Pengertian Depresiasi, Metode Perhitungan, dan Contohnya

27 Apr 2026 by Kredit Pintar., Last edit: 27 Apr 2026

Sobat Pintar, dalam dunia bisnis dan akuntansi, istilah depresiasi merujuk pada proses pengalokasian biaya perolehan aset tetap berwujud secara sistematis selama masa manfaatnya. Secara sederhana, depresiasi adalah penurunan nilai aset fisik seperti kendaraan, mesin, atau bangunan seiring berjalannya waktu akibat penggunaan, keusangan, atau kemajuan teknologi.

apa itu depresiasi

Memahami depresiasi penting bukan hanya bagi akuntan, tetapi juga bagi pemilik bisnis dan individu. Depresiasi memengaruhi laporan keuangan, besaran pajak yang harus dibayar, hingga keputusan investasi. Mari kita bahas secara lengkap mulai dari metode perhitungan, contoh, hingga regulasi yang berlaku di Indonesia.

Metode Perhitungan Depresiasi dan Contohnya

Sobat Pintar, ada beberapa metode depresiasi yang umum digunakan. Pemilihan metode tergantung pada jenis aset dan kebijakan perusahaan.

Metode Garis Lurus (Straight-Line)

Metode paling sederhana dan paling sering digunakan. Rumusnya: Depresiasi per Tahun = (Harga Perolehan – Nilai Residu) / Masa Manfaat. Contoh: perusahaan membeli mesin seharga Rp100 juta dengan masa manfaat 10 tahun dan nilai residu Rp0, maka depresiasi per tahun adalah Rp100 juta / 10 = Rp10 juta. Metode ini menghasilkan beban penyusutan yang sama setiap periode, cocok untuk aset yang manfaatnya merata sepanjang usia ekonomis.

Metode Saldo Menurun (Declining Balance)

Metode ini mempercepat penyusutan sehingga beban lebih besar di tahun-tahun awal dan semakin kecil di tahun berikutnya. Tarif saldo menurun ganda dihitung dengan rumus: 2 x (100% / masa manfaat). Metode ini sesuai untuk aset yang lebih produktif di awal masa pakainya, seperti kendaraan operasional atau peralatan teknologi yang cepat usang.

Metode Unit Produksi

Penyusutan dihitung berdasarkan jumlah unit yang diproduksi atau jam penggunaan. Rumusnya: (Jumlah Unit Diproduksi / Total Kapasitas Unit) x (Harga Perolehan – Nilai Residu). Metode ini cocok untuk mesin produksi yang tingkat penggunaannya bervariasi dari periode ke periode.

Baca juga: 3 Cara Menghitung Penyusutan dengan Mudah

Regulasi Depresiasi dalam Perpajakan Indonesia

Sobat Pintar, dalam perpajakan Indonesia, ketentuan depresiasi diatur dalam UU PPh Pasal 11 dan PMK No. 72 Tahun 2023. Ada perbedaan penting antara depresiasi akuntansi (komersial) dan depresiasi fiskal (perpajakan) yang perlu kamu pahami.

depresiasi adalah

Dalam perpajakan, harta berwujud bukan bangunan dibagi menjadi 4 kelompok:

•   Kelompok 1 (masa manfaat 4 tahun): tarif garis lurus 25%, tarif saldo menurun 50%. Contoh: komputer, printer, peralatan kantor ringan.

•   Kelompok 2 (masa manfaat 8 tahun): tarif garis lurus 12,5%, tarif saldo menurun 25%. Contoh: kendaraan operasional, mesin ringan.

•   Kelompok 3 (masa manfaat 16 tahun): tarif garis lurus 6,25%, tarif saldo menurun 12,5%. Contoh: mesin berat, kapal.

•   Kelompok 4 (masa manfaat 20 tahun): tarif garis lurus 5%, tarif saldo menurun 10%. Contoh: mesin-mesin berat tertentu.

Untuk bangunan, tarif depresiasi adalah 5% per tahun (masa manfaat 20 tahun) untuk bangunan permanen dan 10% per tahun (masa manfaat 10 tahun) untuk bangunan tidak permanen. Bangunan wajib menggunakan metode garis lurus. Perbedaan antara depresiasi komersial dan fiskal ini menimbulkan koreksi fiskal saat menyusun laporan pajak.

Baca juga: Berbagai Perhitungan dalam Akuntansi Perpajakan

Faktor yang Memengaruhi Depresiasi dan Manfaatnya

Sobat Pintar, beberapa faktor utama yang menentukan besarnya depresiasi suatu aset perlu kamu pahami agar perhitungan lebih akurat.

•   Harga perolehan: mencakup seluruh biaya hingga aset siap digunakan, termasuk harga beli, pajak, ongkos kirim, dan instalasi. Semakin mahal harga perolehan, semakin besar depresiasi tahunannya.

•   Nilai residu: estimasi nilai sisa aset setelah masa manfaat berakhir. Semakin tinggi nilai residu, semakin rendah depresiasi per tahun.

•   Masa manfaat: estimasi berapa lama aset bisa digunakan secara produktif. Bisa beberapa bulan hingga lebih dari 20 tahun tergantung jenis aset.

•   Intensitas pemakaian: mesin yang beroperasi 24 jam per hari akan menyusut lebih cepat dibandingkan mesin yang hanya digunakan beberapa jam.

•   Kemajuan teknologi: aset bisa menjadi usang lebih cepat akibat inovasi teknologi baru.

Memahami depresiasi memberikan banyak manfaat: alokasi biaya yang lebih akurat dalam laporan keuangan, pengurangan beban pajak karena depresiasi diizinkan sebagai pengurang penghasilan (tax shield), perencanaan penggantian aset yang lebih baik, dan pengambilan keputusan investasi yang lebih bijak. Selain depresiasi aset, istilah depresiasi juga dikenal dalam konteks mata uang, yaitu penurunan nilai tukar mata uang terhadap mata uang lain melalui mekanisme pasar, yang berbeda dari devaluasi yang merupakan kebijakan disengaja pemerintah.

Baca juga: Book Value Equity: Pengertian, Perhitungan, dan Contohnya

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman daring bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

27 Apr 2026
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download