9+ Tips Jualan Online untuk Milenial

15 Feb 2021 by Kredit Pintar, Last edit: 19 Aug 2022

Tidak dapat dipungkiri lagi, pandemi corona yang mewabah di Indonesia setahun belakangan ini memang berdampak pada semua lini kehidupan. Agar tetap dapat bertahan, kamu harus pintar-pintar mencari celah atau peluang, salah satunya adalah dengan jualan online.

Mengapa harus jualan online? Pertama, karena saat ini semua serba digital, jualan online lebih praktis dan mudah. Kedua, berjualan online tanpa harus bertemu langsung dengan pembeli, dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona

Jadi, jualan online adalah kunci jawaban tetap menghasilkan uang di tengah krisis ekonomi akibat pandemi. Kendati demikian, masih banyak toko online yang bangkrut,lho. Nah, agar jualan online bisa laris manis dan berkembang pesat, maka Kamu harus menyimak 10 tips mudah berikut ini!

1. Kenali nilai unik dari produk yang hendak dijual

Penting sekali mengenali apa kelebihan produk yang hendak Kamu jual.  Memilih produk jualan tidak boleh asal, harus benar-benar dipikirkan secara matang, apakah keunikan produkjualanmu yang tidak ada di kompetitor?

Untuk menjawab ini, Kamu bisa memposisikan menjadi seorang pembeli terlebih dahulu.

2. Bangun brand awareness dengan membuat website toko online sendiri

Pembuatan website bagi toko online mempunyai banyak keuntungan, seperti :

  1. bisa mendesain web sesuai branding yang diinginkan, sehingga keunikan produk jualan dapat ditonjolkan.
  2. memegang kendali atas traffic penjualan sendiri, misalnya data penjualan, demografi pembeli dan model produk yang paling disukai pelanggan.
  3. segala bentuk pemasaran produk menjadi lebih mudah dilakukan.

3. Jual di banyak marketplace

Selain berjualan di web toko online sendiri, Kamu juga harus gentar memasarkan produk di beberapa marketplace. Seperti Tokopedia, JD.id, Shoppe, dan sebagainya.

4. Gunakan foto produk yang menarik

Foto merupakan magnet pada produk yang dijual. Orang akan lebih tertarik membeli produk jika gambarnya jelas. Tidak perlu memotret produk dengan kamera mahal, cukup perhatikan pencahayaan ruangan, sehingga hasilnya tidak buram, tidak ngeblur dan jelas.

5. Aktif di media sosial

Meskipun sudah memajang jualan di website toko atau melalui marketplace, Kamu juga perlu memasarkan jualan di media sosial. Kamu bisa memanfaat fitur adsense yang tersedia di Facebook, Google, Youtube atau Instagram. Kamu juga bisa membuat URL toko online dan membaginya di chat WA, FB atau lainnya.

6. Gencar promosi offline

Berjualan online bukan berarti melupakan cara konvensional, ya. Kamu juga bisa memasarkan produk secara offline, seperti menawarkan pada keluarga, teman terdekat atau membuka stand di depan rumah.

7. Mengatur ketersediaan produk

Mengatur laju penjualan juga perlu Kamu lakukan. Sebaiknya rekrut pekerja yang khusus untuk mencatat semua persediaan barang. Sehingga barang yang sudah habis  dapat ditandai.

Jika perlu carilah distributor yang selalu memperbarui daftar stok barang, agar Kamu tidak lagi repot bertanya apakah barang available atau tidak?

8. Buat berbagai promo menarik

Saat ini sedang ngetren HARBOLNAS alias hari belanja online nasional yang menjadi ajang melakukan promo besar-besaran. Di momen seperti itu, Kamu bisa menawarkan promo untuk menghabiskan stok barang.

Mainkan psikologis konsumen dengan permainan kata “promo”, misalnya “Buy 1 Get 1” atau “Gratis ongkir setiap belanja Rp. 50000” dan lainnya.

9. Deskripsikan produk dengan menarik

Jelaskan produk yang dijual secara spesifik, termasuk manfaat dan material pembuatannya tersebut. Dalam membuat deskripsi produk, gunakan kalimat superlatif beserta bukti nyatanya.

10. Kemas pesanan dengan aman

Sepele namun mengemas barang yang dijual dengan asal-asalan akan merugikan toko online Kamu sendiri. Sebab barang yang dikirim tidak aman dan berisiko rusak. Jika barang cacat, jangan heran kalau pelanggan akan memberikan penilaian buruk pada toko online-mu.

Bungkus produk yang dijual menggunakan bubble wrap sebelum dimasukkan ke dalam kardus. Jika perlu, lapisi kardus dengan lakban atau plastik agar terhindar dari cipratan air. Jika produk berukuran cukup besar, manfaatkan styrofoam agar isi paket tidak terguncang. Jangan lupa, sertakan logo “fragile” pada setiap kemasan yang dikirim. Agar kurir pengiriman lebih berhati-hati memperlakukan barang jualanmu.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

19 Aug 2022
mobile-close
Pinjam kilat 20 juta!Download