Deepfake AI adalah media sintetis yang menggunakan kecerdasan buatan untuk meniru atau memanipulasi wajah, suara, atau penampilan seseorang. Sobat Pintar, suara yang terdengar seperti anggota keluarga belum cukup membuktikan siapa pengirimnya. Teknologi ini dapat dipakai untuk tujuan sah, tetapi juga disalahgunakan untuk membuat permintaan uang terlihat meyakinkan.

Masalah utamanya bukan sekadar apakah video tampak aneh. Permintaan mendesak, larangan menghubungi orang lain, dan rekening tujuan yang tidak kamu kenal dapat menunjukkan risiko meskipun gambar terlihat rapi. Kebiasaan memeriksa melalui jalur berbeda lebih berguna daripada mengandalkan kemampuan melihat cacat visual saja.
Bagaimana Deepfake Dipakai untuk Meminta Uang?
Penyalahgunaan deepfake menggabungkan identitas yang terlihat akrab dengan tekanan emosional. FBI mengingatkan bahwa suara tiruan dapat digunakan untuk meminta bantuan keuangan, sedangkan video sintetis bisa meniru tokoh atau pihak berwenang. Dua skenario berikut merupakan ilustrasi, bukan kisah korban tertentu.

Suara Keluarga yang Mengaku Sedang Darurat
Suara keluarga yang mengaku mengalami kecelakaan bisa membuat kamu ingin segera membantu. Penipu dapat meminta transfer untuk rumah sakit, ongkos, atau penyelesaian masalah, lalu melarang kamu menutup telepon. Berhenti sejenak dan hubungi anggota keluarga melalui nomor yang sudah tersimpan. Jika tidak tersambung, cari konfirmasi dari orang dekat lain, bukan dari nomor baru yang diberikan penelepon.
Video Atasan atau Tokoh yang Terlihat Meyakinkan
Video yang menampilkan atasan dapat dipakai untuk menekan pegawai agar mengirim uang tanpa prosedur persetujuan biasa. Dalam konteks lain, tokoh terkenal bisa ditiru untuk mempromosikan investasi palsu. Rekaman, panggilan video, atau tampilan akun tidak menggantikan verifikasi. Periksa permintaan melalui kanal organisasi yang kamu temukan sendiri dan ikuti kewenangan pembayaran yang berlaku.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa penipuan bisa berjalan walaupun kamu tidak menemukan kesalahan gerak bibir atau nada suara. Detail pribadi yang diketahui pengirim juga bukan bukti identitas; sebagian informasi dapat diperoleh dari unggahan publik atau kebocoran data. Pertanyaan yang perlu dijawab adalah apakah permintaannya sudah dikonfirmasi secara mandiri.
Baca juga: Kenali Modus Penipuan melalui Telepon
5 Cara Menghadapi Permintaan yang Mencurigakan
Karena tampilan media tidak selalu cukup, pemeriksaan perlu berfokus pada identitas dan tindakan yang diminta. Lima cara berikut membantu kamu mengambil keputusan tanpa terjebak tekanan untuk segera percaya.

