Apa itu Redenominasi Rupiah dan Apakah Akan Terjadi di 2026?

05 Jan 2026 by Kredit Pintar., Last edit: 05 Jan 2026

Redenominasi rupiah sering muncul di berita dan percakapan masyarakat, terutama saat pemerintah membahas perubahan kebijakan ekonomi jangka panjang. Istilah ini kadang membuat bingung, karena terdengar seperti kebijakan besar yang bisa langsung mempengaruhi dompet kita. Namun sebenarnya, redenominasi adalah hal yang lebih sederhana daripada yang dibayangkan banyak orang.

Secara garis besar, redenominasi adalah langkah menyederhanakan angka nominal mata uang tanpa mengubah nilai atau daya belinya. Tujuannya bukan untuk “memotong uangmu”, tetapi agar angka yang dipakai dalam transaksi menjadi lebih ringkas dan mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat.

Redenominasi Itu Sebenarnya Apa?

Bayangkan sekarang kamu melihat harga sebuah nasi goreng Rp25.000. Kalau suatu saat redenominasi dilakukan dengan skala pengurangan tiga nol, harga itu akan tampil sebagai Rp25. Tidak ada perubahan daya beli. Kamu tetap bisa membeli nasi goreng itu dengan nilai yang sama seperti sebelumnya.

Prinsip yang harus diingat adalah bahwa redenominasi tidak mengubah nilai uangmu. Uang yang kamu miliki tetap bernilai sama. Hanya penulisan nominalnya saja yang “dipermudah” supaya lebih ringkas. Ini mirip ketika kita mengubah format angka laporan dari 1.000.000 menjadi 1.000 agar tabel dan hitungan tidak terlalu panjang.

Tujuan utamanya adalah menyederhanakan angka di berbagai sistem, mulai dari struk belanja, laporan keuangan, sistem kasir, hingga data statistik besar yang sering memakai angka panjang. Dengan angka yang lebih ringkas, kesalahan input data bisa berkurang dan proses administrasi jadi lebih efisien.

Baca juga: Sejarah Uang dan Perkembangannya dari Waktu ke Waktu

Redenominasi Bukan Pemotongan Nilai Uang

Kadang orang mengira redenominasi sama dengan pemotongan nilai uang atau sanering. Ini tidak benar.

Sanering berarti pengurangan nilai uang secara langsung sehingga daya belinya turun, dan ini biasanya berdampak negatif. Redenominasi justru tidak merubah nilai uang atau daya beli, sehingga tidak ada saldo tabungan yang hilang atau berkurang karena kebijakan ini. Yang berubah hanya cara penulisan dan penyebutan angka.

Kalau kamu menemukan informasi yang mengatakan bahwa uangmu akan “dipotong” atau “berkurang” karena redenominasi, kemungkinan besar itu adalah misinformasi atau hoaks.

Apa Kabar Terbaru Tentang Redenominasi Rupiah di 2026?

Hingga akhir 2025, redenominasi rupiah belum diterapkan sebagai kebijakan yang berlaku secara langsung. Redenominasi masih dalam tahap wacana, kajian, dan persiapan regulasi. Pemerintah dan DPR diketahui telah memasukkan isu ini dalam sejumlah dokumen perencanaan struktural jangka panjang, dengan target pembahasan regulasi di rentang tahun mendatang.

Beberapa hal yang bisa kamu pahami dari diskusi publik dan kebijakan terbaru adalah:

  • Pemerintah secara resmi menempatkan redenominasi sebagai opsi dalam agenda reformasi ekonomi jangka menengah.
  • Masih diperlukan pengesahan melalui undang‑undang dan serangkaian tahap teknis lainnya sebelum redenominasi bisa diberlakukan.
  • Belum ada tanggal pasti pelaksanaan bagi masyarakat umum.

Intinya, sampai akhir 2025 belum ada perubahan riil dalam peredaran uang di masyarakat. Rupiah yang kamu pegang sekarang tetap berlaku dan berlaku normal untuk semua transaksi seperti biasa.

