Apa Itu Fintech? Pengertian, Jenis, Manfaat dan Legalitasnya

13 May 2021 by kreditpintar
apa itu fintech

Apa yang pertama Sobat Pintar pikirkan saat mendengar istilah fintech? Kita sering menganggap fintech merupakan perusahaan yang menyediakan dana pinjaman online kepada masyarakat seperti salah satu perusahaan fintech Kredit Pintar. Anggapan tersebut tidak salah, tapi sebenarnya pengertian dan ruang lingkup fintech lebih luas dari itu. Artikel ini akan membahas apa itu fintech, apa saja jenis fintech, manfaat dan bagaimana regulasi terkait legalitas fintech di Indonesia.

Apa Itu Fintech?

Fintech merupakan singkatan dari financial technology. Dikutip dari Otoritas Jasa Keuangan, fintech adalah sebuah inovasi pada jasa industri keuangan yang memanfaatkan penggunaan teknologi. Produk fintech biasanya berupa suatu sistem yang dibangun guna menjalankan mekanisme transaksi keuangan yang spesifik. Sederhananya fintech merupakan kombinasi antara transaksi keuangan dengan penerapan teknologi. Berdasarkan pengertian apa itu fintech, dapat kita simpulkan bahwa fintech mencakup keseluruhan transaksi keuangan yang proses transaksinya lebih mudah dan efisien dengan bantuan teknologi. 

Perkembangan fintech tidak terlepas dari berkembangnya teknologi informasi. Pada awalnya teknologi telah diterapkan pada sistem keuangan, namun terbatas hanya pada pengelolaan keuangan di internal lembaga-lembaga keuangan. Sekarang fintech telah berkembang ke keseluruhan transaksi keuangan. Fintech telah diaplikasikan sebagai metode pembayaran, transfer, pinjaman hingga investasi dan pengelolaan aset pribadi. 

Secara fungsi perusahaan yang bergerak di bidang fintech memiliki kesamaan dengan bank. Namun perbedaan bank dengan fintech adalah bank menghimpun dana dari masyarakat sedangkan fintech berperan sebagai platform perantara antara sumber dana dengan pengguna. perbedaan bank dengan fintech lainnya adalah fintech melakukan keseluruhan transaksi keuangannya dengan memanfaatkan teknologi. Dari segi keamanan, perbedaan bank dengan fintech adalah telah sama-sama diregulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga transaksi keuangan dapat dilaksanakan dengan lebih aman.

Jenis-jenis Fintech yang Berkembang di Indonesia

Setelah membahas apa itu fintech, kita lanjutkan dengan membahas apa saja jenis-jenis fintech. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, fintech tidak hanya bergerak di bidang pinjaman online, melainkan mencakup keseluruhan transaksi keuangan. Berikut adalah beberapa jenis perusahaan fintech yang berkembang di Indonesia,

1. Crowdfunding 

Jenis fintech yang pertama adalah Crowdfunding. Crowdfunding adalah platform yang berfungsi untuk penggalangan dana secara online. Pada crowdfunding pihak yang berinisiatif untuk melakukan penggalangan dana akan dipertemukan dengan orang-orang yang akan memberikan dana bantuan. Hal ini sangat bermanfaat dimana proses penggalangan dana akan tersebar dan menjangkau lebih banyak orang sehingga dana yang terkumpul juga akan semakin banyak. Selain itu keamanan terkait uang yang dikumpulkan juga lebih terjamin karena adanya pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan.

2. Risk and Investment Management

Risk and investment management adalah bentuk digital yang berfungsi sebagai perencanaan keuangan. Dengan menggunakan fintech jenis ini Sobat Pintar dapat melakukan pemantauan terhadap kondisi keuangan serta melakukan perencanaan keuangan dan investasi dengan lebih mudah, praktis dan dapat dilakukan dimana saja hanya dengan menggunakan media smartphone. Salah satu contoh pengaplikasian fintech di bidang risk and investment management adalah dengan hadirnya robo advisor yang berfungsi sebagai penasihat keuangan digital yang dapat diaplikasikan dalam manajemen investasi.

3. Lending Service

Fintech lending service adalah platform keuangan digital dalam transaksi pinjam meminjam uang. Lending service menjembatani kebutuhan antara pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman untuk melakukan transaksi tanpa harus bertemu langsung, atau dapat dilakukan sepenuhnya secara online. Jenis inilah yang sangat populer di Indonesia dimana penyedia pinjaman dana resmi dan terpercaya mulai menjamur dengan menawarkan pinjaman cepat tanpa agunan.

