Hati-hati, Inilah 5 Ciri Toxic Success

10 Aug 2021 by Laruan, Last edit: 09 Aug 2021

Memiliki tujuan hidup untuk mencapai sebuah kesuksesan memang sangat penting. Sayangnya, tujuan tersebut bisa membuat kita mengalami sindrom toxic success.

Obsesi kesuksesan yang berbahaya atau toxic success adalah sindrom yang membuat Sobat Pintar memiliki rasa obsesi yang berlebihan. Untuk mengetahui lebih banyak lagi mengenai sindrom yang satu ini, yuk baca artikel ini.

Hati-hati, Inilah 5 Ciri Toxic Success

Apa Itu Toxic Success?

Istilah tersebut pertama kali ditulis oleh seorang psikolog Paul Pearsall pada tahun 2002 yang dijelaskan pada bukunya yang berjudul “Toxic Success: How to Stop Striving and Start Thriving.”

Hingga saat ini, hasil dari buah pemikiran Paul Pearsall mengenai obsesi kesuksesan yang berbahaya masih berlaku hingga saat ini dan masih diperbincangkan oleh para ahli psikolog dan masyarakat.

Berdasarkan penjelasan di dalam buku tersebut, obsesi kesuksesan yang berbahaya adalah sebuah perasaan yang dimana individu tidak pernah puas terhadap apa yang sudah dicapai, meskipun telah mendapat banyak kesuksesan.

Pernyataan selanjutnya yang dicantumkan pada buku tersebut, beberapa orang akan mengorbankan banyak hal untuk mencapai sebuah kesuksesan yang ingin dicapai.  Seperti menjaga work life balance atau waktu olahraga,

Selain kedua hal tersebut, tak jarang mereka yang obsesi kesuksesan yang berbahaya sering mengorbankan kehidupan pribadinya seperti tidak bersosialisasi atau tidak dekat dengan anggota keluarganya.

Perilaku-perilaku sering kita lihat pada kehidupan kerja saat ini. Ditambah, adanya tuntutan pekerjaan yang mengharuskan pekerja untuk bekerja dengan cepat.

Penyebab Adanya Obsesi Kesuksesan Yang Berbahaya

Biasanya, rasa ingin mencapai kesuksesan dipengaruhi oleh orang tua, suami, istri, atau anak-anak mereka yang menyebabkan rasa obsesi untuk sukses muncul. Selain hal ini, media sosial juga menjadi patokan seseorang untuk berperilaku lebih dan ingin menjadi lebih unggul.

Meskipun era digitalisasi ini sangat membantu kehidupan kita sehari-hari, ternyata bisa membuat kita merasa insecure dengan kualitas diri kita sendiri.

Waspadai 5 Ciri Toxic Success

Lalu, bagaimana cara mengetahui jika kita mengalami obsesi kesuksesan yang berbahaya? Berikut adalah 5 cirinya:

  1. Sangat Ambisius Untuk Mencapai Impian

Ambisi memiliki dua dampak pada hidup kita, positif dan negatif. Kedua dampak ini tergantung dari takaran Sobat Pintar melakukan kegiatan tersebut.

Jika Sobat Pintar memiliki ambisi yang sangat berlebihan hingga merugikan orang-orang sekitar, maka ambisi tersebut adalah negatif. Jika Sobat Pintar memiliki ambisi untuk mencapai sesuatu dengan terorganisir dan memperhatikan sekeliling Sobat Pintar tanpa merugikan orang, maka ambisi tersebut adalah hal yang positif.

Perlu Sobat Pintar ingat, ambisi yang negatif akan membuat Sobat Pintar merasa frustasi jika Sobat Pintar merasa hasil yang ingin dicapai tidak sesuai dengan ekspektasi. Maka dari itu, Sobat Pintar juga harus lebih realistis terhadap kehidupan.

  1. Menjadi Tolak Ukur Kebahagiaan

Disaat Sobat Pintar sedang mengalami obsesi kesuksesan yang berbahaya, secara tidak sadar Sobat Pintar akan menggantungkan semua rasa kebahagiaan Sobat Pintar pada kesuksesan yang menjadi dambaan Sobat Pintar.

Padahal, belum tentu juga kan kesuksesan itu membawa Sobat Pintar pada kebahagiaan? Hidup itu penuh dengan rintangan, terkadang kita bisa berada di atas atau dibawah. Nikmatilah rintangan perjalanan hidup Sobat Pintar. Dengan menggantungkan kebahagiaan pada hasil akhir, akan meninggalkan luka yang sangat dalam untuk Sobat Pintar.

  1. Menganggap Sebagai Sebuah Perlombaan

Biasanya, orang yang sedang dalam obsesi kesuksesan yang berbahaya ini memiliki tujuan untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa dia bisa menjadi lebih baik dan unggul dibandingkan orang-orang disekitarnya. 

