Apa itu Obat Harga Covid-19 Favipiravir dan Harganya

25 May 2022 by Laruan, Last edit: 29 May 2022

Covid-19 sejak tahun 2020 silam telah menjadi virus yang berbahaya dan telah menelan banyak korban. Mengingat virus satu ini merupakan virus yang cukup berbahaya, pemberian obatnya pun tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Nah, dalam hal mengatasi pandemi Covid-19 ini, obat Covid-19 favipiravir digunakan sebagai alternatif di beberapa rumah sakit rujukan.

Covid-19 Favipiravir

Sudah tahukah kamu mengenai favipiravir ini? Untuk mengenal lebih jauh mengenai obat Covid-19 favipiravir, di bawah ini sudah ada rangkaian penjelasannya. Langsung simak yuk selengkapnya. 

Baca juga: Vaksin Anak Untuk Mencegah Virus Covid-19 

Apa itu Favipiravir?

Obat Covid-19 favipiravir adalah jenis obat antivirus yang dipakai untuk mengatasi jenis virus influenza. Contohnya seperti influenza A (penyebab flu burung dan flu babi), influenza B, serta influenza C. Favipiravir menjadi turunan obat pyrazine carboxamide yang bekerja melawan virus RNA dengan cara menghambat enzim polimerase supaya virus tak bisa berkembang biak. 

Obat satu ini beredar di pasaran dengan merek dagang Avigan dan Avifavir. Secara khusus, favipiravir dipakai sebagai panduan terapi Covid-19 di Indonesia. Dengan demikian, favipiravir digolongkan sebagai drug repurposing atau obat yang sudah beredar untuk indikasi baru seperti Covid-19. 

Apa itu Favipiravir

Sebenarnya, obat Covid-19 favipiravir bukanlah obat baru. Favipiravir sebelumnya sudah dikembangkan di Jepang untuk obat anti influenza, hanya saja masa paten obat tersebut sudah habis. Kemudian, beberapa industri farmasi dari India, China, hingga Rusia mulai memproduksi obat ini dengan merek yang berbeda dan secara khusus dipakai untuk Covid-19. Akhirnya Favipiravir pun mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) untuk beberapa negara. 

Baca juga: Pengertian, Penyebab, dan Ciri Demam Berdarah 

Favipiravir Harganya Berapa?

Melihat fungsinya yang begitu penting untuk terapi Covid-19, tidak mengherankan jika obat Covid-19 favipiravir mulai banyak dicari. Tidak sedikit pula yang penasaran dengan harga obat ini di pasaran. Dikutip dari situs sehatnegeriku.kemenkes.go.id, Menteri Kesehatan Indonesia telah menetapkan harga eceran tertinggi untuk obat di masa pandemi Covid-19.

Untuk obat favipiravir 200 mg (dengan kemasan tablet) ditetapkan dengan harga Rp22.500 per tabletnya. Namun, meski sudah ditetapkan dengan harga demikian, perlu kamu ketahui jika pemberian favipiravir harus mengikuti resep dokter. 

Favipiravir tidak secara mudah bisa diperoleh dengan bebas di pasaran. Oleh karenanya, masyarakat dihimbau supaya tidak menyalahgunakan atau mencari-cari obat satu ini. Terlebih ketersediaannya sangat terbatas dan hanya didistribusikan di beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19. 

Dosis dan Aturan Pakai Favipiravir

Terkait dengan dosis dan aturan pakai obat Covid-19 favipiravir, pemberian dilakukan dalam dosis 1.600 mg sebanyak 2 kali dalam sehari di hari pertama. Kemudian, dilanjutkan dengan 600 mg sebanyak 2 kali sehari di hari kedua hingga hari kelima. 

Secara khusus, obat favipiravir digunakan untuk dewasa saat ini penggunaannya dipertimbangkan sesuai dengan tingkat keparahan penyakit dan kondisi dari pasien. Mengingat studi pada binatang percobaan menunjukkan adanya abnormalitas pada janin, maka obat kategori ini tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh wanita hamil. 

Kemudian, belum diketahui juga apakah obat ini bisa menyerap ke ASI atau tidak. Sehingga, lebih disarankan bagi ibu menyusui untuk berkonsultasi pada dokter dulu jika ingin menggunakan obat satu ini. 