4. Market Aggregator/Market Comparison

Fintech yang satu ini berfungsi sebagai platform yang menyediakan informasi terkait dengan produk-produk jasa keuangan. Informasi tersebut dilakukan secara profesional dengan mengumpulkan data akurat terkait dengan produk keuangan, sehingga market aggregator dapat dijadikan sebagai sumber informasi akurat bagi masyarakat terkait dengan produk keuangan. Fintech ini juga akan membantu masyarakat dalam memutuskan untuk memilih suatu produk keuangan. 

5. Digital Payment System

Salah satu layanan populer ini juga merupakan bagian dari fintech. Digital payment system yang biasa kita kenal dengan teknologi pembayaran digital atau dompet digital menyediakan pelayanan pembayaran tanpa harus menggunakan uang tunai. 

6. Micro Financial Service 

Jenis fintech yang satu ini dapat digolongkan sebagai platform penyedia modal usaha dan layanan keuangan, namun ditargetkan khusus kepada masyarakat kalangan kelas menengah kebawah yang tidak mendapatkan akses untuk melakukan transaksi keuangan di bank. Microfinancing banyak dimanfaatkan oleh usaha-usaha mikro untuk memperoleh modal dalam mengembangkan usahanya. 

Apa Saja Kelebihan dan Manfaat Fintech?

Segala hal yang berbau teknologi pastinya mengutamakan kemudahan, efisiensi dan efektivitas. Begitu juga dengan fintech dimana keseluruhan transaksi keuangan dapat dilakukan dengan mudah dimana saja dan kapan saja.

1. Kemudahan layanan transaksi keuangan

Kelebihan utama yang menjadi daya tarik fintech adalah tersedianya berbagai macam transaksi keuangan yang dapat dilakukan dengan lebih mudah. Kehadiran fintech telah merubah cara-cara konvensional dalam transaksi keuangan, seperti perbankan digital, pembayaran digital, investasi online, pinjaman dana, bahkan penggalangan dana pun dapat dilakukan secara online. Seluruh transaksi keuangan sekarang bisa dilakukan hanya dengan menggunakan smartphone, dimana saja dan kapan saja.

2. Meningkatkan Dunia Usaha dan UMKM di Indonesia

Sekarang banyak bermunculan ide-ide usaha berbasis digital atau biasa disebut startup yang melakukan inovasi dan menyediakan layanan keuangan digital berbasis fintech. Selain itu UMKM sebagai salah satu tonggak penopang perekonomian Indonesia, dengan menerapkan fintech UMKM dapat terbantu dengan melakukan pemasaran hasil produksinya dengan menggunakan layanan digital. UMKM juga dapat memperoleh pinjaman modal usaha melalui pinjaman dana untuk mengembangkan usahanya.

3. Mendukung gerakan inklusi keuangan

Inklusi keuangan adalah kondisi dimana setiap masyarakat dapat mengakses produk-produk keuangan. Dengan hadirnya fintech di tengah masyarakat, siapa saja dapat mengakses produk-produk keuangan dengan lebih mudah, sehingga inklusi keuangan dapat tercapai. 

4. Mengurangi pinjaman berbunga tinggi

Kelebihan dari fintech yang paling besar dirasakan adalah masyarakat dapat beralih dari pinjaman-pinjaman berbunga besar ke pinjaman dana dari perusahaan-perusahaan fintech. Pinjaman online seperti Kredit Pintar memang terkenal memberikan bunga pinjaman yang rendah, sehingga tidak memberatkan masyarakat. Selain itu sistem pinjaman dana bersifat lebih transparan dengan kejelasan mengenai biaya-biaya dan jumlah yang harus dibayarkan saat pengembalian pinjaman di awal.

Bagaimana Cara Cek Fintech Legal atau Ilegal?

Berbicara masalah keuangan, istilah legalitas merupakan hal yang sensitif. Berkembangnya fintech di Indonesia tidak berarti semua perusahaan fintech aman. Cara cek fintech legal atau ilegal adalah dengan mengakses laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melihat daftar perusahaan fintech yang telah memperoleh izin OJK. Itulah cara cek fintech legal atau ilegal paling mudah.

kredit pintar
mobile-closeKredit PintarDownload