Apa itu Leverage: Pengertian dan Cara Menghitung

04 May 2026 by Kredit Pintar., Last edit: 04 May 2026

Sobat Pintar, leverage adalah konsep keuangan yang sering digunakan dalam dunia bisnis dan investasi. Secara sederhana, leverage berarti menggunakan dana pinjaman atau utang untuk meningkatkan potensi keuntungan dari sebuah investasi atau operasional bisnis. Konsep ini ibarat pedang bermata dua karena bisa memperbesar keuntungan sekaligus memperbesar risiko kerugian jika tidak dikelola dengan bijak.

apa itu leverage

Dalam dunia korporasi, leverage menjadi salah satu indikator penting yang dianalisis oleh investor dan kreditur. Rasio leverage menunjukkan seberapa besar perusahaan bergantung pada utang untuk membiayai operasionalnya. Mari kita bahas jenis-jenis leverage, cara menghitungnya, dan tips menggunakan leverage secara bijak.

Pengertian dan Jenis-Jenis Leverage

Sobat Pintar, leverage memiliki beberapa jenis yang perlu kamu pahami agar bisa menggunakannya dengan tepat.

Pengertian Leverage dalam Keuangan

Leverage berasal dari kata bahasa Inggris yang berarti “pengungkit” atau “daya ungkit”. Dalam konteks keuangan, leverage adalah strategi menggunakan dana pinjaman untuk membiayai aset atau investasi dengan harapan imbal hasil yang diperoleh lebih besar dari biaya pinjaman tersebut. Misalnya, jika kamu meminjam uang dengan bunga 10% per tahun untuk investasi yang menghasilkan return 20%, maka selisih 10% tersebut menjadi keuntungan tambahan dari penggunaan leverage.

Operating Leverage

Operating leverage atau leverage operasional mengukur seberapa besar biaya tetap (fixed cost) dalam struktur biaya perusahaan. Perusahaan dengan operating leverage tinggi memiliki proporsi biaya tetap yang besar dibanding biaya variabel. Contohnya, perusahaan manufaktur yang memiliki pabrik dan mesin mahal. Ketika penjualan meningkat, laba bisa naik drastis karena biaya tetap tidak berubah. Namun saat penjualan turun, kerugian juga bisa membesar.

Financial Leverage

Financial leverage mengukur penggunaan utang dalam struktur modal perusahaan. Perusahaan menggunakan financial leverage dengan meminjam dana dari bank, menerbitkan obligasi, atau mengambil kredit untuk membiayai ekspansi bisnis. Tujuannya agar return on equity (ROE) meningkat tanpa harus menambah modal sendiri. Contoh sederhana: kamu membeli properti senilai Rp1 miliar dengan modal Rp300 juta dan pinjaman bank Rp700 juta. Jika harga properti naik 20%, keuntungan Rp200 juta dibandingkan modal Rp300 juta menghasilkan ROE sekitar 66,7%.

Baca juga: Pengertian dan Rumus ROE, ROI dan ROA

Cara Menghitung Rasio Leverage

Sobat Pintar, memahami cara menghitung rasio leverage sangat penting untuk menilai kesehatan keuangan sebuah perusahaan atau portofolio investasi.

Debt to Equity Ratio (DER)

Debt to Equity Ratio adalah rasio yang membandingkan total utang dengan total ekuitas perusahaan. Rumusnya: DER = Total Utang dibagi Total Ekuitas. DER menunjukkan berapa rupiah utang yang digunakan untuk setiap rupiah modal sendiri. Semakin tinggi DER, semakin besar ketergantungan perusahaan pada utang. Idealnya, DER di bawah 1,0 menunjukkan perusahaan lebih banyak menggunakan modal sendiri. Namun, standar DER bisa berbeda tergantung jenis industri.

Debt to Asset Ratio (DAR)

Debt to Asset Ratio mengukur proporsi aset perusahaan yang dibiayai oleh utang. Rumusnya: DAR = Total Utang dibagi Total Aset. DAR sebesar 0,5 berarti 50% aset perusahaan dibiayai oleh utang dan 50% sisanya oleh ekuitas. Semakin rendah DAR, semakin sehat struktur keuangan perusahaan. Untuk investasi saham, pilih perusahaan dengan DAR di bawah 0,6 agar risiko gagal bayar lebih kecil.

Contoh Perhitungan Leverage

Misalkan PT Maju Bersama memiliki total utang Rp800 juta, total ekuitas Rp1,2 miliar, dan total aset Rp2 miliar. Maka DER = 800 juta dibagi 1,2 miliar = 0,67. Artinya setiap Rp1 modal sendiri didukung Rp0,67 utang. DAR = 800 juta dibagi 2 miliar = 0,4. Artinya 40% aset dibiayai utang. Kedua rasio ini menunjukkan PT Maju Bersama memiliki leverage yang cukup sehat karena DER di bawah 1 dan DAR di bawah 0,5.

Baca juga: Risiko Investasi yang Harus Dipahami Investor Pemula

Manfaat, Risiko, dan Tips Menggunakan Leverage

Sobat Pintar, berikut manfaat dan risiko leverage yang perlu kamu pertimbangkan sebelum menggunakannya.

Manfaat Leverage dalam Bisnis dan Investasi

Manfaat utama leverage adalah kemampuan meningkatkan potensi keuntungan tanpa harus mengeluarkan seluruh modal sendiri. Bagi perusahaan, leverage memungkinkan ekspansi bisnis lebih cepat, pembelian aset produktif, dan peningkatan kapasitas produksi. Bagi investor, leverage memungkinkan diversifikasi portofolio yang lebih luas. Selain itu, biaya bunga pinjaman bisa menjadi pengurang pajak (tax deductible) sehingga beban pajak perusahaan berkurang.

Risiko Leverage yang Harus Diwaspadai

Risiko terbesar leverage adalah memperbesar kerugian saat investasi atau bisnis tidak berjalan sesuai rencana. Jika return lebih rendah dari biaya bunga pinjaman, kerugian akan semakin besar. Perusahaan dengan leverage tinggi juga menghadapi risiko gagal bayar (default) yang bisa berujung pada kebangkrutan. Saat suku bunga naik, beban bunga meningkat dan menekan profitabilitas. Oleh karena itu, pengelolaan leverage harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Tips Menggunakan Leverage dengan Bijak

Pastikan return investasi yang diharapkan jauh lebih tinggi dari biaya bunga pinjaman sebagai margin keamanan. Jangan menggunakan leverage terlalu tinggi, jaga DER di bawah 1,5 untuk bisnis dan di bawah 50% untuk portofolio investasi. Selalu siapkan dana darurat untuk mengantisipasi situasi yang bisa mengganggu kemampuan membayar cicilan. Diversifikasi penggunaan leverage ke beberapa aset atau investasi untuk menyebar risiko secara lebih merata.

Sobat Pintar, leverage merupakan alat keuangan yang sangat berguna jika digunakan dengan bijak dan penuh perhitungan. Kunci utamanya adalah memastikan return investasi lebih tinggi dari biaya pinjaman dan selalu menjaga rasio leverage pada level yang sehat. Dengan pemahaman yang baik tentang leverage, kamu bisa memaksimalkan potensi keuntungan sambil mengendalikan risiko keuangan secara efektif.

Baca juga: Cara Belajar Saham dari Nol Termudah dan Terupdate

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman daring bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

04 May 2026
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download