Membangun Bisnis Ramah Lingkungan dengan Ecoprint

06 Dec 2021 by Laruan, Last edit: 08 Dec 2021

Industri ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor fesyen terus mengalami perkembangan. Inovasi dan kreasi fesyen tidak henti-hentinya dilakukan, mulai dari memanfaatkan limbah kain perca hingga menciptakan produk yang menjadi bisnis ramah lingkungan. Salah satu produk fesyen yang sedang naik daun saat ini adalah ecoprint.

Membangun Bisnis Ramah Lingkungan dengan Ecoprint

Ecoprin termasuk dalam produk fesyen ramah lingkungan,dimana pembuatannya memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di alam. Lahirnya ecoprint sendiri dilatar belakangi oleh adanya keresahan akan kelestarian alam. Hal tersebut yang kemudian membuat sebagian orang memilih beralih pada produk ramah lingkungan.

Sebenarnya ecoprint bukanlah langkah baru di dunia ekonomi kreatif dalam usaha menciptakan bisnis ramah lingkungan. Dunia fesyen sendiri sebelumnya telah melakukan berbagai kreasi produk ramah lingkungan, seperti pembuatan tas yang berasal dari limbah plastik, dan sebagainya. 

Akan tetapi, yang membuat ecoprint kemudian istimewa adalah berkat adanya aspek penghargaan terhadap alam Indonesia. Ecoprint lahir tidak hanya sebagai produk ramah lingkungan, tetapi juga perwujudan menghargai kekayaan alam. Hal tersebut tercermin dari proses pembuatan hingga produk yang dihasilkannya. 

Apa Itu Ecoprint?

Istilah ecoprint mungkin masih sedikit asing di telinga sebagian orang. Akan tetapi di industri fesyen, istilah ini sudah tidak asing lagi. Ecoprint sendiri berasal dari dua kata yaitu ‘eco’ dan ‘print’. Kata eco atau ekosistem dapat diartikan sebagai  lingkungan hayati, dan print memiliki arti mencetak. Berdasarkan asal katanya, maka ecoprint adalah teknik mencetak atau menciptakan produk yang memiliki unsur hayati.

Membangun Bisnis Ramah Lingkungan dengan Ecoprint

Ecoprint dalam fesyen merupakan teknik memberikan warna dan motif pada kain dengan menggunakan bahan alami. Pada prosesnya, pembuatan kain ecoprint membutuhkan media berupa tumbuhan, baik itu daun maupun bunga. Tumbuhan tersebut nantinya digunakan sebagai pewarna dan media membuat motif kain.  Dalam membuat motif, bagian dari tumbuhan tersebut ditempel pada kain hingga timbul motif. 

Teknik ecoprint sendiri berasal dari pengembangan teknik ecodyeing yang merupakan pewarnaan kain menggunakan bahan alami. Baru di tahun 2006, Indiana Flint mengembangkan teknik ini menjadi ecoprint. Hal tersebut diawali dengan, menempelkan tanaman yang memiliki pigmen warna kuat pada kain berserat alami.

Bagaimana Teknik Ecoprint dilakukan?

Dalam dunia ecoprint, dikenal dua teknik pewarnaan yaitu iron blanket dan punding. Kedua teknik pewarnaan tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda pada praktiknya. Baik teknik iron blanket maupun pounding, sama-sama diawali dengan merendam tumbuhan pada larutan cuka untuk beberapa saat.

Lalu yang membedakan antara iron blanket dan pounding adalah cara memunculkan pigmen warna dari tumbuhan di kain. Pada teknik iron blanket, setelah kain dibersihkan, tumbuhan yang telah direndam dalam larutan cuka ditempelkan. Setelah itu, kain digulung dengan paralon lalu diikat dengan tali, kemudian dikukus selama 2 jam. 

Pada teknik punding, proses memunculkan pigmen warna pada kain tidak memerlukan pengukusan. Teknik ponding dilakukan dengan menyiapkan kain yang telah dibersihkan, lalu menaruh tumbuhan yang telah direndam pada larutan cuka diatasnya. Setelah itu, tumbuhan dipukul-pukul menggunakan palu guna mengeluarkan pigmen warnanya. Tahap selanjutnya, kain bisa langsung dijemur untuk mengeringkannya.

Proses ecoprinting memang terlihat mudah untuk dipraktekan. Akan tetapi sebelum mempraktekannya, perlu diperhatikan bahan kain yang akan digunakan dalam ecoprint. Sebab, ecoprint tidak dapat dilakukan pada sembarang kain.

