Cara Membuat Laporan Hasil Wawancara yang Benar

20 Sep 2021 by Laruan

Wawancara adalah salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi atau opini sesuai dengan kebutuhan pewawancara. Tak hanya itu, wawancara juga dapat menjadi kesempatan untuk menjalin hubungan dengan narasumber. 

Tergantung pada industri tempat Sobat Pintar bekerja, Sobat Pintar dapat melakukan wawancara untuk berbagai tujuan. Ada wawancara kerja, penilaian kinerja, dan artikel informasi atau promosi yang dipublikasikan. Jika Sobat Pintar sedang berada di bangku kuliah, wawancara juga dapat dilakukan dalam menyusun laporan skripsi.

Cara Membuat Laporan Hasil Wawancara yang Benar

Sedangkan, mengubah percakapan ke dalam laporan tertulis merupakan keterampilan sendiri yang berbeda dengan mewawancarai narasumber. Menulis laporan wawancara membutuhkan latihan dan persiapan. Setidaknya, Sobat Pintar harus mengetahui pula bagaimana cara membuatnya dengan benar. 

Apa itu Laporan Hasil Wawancara?

Laporan hasil wawancara adalah catatan tertulis dari percakapan profesional yang dilakukan saat wawancara. Laporan ini mungkin ditujukan untuk publik sebagai artikel yang diterbitkan yang mewawancarai tokoh penting. Bisa juga untuk penggunaan pribadi, misalnya dalam konteks penerimaan dan situasi perekrutan.

Sudah baca artikel berikut?

6+ Cara Mendapatkan Dana Bantuan Pemerintah 2021 

Banyak perusahaan mewawancarai kandidat pekerjaan satu lawan satu, tetapi biasanya ada banyak orang di perusahaan yang terlibat dalam proses perekrutan. Orang-orang ini juga perlu mendapatkan informasi dan wawasan tentang setiap kandidat pekerjaan yang diwawancarai. 

Cara termudah untuk memenuhi kebutuhan ini adalah meminta orang yang melakukan wawancara menulis laporan hasil wawancara. Mereka dapat merangkum pengalaman atau poin-poin penting yang dapat mereka bagikan dengan orang lain.

Keuntungan Membuat Laporan Hasil Wawancara

Keuntungan penulisan laporan percakapan adalah  sebagai berikut:

  1. Mencatat informasi yang detail dan juga rinci;
  2. Menggabungkan antara fakta dengan kesan subjektif bagi pembaca;
  3. Menyediakan catatan penting dalam sebuah peristiwa yang dapat dicari;
  4. Memberikan keuntungan sebagai guideline dalam merencanakan wawancara; 
  5. Membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan. 

Cara Membuat Laporan Hasil Wawancara

Menulis laporan dari percakapan adalah keterampilan yang penting untuk dipraktekkan. Ikuti langkah-langkah ini untuk membuat laporan hasil wawancara.

Cara Membuat Laporan Hasil Wawancara yang Benar

1. Persiapan Wawancara

Mempersiapkan wawancara yang akan Sobat Pintar lakukan adalah salah satu hal yang paling penting untuk dipertimbangkan. Sobat Pintar tidak ingin pergi mewawancarai subjek Sobat Pintar tanpa tahu apa yang harus dilakukan. 

Layaknya seorang prajurit yang bersiap untuk berperang, Sobat Pintar perlu mempersiapkan diri dengan peralatan dan pengetahuan dasar yang Sobat Pintar butuhkan dalam melakukan wawancara. Perhatikan poin-poin ini untuk Sobat Pintar persiapkan sebelum melakukan wawancara:

  • Subjek wawancara

Tergantung pada pokok bahasan atau tujuan laporan dari percakapan Sobat Pintar. Sobat Pintar dapat bertanya kepada seseorang yang ahli di bidang tertentu atau yang memiliki pengalaman pribadi.

  • Tempat wawancara

Pastikan tempat yang Sobat Pintar pilih cocok dalam melakukan wawancara. Tempatnya harus umum, tidak terlalu private, dan tidak terlalu bising. Salah satu contohnya adalah melakukan wawancara di sebuah kedai kopi.

  • Pertanyaan wawancara

Tuliskan pertanyaan apa saja agar Sobat Pintar mendapatkan jawaban atau informasi yang dibutuhkan. Semakin detil pertanyaan yang diajukan, maka akan memudahkan Sobat Pintar untuk mencapai tujuan. Ingat, jangan tanya hal bersifat privasi kepada narasumber, terlebih jika Sobat Pintar tidak kenal dekat dengannya.

Sebelum melakukan wawancara, teliti informasi yang berkaitan dengan topik wawancara. Sobat Pintar juga dapat mencari informasi latar belakang orang yang Sobat Pintar wawancarai sehingga Sobat Pintar tahu pertanyaan apa yang harus dirumuskan. 

2. Siapkan Bahan

Setelah merumuskan pertanyaan, siapkan bahan untuk melakukan wawancara yang akan Sobat Pintar gunakan. Hal-hal ini mungkin termasuk perekam suara (untuk merekam wawancara Sobat Pintar, jangan lupa untuk meminta izin terlebih dahulu jika boleh merekam wawancara Sobat Pintar), buku catatan (tempat Sobat Pintar menyimpan pertanyaan), pulpen, dan kertas untuk mencatat.