Baca juga: Cara Mendapatkan Uang dari Internet Untuk Pemula

Bagaimana Redenominasi Akan Bekerja Jika Diterapkan?

Kalau suatu saat nanti redenominasi benar‑benar dijalankan, biasanya prosesnya berjalan bertahap dan terstruktur agar masyarakat tidak kaget. Beberapa hal yang mungkin terjadi adalah:

Transaksi dengan dua format angka

Di awal masa transisi, harga barang bisa ditampilkan dalam dua format: nominal lama dan nominal baru. Ini untuk membantu masyarakat terbiasa membaca angka baru.

Penyesuaian sistem elektronik

Semua sistem kasir, aplikasi keuangan, laporan bank, e‑wallet, dan sistem pembayaran akan diperbarui agar sesuai dengan skala angka baru.

Konversi saldo tabungan dan utang

Saldo tabungan, deposito, dompet digital, dan utang akan dikonversi secara otomatis mengikuti skala baru tanpa mengubah nilainya.

Pengawasan harga dan pembulatan

Seringkali aturan mengenai pembulatan harga menjadi penting agar tidak terjadi lonjakan harga kecil yang merugikan konsumen saat nominal baru diimplementasikan.

Misalnya, saldo di rekening yang sebelumnya tampil sebagai Rp1.500.000 akan berubah menjadi Rp1.500 jika tiga nol dihilangkan. Namun, nilainya tetap sama dan bisa dipakai sesuai kebutuhanmu.

Dampaknya Pada Kehidupan Sehari‑Hari

Kalau redenominasi diterapkan, dalam kehidupan sehari‑hari kamu akan lebih sering melihat angka yang jauh lebih ringkas. Ini bisa berdampak pada beberapa hal:

  • Belanja harian

Harga barang akan terlihat lebih kecil, tetapi nilainya sama seperti sebelumnya. Awalnya ini bisa menimbulkan kebingungan, tetapi lama‑lama tangan dan mata akan terbiasa.

  • Pengelolaan keuangan

Untuk pencatatan anggaran atau pembukuan, angka yang lebih ringkas bisa membuat laporan menjadi lebih mudah dibaca. Misalnya angka gaji, tabungan, atau pengeluaran.

  • Transaksi digital

Sistem pembayaran digital dan aplikasi keuangan perlu diperbarui mengikuti skala baru. Ini mungkin memerlukan pembaruan aplikasi dan penyesuaian tampilan.

Pelaku usaha juga perlu menyesuaikan sistem kasir, daftar harga, invoice, dan laporan keuangan agar sesuai dengan angka baru. Untuk UMKM, perubahan ini lebih ke tahap adaptasi sederhana, tapi tetap perlu direncanakan agar tidak membingungkan pelanggan.

Baca juga: Ini Cara Pinjam Uang di Aplikasi DANA

Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hoaks Redenominasi

Isu redenominasi sering dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoaks. Misalnya kabar bahwa uang kertas baru akan beredar mulai bulan ini, atau ada tautan pendaftaran agar kamu bisa menukar uangmu. Pola semacam ini sering dibuat agar orang tertarik memasukkan data pribadi seperti KTP, PIN, atau OTP.

Untuk melindungi dirimu, selalu perhatikan untuk berhati-hati.

  • Jangan klik tautan yang tidak resmi yang menjanjikan penukaran uang.
  • Jangan bagikan data sensitif seperti PIN, OTP, atau nomor rekening kepada pihak yang mengatasnamakan redenominasi.
  • Cek selalu kanal resmi pemerintah atau bank sentral untuk informasi valid.

Redenominasi dilakukan lewat kebijakan resmi yang diumumkan berkali kali melalui instansi yang berwenang, bukan lewat tautan acak atau pesan berantai.

Masyarakat diimbau tidak panik atau terpengaruh isu yang tidak valid. Jika redenominasi terjadi, kamu tidak akan dirugikan. Yang penting adalah kesiapan mental dan adaptasi.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman daring bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya. 

05 Jan 2026
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download