1. Hentikan Tekanan untuk Segera Transfer
Menghentikan tekanan berarti menunda tindakan sampai permintaan jelas. Katakan bahwa kamu akan memeriksa terlebih dahulu, lalu tutup panggilan jika diperlukan. Keadaan darurat tetap dapat ditangani sambil mencari konfirmasi. Jangan membuka tautan, mengunduh aplikasi, atau mengirim uang hanya karena pengirim mengatakan penundaan beberapa menit akan menimbulkan akibat besar.
2. Hubungi Orangnya lewat Kanal yang Sudah Dikenal
Kanal yang sudah dikenal lebih baik daripada kontak yang diberikan dalam pesan mencurigakan. Telepon nomor lama atau tanyakan langsung kepada orang terkait. Untuk bank dan perusahaan, cari kontak dari aplikasi atau situs resminya. Jika ada tanda akun orang tersebut diambil alih, gunakan jalur berbeda dan jangan menganggap balasan dari akun yang sama sebagai verifikasi tambahan.
3. Buat Kesepakatan Verifikasi dalam Keluarga
Kesepakatan verifikasi dapat berupa aturan bahwa permintaan uang harus dikonfirmasi melalui panggilan balik dan, bila diperlukan, frasa rahasia keluarga. Pilih informasi yang tidak dipublikasikan dan jangan kirimkan kepada pihak yang belum jelas. Frasa tersebut hanya lapisan tambahan, bukan jaminan, terutama jika pernah bocor atau dibagikan melalui akun yang sudah diambil alih.
4. Lindungi Data dan Akses Akun
Perlindungan akun tetap penting meskipun masalah bermula dari suara palsu. Jangan berikan OTP, PIN, kata sandi, atau akses layar jarak jauh. Tinjau privasi unggahan suara dan video serta siapa yang dapat melihatnya. Sobat Pintar, kamu tidak harus menghilang dari media sosial, tetapi sebaiknya membatasi informasi sensitif yang mempermudah orang meniru identitas atau kebiasaanmu.
5. Periksa Tujuan Pembayaran dan Prosedurnya
Tujuan pembayaran perlu sesuai kebutuhan yang sudah diverifikasi. Cocokkan nama penerima dan rekening, tetapi jangan menganggap kecocokan nama saja sebagai bukti aman. Di tempat kerja, tetap ikuti persetujuan berlapis untuk transaksi. Permintaan merahasiakan transfer, melewati prosedur, atau memindahkan pembayaran ke rekening baru membutuhkan konfirmasi tambahan dari pihak yang berwenang.
Baca juga: Hindari Penipuan Berkedok Pinjaman Online
Apa yang Dilakukan jika Sudah Mengirim Uang?
Jika pemeriksaan terlambat dilakukan dan uang sudah terkirim, fokuslah menghentikan kerugian berikutnya. Segera hubungi bank atau penyedia pembayaran melalui kanal resmi. Laporkan penipuan ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) dan kepolisian sesuai kebutuhan penanganan. Siapkan bukti transfer, percakapan, rekening tujuan, serta kronologi. Pengembalian dana tidak dijamin.

Jangan membayar orang yang mengaku mampu menarik uang kembali dengan biaya tambahan. Simpan pesan suara atau video asli jika masih tersedia, berikut waktu penerimaan dan informasi akun pengirim. Beri tahu orang yang identitasnya ditiru melalui jalur yang aman. Jika perlu memperingatkan keluarga atau rekan, hindari menyebarkan data rekening pribadi korban atau informasi sensitif lain ke publik.
Apabila kamu juga membagikan kredensial, segera amankan akun melalui perangkat yang tepercaya. Ganti kata sandi, tinjau sesi masuk, dan ikuti bantuan resmi penyedia. Jika sempat memasang aplikasi mencurigakan, hentikan penggunaannya dan minta dukungan teknis yang kompeten. Jangan menyelesaikan masalah dengan mengikuti petunjuk tambahan dari pengirim semula.
FAQ tentang Deepfake AI
Tiga pertanyaan berikut membantu meluruskan anggapan yang dapat membuat seseorang terlalu cepat percaya atau merasa pasti mampu mengenali pemalsuan.
Apakah semua deepfake merupakan penipuan?
Tidak. Media sintetis dapat digunakan untuk hiburan, pendidikan, atau produksi dengan persetujuan dan konteks yang jelas. Masalah muncul ketika identitas atau kontennya dipakai untuk menipu dan merugikan orang lain.
Apakah panggilan video membuktikan identitas?
Tidak selalu. Video dapat dimanipulasi. Untuk permintaan uang atau akses penting, lakukan konfirmasi melalui kanal independen dan jangan mengandalkan tampilan wajah saja.
Apakah aplikasi pendeteksi deepfake pasti akurat?
Tidak. Hasil pendeteksian dapat keliru. Gunakan sebagai informasi tambahan jika tersedia, bukan pengganti pemeriksaan identitas, tujuan pembayaran, dan prosedur yang berlaku.
Sobat Pintar, kamu tidak perlu menjadi ahli video untuk menolak permintaan yang belum terverifikasi. Beri ruang untuk berhenti, hubungi orangnya melalui jalur yang kamu kenal, dan pertahankan prosedur pembayaran. Suara yang akrab tetap perlu diperiksa ketika yang diminta adalah uang atau akses akun.
Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman daring bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.


