Cara Mengajarkan Literasi Finansial Untuk Anak

31 Oct 2023 by Kredit Pintar., Last edit: 31 Oct 2023

Literasi finansial adalah salah satu cara yang bisa diusahakan oleh keluarga agar seluruh anggotanya bisa mengelola kondisi finansialnya dengan baik dan bertanggung jawab. Oleh karenanya, bukanlah hal yang berlebihan jika hal tersebut diajarkan kepada anggota keluarga yang masih anak-anak. Berikut adalah berbagai contoh praktek literasi finansial yang dapat disampaikan sebagai cara pengajaran yang efektif untuk anak-anak.

Literasi finansial

Contoh Literasi Finansial yang Bisa Diterapkan dalam Keluarga

Orang tua dapat bekerjasama menerapkan berbagai contoh literasi finansial yang baik. Nantinya, diharapkan hal tersebut bisa menjadi sebuah kebiasaan agar anggota keluarga bisa lebih bertanggung jawab mengelola keuangannya. Berikut ini adalah contoh yang bisa dilakukan.

1. Libatkan anak dalam aktivitas keuangan

Cara belajar yang paling efektif adalah belajar sambil melakukan atau Learning by Doing. Orang tua bisa melibatkan anak-anak ke dalam aktivitas keuangan keluarga. Simpel aja kok! Misalnya, dengan melibatkan anak dalam membuat daftar belanjaaan, mengajak anak saat menabung di bank, atau saat melacak pengeluaran keluarga dan membuat laporan singkat. Dengan melibatkan anak-anak dalam beberapa aktivitas ini, nanti saat dewasa mereka akan menumbuhkan hal tersebut sebagai kebiasaan yang menguntungkan.

2. Lewat permainan tentang literasi keuangan

Ada banyak cara menuju edukasi literasi finansial, salah satunya adalah melalui permainan edukatif. Anak-anak yang lebih fokus belajar jika suasananya menyenangkan akan lebih efektif menyerap bahan pembelajaran literasi keuangan jika disampaikan dalam format permainan. Ada banyak permainan yang bisa Sobat Pintar gunakan sebagai metode pembelajaran untuk anak. Ada juga beberapa aplikasi dan website yang sudah menyiapkan permainan untuk orang tua dan anak. Sehingga Sobat Pintar sudah dimudahkan dalam memberi pembelajaran untuk anak lewat game-game seru!

3. Perbaikan sistem uang saku

Cara lain yang bisa dipakai orang tua kepada anak untuk mengenalkan literasi finansial adalah menerapkan sistem uang saku. Sebagian besar orang tua memberi uang saku harian kepada anak, tanpa meminta pertanggung jawaban pengeluaran. Sekarang Sobat Pintar bisa menerapkan sistem uang saku untuk menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak.

Misalnya bisa memberi jatah uang saku sebulan kepada anak di awal bulan. Si anak harus membuat perencanaan keuangannya sendiri dari uang saku bulanan tersebut. Di akhir bulan Sobat Pintar juga bisa meminta laporan pengeluaran dari si anak agar tahu untuk apa saja uang tersebut digunakan.

Pentingnya Menerapkan Contoh Literasi Finansial dalam Keluarga

Keuangan adalah salah satu hal yang cukup sensitif untuk dibicarakan dalam keluarga, mengingat ada banyak cara yang dihalalkan untuk mendapatkannya. Sayangnya, tidak semua cara mendapatkan uang bisa dibenarkan, salah satunya melalui penipuan yang dapat berdampak pada hukuman pidana. Oleh karenanya, keluarga perlu mengajarkan contoh literasi finansial yang bertanggung jawab. Berikut ini adalah berbagai manfaat yang bisa didapatkan saat mengajarkannya. 

contoh literasi finansial

1. Menyiapkan anak untuk masa dewasa yang mandiri

Literasi finansial merupakan life skill yang wajib dimiliki semua orang sejak dini. Menanamkan literasi finansial akan berdampak pada kesiapan anak di usia dewasa nanti. Dengan berbekal pengetahuan mengenai manajemen keuangan pribadi, anak-anak akan menjadi bijak dalam mengatur keuangan. Pada saat anak sudah menginjak usia dewasa nantinya, mereka tidak akan gagap menggunakan layanan keuangan yang ada demi memaksimalkan metode mengatur keuangan mereka. Mereka akan lebih percaya diri dalam menggunakan layanan perbankan, aplikasi fintech, produk-produk asuransi, hingga memanfaatkan instrumen investasi yang tersedia. Dengan kata lain, pemahaman literasi finansial yang baik sejak dini akan mencetak generasi yang mendorong inklusi keuangan Indonesia.

2. Literasi keuangan membangun tanggung jawab

Salah satu cakupan hal yang diberikan saat edukasi literasi finansial adalah cara cari uang dan cara mengatur uang dengan baik. Dengan demikian, anak-anak bisa lebih menghargai uang yang mereka miliki karena mereka tahu bagaimana susahnya mencari uang. Anak-anak juga lebih sadar dalam bagaimana mereka menggunakan uang mereka. Sehingga anak-anak bisa lebih bertanggung jawab terhadap pengeluaran mereka sendiri. Bisa dibilang, literasi finansial mencegah anak-anak jatuh ke dalam kebiasaan pemborosan.

3. Mengajarkan pemecahan masalah keuangan sejak dini

Dalam mengatur keuangan terkadang ada beberapa masalah yang dihadapi. Misalnya uang bulanan yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Atau hutang yang membengkak dan bikin deg-degan setiap bulannya. Dengan pemahaman literasi finansial ini, anak-anak bisa belajar menyelesaikan masalah keuangan yang mungkin mereka hadapi nantinya. Sehingga secara tidak langsung anak-anak memiliki bekal strategi untuk tidak salah langkah menghadapi persoalan keuangan yang mungkin mereka hadapi nantinya. 

Itulah berbagai contoh literasi finansial yang bisa diterapkan agar keluarga bisa menuai manfaatnya. Semoga bermanfaat. 


Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya. 

31 Oct 2023
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download