menggunakan strategi diversifikasi. Strategi ini digunakan untuk memaksimalkan return dan meminimalisir tingkat risiko dengan menempatkan aset investasi pada lebih dari satu instrumen.

Dalam strategi diversifikasi portofolio ini, sebaiknya Sobat Pintar harus menggunakan produk investasi yang likuid. Seperti reksadana, pasar uang, surat deposito, dan emas, dengan maksud supaya aset tersebut mudah dilikuidasi.

2. Tujuan dan Jangka Investasi

Selanjutnya, sebelum Sobat Pintar merancang portofolio investasi, kalian perlu memastikan dulu apa tujuan investasi Sobat Pintar. Sebagai contoh, untuk biasa kuliah anak di masa depan. Dengan begitu, Sobat Pintar dapat mengetahui jangka waktu investasi yang diperlukan.

3. Risiko Profil Investasi

Setelah dua unsur portofolio ini terpenuhi, sekarang Sobat Pintar dapat memilih instrumen investasi yang tepat.

Cobalah untuk memahami apa profil risiko kalian supaya kalian tahu kemampuan kalian dalam menanggung risiko investasi kalian. 

Perlu Sobat Pintar ketahui, terdapat 3 jenis profil yang berbeda, yaitu konservatif, moderat, dan agresif. Umumnya, konservatif memiliki karakter yang aman, sehingga mereka yang masuk kategori ini lebih mencari instrumen investasi dengan risiko kecil.

Sedangkan moderat levelnya di atas konservatif, yang sudah sedikit berani dengan risiko yang lebih tinggi dengan harga fluktuatif. Selanjutnya ada tipe agresif yang memiliki profil risiko yang sangat tinggi, karena mereka berorientasi pada return yang besar. Semakin besar keuntungan yang diincar, semakin tinggi tingkat risikonya.

4. Seimbangkan Risiko dan Keuntungan

Setelahitu, Sobat Pintar harus menyeimbangkan risiko dan keuntungan supaya kalian bisa memilih jenis saham yang tepat untuk kalian. Solusinya, cobalah untuk menggabungkan saham saat harga stabil dengan saham yang memiliki potensi untuk naik terus. Dengan begitu, kerugian yang mungkin terjadi akan tertutupi dengan mengambil keuntungan dari saham lain.

5. Sesuaikan Modal Awal Investasi

Selain itu, saat menyesuaikan modal awal sebelum investasi, Sobat Pintar perlu mengalokasikan dana secara hati-hati. Terutama jika Sobat Pintar masih pemula dan perlu beradaptasi. Sesuaikanlah nilai serta instrumen investasi dengan dana yang Sobat Pintar miliki dan pastikan juga kebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi.

6. Tentukan Komposisi Modal

Setelah menyelesaikan lima tahap sebelumnya, sekarang Sobat Pintar harus menentukan komposisi portofolio yang tepat. Jika profil risiko investasi Sobat Pintar adalah konservatif, maka Sobat Pintar bisa menggunakan strategi pembagian 50% pendapatan portofolio dan 50% growth portofolio.

Namun, jika Sobat Pintar termasuk moderat, maka Sobat Pintar bisa menggunakan komposisi modal seperti 50% value portofolio dan 50% growth portofolio. Tapi jika kalian termasuk kategori agresif, maka komposisi yang cocok untuk kalian adalah 80% value dan 20% growth portofolio.

Pilih Jenis Investasi Jangka Panjang

Perlu Sobat Pintar ketahui, saat menyusun portofolio investasi, sebaiknya kalian menggunakan jenis investasi jangka panjang seperti berikut ini:

1. Saham

Saham sangat sesuai dengan profil risiko agresif dan harus di monitor secara berkala.

2. Reksadana

Merupakan instrumen investasi yang lebih murah dan mudah karena dibantu oleh manajer investasi dan cocok untuk jangka panjang.

3. Obligasi

Cocok untuk profil moderat, tapi harus memperhatikan jenis ranking, suku bunga, dan tempo supaya Sobat Pintar dapat keuntungan dalam jangka panjang.

Lakukan Evaluasi Secara Rutin

Terlepas dari keuntungan dan kerugian yang bisa saja terjadi, Sobat Pintar harus rutin mengevaluasi dan menyesuaikan gaya investasi sesuai dengan profil investor kalian. Dengan begitu, Sobat Pintar akan mengetahui apakah profil tersebut masih relevan atau tidak dan meminimalisir kerugian yang bisa terjadi di kemudian hari.

Jenis Portofolio dalam Saham

Sumber: Freepik / Alt Text: Jenis portofolio Investasi

Buat Sobat Pintar yang tertarik menanamkan modal saham, terdapat beberapa jenis portofolio investasi di dalam investasi tersebut, yang terdiri dari:

1. Income portofolio

Jenis yang pertama adalah income portofolio yang memiliki risiko investasi kecil dan paling umum dipilih oleh para investor untuk mendapat penghasilan rutin dari saham. Jenis portofolio ini lebih fokus pada keamanan pendapatan harian berupa dividen yang sering dibagikan perusahaan daripada capital gain.

2. Value portofolio

Jenis yang kedua adalah value portofolio yang digunakan oleh para investor untuk membeli saham dengan harga yang lebih murah dibanding harga saham lainnya dari industri serupa. 

Biasanya, saham ini akan ditahan hingga investor menemukan nilai saham yang lebih tinggi. Sedangkan untuk risikonya, portofolio ini lebih tinggi karena memiliki harga saham yang lebih fluktuatif.

3. Growth portofolio

Jenis yang terakhir adalah growth portofolio yang fokus pada pertumbuhan aset investasi dengan prinsip investasi high risk, high return. Umumnya, portofolio ini sering digunakan oleh para investor dengan profil moderat. Selain itu, growth portofolio juga sering digunakan pada industri yang berkembang dan memiliki prospek cerah.

Fungsi portofolio Investasi

Fungsi portofolio investasi biasanya digunakan untuk meminimalisir risiko dan meningkatkan profil yang ingin mereka dapatkan dalam bentuk portofolio. 

Hal ini wajib dilakukan supaya SObat Pintar dapat membentuk portofolio yang optimal. Jika seorang investor sering menghindari risiko, maka dia akan berhadapan dengan 2 investasi dengan risiko return yang sama, tapi risiko yang berbeda. Investor jenis ini akan lebih memiliki investasi dengan tingkat risiko yang cenderung rendah.

Sudah Paham Apa Itu portofolio Investasi?

Jadi, itulah penjelasan mengenai portofolio investasi dan cara membuatnya dengan baik. Sobat Pintar bisa mengikuti cara di atas disesuaikan dengan karakter masing-masing, ya.Jika Sobat Pintar senang dengan artikel ini, jangan lupa bagikan di media sosial atau kerabat terdekat kalian juga, ya. Jangan lupa untuk terus pantau blog Kredit Pintar dan unduh aplikasi Kredit Pintar.

04 Jan 2023
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download