Ecoprint hanya dapat dilakukan pada kain yang berasal dari serat alami. Penggunaan kain dengan serat alami diperlukan untuk penyerapan warna dalam benang. Setidaknya terdapat beberapa jenis kain yang dapat menjadi pilihan eco printing, diantaranya kain dari serat kapas. Selain itu juga, bahan kain yang berasal dari serat linen (serat yang berasal dari tumbuhan rami) dan kain dari serat sutra (kain yang berasal dari larva ulat sutra), bisa menjadi alternatif pilihan lainnya. 

Apa saja Keunggulan dari Ecoprinting?

Sama halnya dengan kain lainnya, kain ecoprinting juga memiliki kelebihan tersendiri. Proses pembuatan motifnya yang unik membuat ecoprint memiliki motif yang berbeda-beda dan cenderung eksklusif. Keunggulan tersebut yang membuat ecoprint menjadi istimewa. Selain itu juga terdapat keunggulan lainnya, sebagai berikut:

  1. Ramah Lingkungan
Membangun Bisnis Ramah Lingkungan dengan Ecoprint

Definisi ecoprint adalah teknik pewarnaan pada kain dengan menggunakan bahan alami. Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa ecoprint menghasilkan produk yang ramah lingkungan. Artinya, ecoprint tidak menyebabkan lingkungan tercemar dengan limbah sisa pengolahan, seperti yang terjadi pada pabrik tekstil. Dalam hal ini, ecoprint dapat menjadi salah satu solusi terbaik menciptakan produk fesyen yang ramah lingkungan.

  1. Memiliki Motif yang Bervariasi

Proses pewarnaan hingga pembuatan motif dengan menggunakan dedaunan serta bunga, membuat kain ecoprint memiliki motif yang variatif. Pada setiap kain ecoprint, memiliki motif dan warna yang berbeda. Sekalipun kain tersebut memakai tanaman yang sama. 

  1. Memiliki motif yang Unik dan Eksklusif

Sebenarnya terdapat banyak faktor yang membuat kain batik ecoprint menjadi unik dan eksklusif. Faktor tersebut diantaranya disebabkan oleh proses pembuatannya. Pembuatan 1 kain ecoprint dikerjakan oleh satu pembatik. 

Selain itu juga, kain ecoprint menggunakan tanaman sekali pakai, artinya tanaman yang telah digunakan, tidak bisa digunakan lagi. Hal tersebut yang kemudian membuat motif dan warna pada ecoprint unik dan cenderung eksklusif. Sebab tidak mungkin ada motif yang benar-benar mirip, antara kain satu dan lainnya. Dan ini juga menjadi pilihan bisnis ramah lingkungan.

  1. Bernilai Seni Tinggi

Kain ecoprint dapat dikatakan memiliki nilai seni yang tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh, proses pembuatan kain yang membutuhkan waktu panjang dan memerlukan keuletan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kain ecoprint memiliki nilai seni yang lebih tinggi dibandingkan lainnya.

  1. Memiliki Nilai Jual yang Tinggi

Nilai seni yang tinggi dalam kain ecoprint juga turut mempengaruhi harga jualnya. Kain ecoprint pada umumnya memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran. Harganya bahkan hampir sama dengan kain batik tulis. Tingginya harga kain ecoprint tentu sebanding dengan kualitas yang ditawarkannya, apalagi dengan corak dan motif alami.

  1. Cocok Digunakan Untuk Berbagai Acara

Kain ecoprint memiliki motif yang luwes dan tidak kaku. Hal ini yang kemudian membuat kain ecoprint cocok digunakan untuk membuat berbagai jenis baju. Baik baju yang bersifat formal, hingga semi formal, seperti untuk kemeja, blouse, hingga tunik wanita.

Dari penjelasan singkat mengenai kain ecoprint tersebut, dapat disimpulkan bahwa kain ecoprint merupakan produk ramah lingkungan. Keberadaannya pada sektor ekonomi kreatif, seakan menjawab kebutuhan akan produk yang tidak berdampak negatif pada lingkungan. Kehadirannya bahkan turut menjaga kelestarian alam dengan memanfaatkan sampah organik, seperti daun yang telah gugur untuk bahan pewarnanya.

Oleh karena itu, ecoprint dapat menjadi pilihan terbaik usaha ekonomi kreatif yang bisa ditekuni. Selain dapat mendatangkan keuntungan tinggi, juga tidak menyebabkan kerusakan alam. Bagi Anda yang ingin tetap trendy namun tidak ingin merusak lingkungan, maka bisnis ramah lingkungan pilihannya.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

08 Dec 2021
Pinjam kilat 20 juta!Download