Peringatan dan Cara Penggunaan Favipiravir

Cara Penggunaan Favipiravir

Sebelum menggunakan obat Covid-19 favipiravir, ada beberapa peringatan yang harus diperhatikan oleh pasien. Beberapa peringatan tersebut diantaranya:

  • Jika memiliki riwayat alergi dengan obat favipiravir, lebih baik untuk tidak menggunakan obat satu ini.
  • Konsultasikan dengan dokter jika sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Bagi pria dan wanita yang masuk dalam usia subur, diharuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan intim, terutama saat menjalani pengobatan dengan favipiravir hingga 7 hari setelah mengonsumsi obat tersebut. Tujuannya supaya mencegah kehamilan yang bisa mengakibatkan kecacatan pada janin akibat efek samping. 
  • Konsultasikan dokter yang memiliki riwayat penyakit asam urat, gangguan mental, syok, infeksi jamur atau bakteri, hepatitis, asma, gagal nafas, tumor, hepatitis, dan TBC. 
  • Konsultasikan dengan dokter jika sedang menjalani cuci darah atau transplantasi organ. 
  • Beri tahu dokter pula jika kamu sedang menggunakan obat lain seperti obat herbal dan suplemen kesehatan.
  • Beri tahu dokter pula jika kamu punya riwayat kecanduan alkohol dan obat terlarang.
  • Apabila terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan favipiravir, segera hubungi dan temui dokter. 

Kemudian, berkaitan dengan cara menggunakannya, obat Covid-19 favipiravir hanya boleh digunakan sesuai dengan anjuran dari dokter. Pasien tidak boleh mengurangi atau menambah dosis, dan jangan sampai menggunakan obat lebih lama dari waktu yang telah dianjurkan.  

Konsumsi favipiravir bisa dikonsumsi bersama atau tanpa makanan. Akan tetapi, supaya mencegah terjadinya nyeri lambung, konsumsi obat ini sebaiknya dilakukan bersama makanan atau setelah makan. Disarankan konsumsi favipiravir dilakukan di waktu yang sama di setiap harinya dan pastikan ada jarak cukup antara pemberian dosis satu ke dosis berikutnya. 

Efek Samping Favipiravir

Efek Samping Favipiravir

Setiap obat pada dasarnya memiliki efek samping tersendiri, termasuk obat favipiravir. Efek samping yang dimiliki oleh favipiravir menyebabkan kecacatan janin dan penurunan kualitas sperma. Disamping itu, favipiravir juga bisa menimbulkan beberapa keluhan apabila dikonsumsi dalam dosis yang berlebihan. Efek samping tersebut diantaranya:

  • Menurunnya berat badan
  • Menurunnya kemampuan gerak tubuh
  • Muntah
  • Reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, bengkak di bibir dan kelopak mata, sulit bernapas.

Apabila kamu merasakan adanya reaksi atau efek samping yang telah disebutkan di atas, segera datangi dokter untuk mendapatkan penanganan khusus. Terlebih obat Covid-19 favipiravir tergolong sebagai obat yang konsumsinya perlu dalam pengawasan dokter. 

Interaksi Favipiravir dengan Obat Lain

Obat favipiravir memiliki penurunan efektivitas dan ada risiko terjadinya efek samping jika dikonsumsi dengan obat lainnya. Berikut ini adalah beberapa interaksi yang bisa terjadi antara favipiravir dan obat lainnya.

1. Penurunan Efektivitas Obat

Efektivitas favipiravir bisa menurun jika dikonsumsi bersamaan dengan obat amiodarone, atorvastatin, carbamazepine, chloroquine, cisapride, diclofenac, diltiazem, enzalutamide, erlotinib, ethinylestradiol, ifosfamide, dan lovastatin.

Selain obat-obat di atas, penurunan efektivitas favipiravir juga bisa terjadi bila dikonsumsi dengan ibuprofen, ketamine, ketorolac, piroxicam, lansoprazole, omeprazole, methadone, nicardipine, naproxen, repaglinide, teofilin, tretinoin, sorafenib, verapamil, serta warfarin.

2. Meningkatkan Risiko Efek Samping

Risiko efek samping penggunaan favipiravir bisa saja terjadi saat dikonsumsi dengan acyclovir, allopurinol, bisoprolol, benzylpenicillin, cefaclor, captopril, cefdinir, cefazolin, citrulline, digoxin, dexamethasone, estradiol, everolimus, famotidine, dan fexofenadine.

Lalu, efek samping juga bisa meningkat apabila favipiravir dikonsumsi dengan grazoprevir, indacaterol, hydrocortisone, lenvatinib, nintedanib, morfin, oseltamivir, quinidine, ranitidine, paliperidone, simvastatin, vincristine, tetracycline, serta zidovudine.

Demikianlah semua informasi terkait obat Covid-19 favipiravir yang secara khusus ditujukan untuk penanganan pasien yang terserang Covid-19. Seperti dalam penjelasan di atas, obat ini tergolong obat yang dikonsumsi dalam pengawasan, jadi tidak disarankan masyarakat luas untuk mengonsumsinya secara bebas atau bahkan tanpa konsultasi dengan dokter. 

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
29 May 2022
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download