Kesuksesan itu bukanlah sebuah perlombaan yang memaksa Sobat Pintar untuk lebih unggul dibandingkan orang lain. Jalan menuju kesuksesan membutuhkan proses yang sangat panjang dan melelahkan. Jika Sobat Pintar menakar sebuah kesuksesan ini sebagai sebuah perlombaan, maka Sobat Pintar harus siap merasakan rasa lelah dan sedih jika tidak memenangkan perlombaan tersebut.

  1. Tidak Merasa Puas

Biasanya mereka yang obsesi kesuksesan yang berbahaya cenderung merasa tidak puas, meskipun tujuan yang ingin dicapai sudah didapatkan. Kenapa bisa begitu? Sebab, jika Sobat Pintar sudah mencapai tujuan akhir, Sobat Pintar akan menginginkan hal-hal yang lebih banyak lainnya.

Pada akhirnya, hal ini akan membuat Sobat Pintar kurang bersyukur dengan apa yang sudah Sobat Pintar miliki.

  1. Kurang Bersosialisasi

Terlalu fokus terhadap kesuksesan akan membuat Sobat Pintar kurang bersosialisasi. Padahal, bersosialisasi sangatlah penting untuk mendapatkan koneksi dan ilmu dari orang-orang lain yang dapat membantu Sobat Pintar mencapai tujuannya.

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain untuk keberlangsungan hidupnya. Jika Sobat Pintar mengabaikan atau bahkan mengorbankan hubungan sosial, maka bersiap-siaplah untuk merasa kesepian saat mencapai kesuksesan.

Cara Mengatasi

Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi obsesi kesuksesan yang berbahaya yang dilansir dari Forbes.

  1. Apa arti sukses bagi menurutmu

Cara mengatasi obsesi kesuksesan yang berbahaya yang pertama adalah, mengetahui arti sukses menurut Sobat Pintar sendiri. 

Tanyakan kepada diri sendiri, apakah kesuksesan itu dapat membawa Sobat Pintar dalam kebahagiaan? Atau, apakah kesuksesan itu benar-benar hal yang ingin Sobat Pintar capai dalam hidup?

Pahamilah arti kesuksesan menurut Sobat Pintar, dan tentukan apakah hal yang terpenting di dalam hidup Sobat Pintar adalah kesuksesan atau sebuah kebahagiaan.

  1. Fokus pada tujuan Sobat Pintar, bukan orang lain

Mereka yang mengalami sindrom obsesi kesuksesan yang berbahaya cenderung memiliki sifat yang kompetitif. Mereka akan selalu ingin menjadi orang yang lebih baik dan lebih unggul, sehingga mereka bisa melakukan cara apapun untuk mencapai tujuan akhir mereka.

Mengetahui tujuan hidup yang sebenarnya, bisa menjadi cara mengatasi sindrom obsesi kesuksesan yang berlebihan. Jangan membandingkan kualitas hidup Sobat Pintar dengan orang lain. Jadilah diri sendiri dan fokus pada tujuan Sobat Pintar sekarang.

  1. Menjaga hubungan baik

Seseorang yang terobsesi dengan kesuksesan cenderung tidak peduli dengan kehidupan sekitar ataupun dunia sosialnya. Perilaku ini membuat Sobat Pintar menjadi kepribadian yang tidak peduli dan tidak bisa menjaga hubungan dengan orang lain.

Kenapa bisa begitu? Untuk mencapai kesuksesan yang diimpikannya, mereka akan melakukan cara apapun meskipun membuat sebuah hubungan yang dekat dengan orang terdekat menjadi lebih renggang.

Ingatlah di awal pembahasan artikel ini, manusia itu merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian, kita harus hidup berdampingan dengan orang lain untuk menjadi manusia seutuhnya.

Jagalah hubunganmu dengan keluarga, teman, dan rekan kerja. Suatu saat, Sobat Pintar akan membutuhkan mereka sebagai sandaran dikala Sobat Pintar sedih.

Semoga dengan penjelasan mengenai obsesi kesuksesan yang berbahaya ini, Sobat Pintar bisa terhindar dari sindrom yang satu ini. 

Menjadi seorang yang sukses merupakan sebuah dambaan dari semua orang. Namun, Sobat Pintar harus tetap rendah hati dan lebih realistis dalam menjalani perjalanan karir pekerjaan. Jangan sampai mengorbankan hal-hal penting di dalam hidup Sobat Pintar, seperti menjaga hubungan dengan rekan kerja dan keluarga. Semoga, artikel mengenai toxicsuccess ini bermanfaat untuk Sobat Pintar!

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
09 Aug 2021
Pinjam kilat 20 juta!Download