Cara Menghemat Listrik agar Tagihan PLN Tidak Membengkak

08 Sep 2021 by Kredit Pintar., Last edit: 07 Apr 2026

Sobat Pintar, tagihan listrik yang terus naik setiap bulan tentu menjadi beban tersendiri bagi keuangan rumah tangga. Kabar baiknya, ada banyak cara menghemat listrik yang bisa kamu terapkan mulai hari ini tanpa harus mengorbankan kenyamanan. Kuncinya adalah memahami peralatan mana yang paling boros dan bagaimana menggunakannya dengan lebih efisien.

cara hemat listrik

Menurut data PLN, konsumsi listrik rumah tangga di Indonesia terus meningkat seiring bertambahnya peralatan elektronik di rumah. Pada 2026, tarif listrik non-subsidi berkisar antara Rp1.352 hingga Rp1.699 per kWh, sementara tarif subsidi golongan 450 VA adalah Rp415 per kWh dan 900 VA subsidi Rp605 per kWh. Dengan memahami pola konsumsi dan menerapkan tips hemat, kamu bisa menekan tagihan secara signifikan.

Tips Hemat Listrik untuk AC, Kulkas, dan Lampu

AC dan kulkas adalah dua peralatan yang menyumbang 60 hingga 70 persen dari total konsumsi listrik rumah tangga. Mengoptimalkan penggunaannya bisa memberikan penghematan paling besar.

hemat listrik

Atur Suhu AC dengan Bijak

Setiap penurunan 1 derajat Celcius pada AC bisa meningkatkan konsumsi listrik sekitar 6 hingga 8 persen. Atur suhu AC di kisaran 24 hingga 26 derajat Celcius, yang merupakan titik nyaman sekaligus hemat energi. Gunakan fitur timer agar AC mati otomatis saat kamu tidur, dan pastikan ruangan tertutup rapat agar udara dingin tidak keluar.

Optimalkan Penggunaan Kulkas

Jangan membuka pintu kulkas terlalu sering atau terlalu lama karena setiap kali dibuka, kompresor harus bekerja ekstra untuk mengembalikan suhu. Atur suhu kulkas di 3 hingga 4 derajat Celcius dan freezer di minus 18 derajat. Pastikan juga ada jarak minimal 10 cm antara bagian belakang kulkas dan dinding agar sirkulasi udara lancar dan kompresor tidak bekerja berlebihan.

Ganti ke Lampu LED

Lampu LED mengonsumsi listrik 60 hingga 80 persen lebih hemat dibandingkan lampu pijar konvensional, dan umurnya bisa mencapai 25.000 jam. Meskipun harganya sedikit lebih mahal di awal, penghematan jangka panjangnya sangat signifikan. Biasakan juga mematikan lampu di ruangan yang tidak digunakan dan manfaatkan cahaya alami di siang hari.

Baca juga: Cara Menghemat Listrik di Rumah dengan Mudah

Tarif Listrik PLN 2026 dan Cara Menghitung Tagihan

Sobat Pintar, memahami struktur tarif PLN akan membantumu memperkirakan tagihan dan merencanakan penghematan dengan lebih akurat.

•   Golongan 450 VA (Subsidi): Rp415 per kWh. Tarif paling murah yang diperuntukkan bagi rumah tangga berdaya rendah.

•   Golongan 900 VA (Subsidi): Rp605 per kWh. Masih mendapat subsidi pemerintah untuk meringankan beban masyarakat.

•   Golongan 900 VA (Non-Subsidi): Rp1.352 per kWh. Berlaku bagi pelanggan 900 VA yang tidak masuk kategori penerima subsidi.

•   Golongan 1.300 VA ke atas: Rp1.444 hingga Rp1.699 per kWh tergantung daya terpasang. Semakin besar daya, semakin tinggi tarif per kWh.

Cara menghitung tagihan cukup sederhana: kalikan total pemakaian kWh dalam sebulan dengan tarif per kWh sesuai golonganmu. Misalnya, jika kamu pelanggan 1.300 VA dan menggunakan 300 kWh per bulan, maka tagihannya sekitar Rp1.444 x 300 = Rp433.200 (belum termasuk biaya admin dan pajak). Kamu bisa memantau pemakaian harian melalui aplikasi PLN Mobile untuk menghindari lonjakan tagihan di akhir bulan.

Baca juga: Biaya Listrik per kWh, Begini Cara Menghitungnya

Kebiasaan Sehari-hari untuk Menghemat Listrik

Sobat Pintar, selain mengoptimalkan peralatan utama, ada banyak kebiasaan kecil yang jika dilakukan konsisten bisa memberikan penghematan besar dalam jangka panjang.

Cabut Charger dan Peralatan yang Tidak Digunakan

Peralatan elektronik yang tetap terhubung ke stopkontak meskipun dalam keadaan mati tetap mengonsumsi listrik, yang dikenal sebagai standby power atau phantom load. Ini bisa menyumbang 5 hingga 10 persen dari total tagihan listrikmu. Biasakan mencabut charger ponsel, adaptor laptop, dan peralatan lain setelah selesai digunakan.

Gunakan Peralatan Berlabel Hemat Energi

Saat membeli peralatan elektronik baru, perhatikan label bintang energi dari Kementerian ESDM. Semakin banyak bintangnya, semakin hemat konsumsi listriknya. Peralatan dengan rating 4 atau 5 bintang mungkin sedikit lebih mahal, tetapi penghematan listrik per bulannya akan menutup selisih harga dalam beberapa bulan saja.

Manfaatkan Waktu Beban Puncak dan Non-Puncak

Tarif listrik untuk pelanggan tertentu bisa lebih murah di luar jam beban puncak (pukul 22.00 hingga 17.00). Jika memungkinkan, jalankan mesin cuci, setrika, atau pompa air di luar jam sibuk untuk mendapatkan tarif yang lebih rendah. Selain itu, pertimbangkan penggunaan panel surya atap yang kini semakin terjangkau sebagai investasi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada listrik PLN.

Baca juga: Subsidi Listrik 2025, Siapa Saja yang Berhak?

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
07 Apr 2026
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download