Di akhir wawancara, jangan lupa untuk menyimpan kontak dan nomor telepon narasumber. Sobat Pintar juga bisa meminta e-mail mereka untuk berjaga-jaga jika Sobat Pintar memerlukan klarifikasi dari hasil wawancara yang telah dilakukan.

3. Menulis Outline

Membuat outline atau garis besar akan membantu Sobat Pintar dalam menyusun laporan dari percakapan yang mudah dibaca dan menarik. Sebagian besar wawancara (baik dalam format naratif atau tanya-jawab) selalu memiliki garis besar umum. Semuanya memiliki pendahuluan, isi, dan kesimpulan/penutup.

a. Pendahuluan

Tujuan penulisan pendahuluan adalah untuk mengetahui tujuan umum dari wawancara yang telah dilakukan. Sobat Pintar dapat menambahkan detail lainnya seperti:

  • Latar belakang

Tuliskan masalah yang Sobat Pintar hadapi sehingga butuh untuk melakukan wawancara dengan narasumber.

  • Tujuan wawancara

Apa yang Sobat Pintar dapatkan dengan mewawancarai narasumber tersebut.

  • Waktu dan tempat

Cantumkan waktu dan tempat wawancara yang telah dilaksanakan. Karena, hal ini dapat keobjektivitasan narasumber.

  • Topik/tema

Tuliskan tema wawancara yang Sobat Pintar lakukan dengan narasumber. Hal ini sebagai bentuk gambaran umum sebelum masuk ke dalam konten wawancara. 

b. Isi

Saat menulis laporan hasil wawancara, Sobat Pintar dapat memilih untuk menggunakan antara dua gaya utama. Yakni adalah gaya tanya jawab (Q&A) dan gaya naratif. Kedua format tersebut sama-sama memberikan penjelasan untuk memperkenalkan pembaca dengan orang yang diwawancarai, situasi yang terjadi, dan kesan pewawancara.

Laporan hasil wawancara dengan format tanya jawab mirip dengan skrip pada umumnya. Sedangkan, gaya naratif lebih mengacu pada catatan wawancara untuk menyusun alur cerita dari wawancara yang telah dilakukan. Biasanya, gaya naratif banyak digunakan jika narasumber memberikan informasi terbatas dan hanya menghasilkan beberapa kutipan bagus untuk kesimpulan yang singkat. 

  • Format Tanya Jawab (Q&A)

Dalam menulis laporan dari percakapan dengan menggunakan format tanya jawab (Q&A), Sobat Pintar bisa menggunakan dua inisial untuk memudahkan penulisan. Sobat Pintar sebagai pewawancara, dan untuk orang yang diwawancarai.

Inisial orang yang berbicara ditulis terlebih dahulu, kemudian baru diikuti dengan jawaban orang tersebut. Sobat Pintar tidak perlu menggunakan tanda kutip (“”). Format ini cenderung lebih mudah dan efisien untuk digunakan jika Sobat Pintar mewawancarai banyak orang.

  • Format Narasi

Apakah Sobat Pintar berhadapan dengan narasumber yang tidak terlalu banyak bicara? Sobat Pintar juga kesusahan untuk mencari kutipan bagus dari hasil wawancara dengannya? Jika Sobat Pintar menghadapi situasi yang demikian, sebaiknya Sobat Pintar menulis laporan hasil wawancara dengan menggunakan format naratif.

Dalam format ini, Sobat Pintar dapat menggunakan catatan yang Sobat Pintar tulis sebelum dan sesudah melakukan wawancara untuk menyempurnakan laporan. Sobat Pintar dapat menuliskan hasil wawancara seperti menceritakan sebuah cerita. Kemudian, gunakan kutipan yang sudah Sobat Pintar pilih untuk membantu Sobat Pintar dalam menyusun laporan tersebut.

Penutup

Pada bagian penutup, Sobat Pintar dapat memberikan kesimpulan dari kegiatan wawancara yang telah dilakukan dengan narasumber. Sobat Pintar dapat meringkas dengan poin-poin ataupun dengan deskripsi. Jangan lupa, kesimpulan ini merupakan hasil dari tujuan yang telah Sobat Pintar cantumkan sebelumnya. 

Wawancara yang baik merupakan wawancara yang berhasil mendapatkan informasi sesuai dengan kebutuhan wawancara. Dalam arti lain, masalah yang diangkat di latar belakang dapat diselesaikan atau dipenuhi dengan jawaban yang diberikan oleh narasumber. 

Sudah baca artikel berikut? 3 Cara Dapat Uang 500rb Sehari: Direkomendasikan Oleh Kredit Pintar

Sekarang, Sobat Pintar telah memahami cara membuat laporan hasil wawancara. Dengan mengikuti tahapan ini, Sobat Pintar tak hanya menghasilkan laporan hasil wawancara yang rapi, tetapi juga detail. Ketika Sobat Pintar telah melakukan prosesnya, Sobat Pintar akan kagum dengan seberapa banyak yang telah Sobat Pintar pelajari dari orang-orang yang Sobat Pintar wawancarai.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload