Cara Menggunakan Pupuk NPK, Perhatikan Agar Tidak Merusak Tanaman

11 Mar 2024 by kreditpintar, Last edit: 12 Mar 2024

Memperhatikan cara menggunakan pupuk NPK untuk tanaman ternyata bermanfaat sekali. Pasalnya pupuk NPK sendiri mengandung bahan kimia, yang jika menggunakan secara berlebihan bisa malah merusak tanaman.

6a.jpg

Pada proses budidaya tanaman, pupuk merupakan salah satu faktor penting untuk kesuburan. Pupuk NPK merupakan salah satu jenisnya yang cukup populer untuk penggunaan skala besar.

Pupuk NPK terbuat dari kandungan nitrogen, phospat, dan juga kalium. Karena tergolong pupuk kimia, pengguna harus memperhatikan cara menggunakan pupuk NPK yang tepat dan pas sesuai kadar.

Baca juga: Sejarah Gojek dari Awal Hingga Kisah Sukses Perkembangannya

Fungsi dan Manfaat Pupuk NPK

Perlu Anda ketahui bahwa kandungan pada masing-masing unsur tersebut memiliki fungsi yang berbeda untuk perkembangan tanaman.

  1. Nitrogen (N) dapat membantu untuk menumbuhkan tanaman serta membuatnya menjadi lebih hijau lebat. Sehingga cepat panen dengan hasil yang baik;
  2. Phospat (P) berguna untuk menumbuhkan serta merangsang pembentukan bakal buah serta pembungaan pada tanaman. Phospat juga memiliki peran sebagai penyalur energi pada segala aktivitas metabolisme tanaman;
  3. Kalium (K), berguna untuk membantu menguatkan tanaman, mulai dari buah, batang, hingga kekebalan tanaman terhadap penyakit.

Itulah beberapa kandungan yang terdapat dalam pupuk NPK. Sebelum membahas bagaimana cara menggunakan pupuk NPK, ada baiknya membaca beberapa hal terkait manfaatnya untuk tanah dan tanaman.

1. Membantu Melancarkan Metabolisme Tanaman

Bukan hanya manusia, tapi tanaman juga melakukan metabolisme untuk membantu memberikan energi serta mempercepat proses pertumbuhan. Pupuk NPK bisa membantu membuat tanaman tumbuh lebih cepat ketimbang jenis lainnya.

2. Mengusir Hama

Hama merupakan musuh dari tanaman yang sering bikin petani gagal panen dengan maksimal. Pupuk NPK membantu melindungi tanaman dari ulat maupun gulma yang menempel ke tanaman.

Sehingga gizi yang diperoleh tanaman tetap maksimal dan bisa menjadikannya melakukan pertumbuhan dengan sempurna.

3. Melakukan Pembentukan Enzim dan Vitamin

Tanaman juga membutuhkan enzim serta vitamin di dalam menunjang pertumbuhannya. Nutrisi tersebut akan diperoleh dari cahaya matahari. Meski demikian, kadang matahari tidak bisa bersinar maksimal karena kondisi cuaca.

Oleh karenanya untuk mengatasi permasalahan tersebut, Anda bisa menggunakan pupuk NPK sebagai salah satu solusinya. 

4. Membantu Menguatkan Tanaman

Akibat curah hujan yang turun dengan lebat atau panas matahari yang terlalu terik, bisa membuat tanaman mudah rapuh. Akan tetapi, memberikan pupuk NPK seminggu sekali bisa membantu mengatasinya.

5. Melakukan Respirasi Tanaman

Hal penting lainnya untuk tanaman adalah proses respirasi. Yaitu aktivitas molekul oksigen yang berada di udara menghasilkan air, energi, serta karbon dioksida. Proses inilah yang bisa membuat tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Menggunakan pupuk NPK pada tanaman, bisa membantunya untuk melakukan respirasi. Selain itu, kandungan fosfor di dalam pupuk juga dapat membantu melakukan pembelahan sel dan melancarkan pernapasan tumbuhan yang berada di dalam tanah. 

6. Merangsang Pertumbuhan Akar

Pupuk NPK dapat membantu menggemburkan tanah, sehingga bisa membuat pertumbuhan akar menjadi semakin baik. Akar juga ternutrisi oleh kandungan di dalam pupuk, itulah yang membuatnya jadi kuat dan cepat tumbuh.

Baca juga: Mudah! Ini Cara Membuat Kincir Air

Mengenal Jenis Pupuk NPK dan Kandungannya

NPK merupakan salah satu jenis pupuk yang cukup populer di Indonesia. Para petani dalam menggarap sawah, menggunakan pupuk tersebut karena dinilai cukup efektif, terlebih untuk lahan yang luas.

Sebelum membahas cara menggunakan pupuk NPK, mari menyimak beberapa jenisnya terlebih dahulu. Jadi, pupuk NPK yang tersebar di pasaran, memiliki beberapa jenis.

1. Pupuk NPK Mutiara 16-16-16

Bentuk NPK jenis mutiara ini berupa butiran granul yang berwarna biru pudar. Seringkali, kemasan pupuk mutiara menggunakan plastik. Memiliki kandungan 5 unsur hara di dalamnya untuk membantu menyuburkan tanaman.

Unsur hara tersebut berupa 16% nitrogen, 16% kalium, 16 fosfat, 0,5% magnesium, dan 6 persen kalsium. Anda akan sering menjumpai pupuk NPK Mutiara 16-16-16 di kalangan pecinta tanaman hias.

Pupuk tersebut membantu merangsang pertumbuhan tanaman dengan cepat dan maksimal.

2. NPK Pak Tani 16-16-16

Jenis NPK ini merupakan produk dari negara Rusia yang memiliki kualitas tinggi serta membantu mempercepat pertumbuhan tunas, memaksimalkan hasil panen, serta membuat daun menjadi hijau lebat.

6b.jpg

3. Jenis NPK Phonska 15-15-15

Merupakan pupuk yang memiliki harga cukup terjangkau di pasaran ketimbang jenis lainnya. Hal ini karena merek tersebut merupakan salah satu jenis pupuk bantuan atau subsidi pemerintah.

6c.png

Saat ini pupuk Phonska tidak diperjual belikan secara bebas. Proses pendistribusian juga terjadi secara tertutup untuk kemudian dijual ke petani yang tergabung dalam kelompok tani terdaftar.

Terdapat beberapa kandungan di dalam pupuk Phonska, yaitu nitrogen 15%, kalium 15%, fosfat 15%, dan sulfur 10%. Pupuk Phonska ini memiliki bentuk butiran granul yang berwarna merah jambu ataupun merah seperti bata.

Teksturnya mudah larut di dalam air sehigga tanaman lebih cepat menyerap kandungan di dalamnya.

4. NPK Jenis Pelangi 16-16-16

Termasuk dalam golongan pupuk gabungan yang memiliki banyak sekali variasi sesuai dengan permintaan pelanggan dan kebutuhan tanaman. Jenis Pelangi ini merupakan penggabungan dari NPK dan pupuk Kaltim.

Untuk aplikasinya pupuk NPK Pelangi 16-16-16 diperuntukkan bagi tanaman jenis hortikultura. Meski demikian, cocok juga untuk semua jenis tanaman lainnya.

5. NPK Phonska Plus 15-15-15

Bentuk dari pupuk NPK Phonska Plus seperti butiran granul yang berwarna putih. Selain itu juga mudah larut ke dalam air yang menyebabkan kandungan dapat lebih mudah terserap oleh tanaman.

6. NPK 30-6-8

Merupakan salah satu produk gabungan antara NPK dan pupuk Kujang. Memiliki kandungan unsur hara berupa nitrogen sebesar 30 persen, fosfat 6 persen dan juga kalium sebesar 8 persen.

Cara Menggunakan Pupuk NPK Agar Tanaman Tidak Rusak

Cukup mudah, cara menggunakan pupuk NPK untuk tanaman yang pas ialah dengan melarutkannya di dalam air memakai perbandingan 10:1. Jadi, ketika menggunakan pupuk NPK sebanyak 10 gram, Anda bisa memakai 1 liter air.

  1. Siapkan wadah atau ember yang berisi air 1 liter di dalamnya;
  2. Tambahkan 10 gram atau setengah sendok pupuk NPK ke dalamnya dan larutkan;
  3. Apabila sudah larut, langkah selanjutnya ialah memakai cangkir kecil untuk melakukan penyiraman pupuk pada tanaman;
  4. Apabila tanaman berada pada polybag, maka jangan menyiramkan pupuk satu cangkir penuh, secukupnya saja;
  5. Hindari menyiram tanaman mengenai batang dan daun;
  6. Lakukan secara rutin seminggu sekali dan jangan melakukannya setiap hari.

Sebenarnya dalam menggunakan pupuk NPK bisa dengan dua cara, yaitu dikocor atau ditabur. Sistem kocor ialah dengan melarutkan pupuk NPK sebelum memberikannya kepada tanaman.

Sedangkan sistem tabur adalah dengan menaburkan saja di sekitar tanaman tanpa melarutkannya ke dalam air. Jika menilik keduanya tentang mana yang lebih efektif, sistem kocor merupakan langkah yang bagus.

Pasalnya kandungan di dalam pupuk akan lebih mudah terserap oleh tanaman. Jika menggunakan sistem tabur sebaiknya memastikan untuk lebih sering menyiram agar lebih mudah menyerap nutrisinya.

Sistem tabur akan lebih maksimal ketika petani lakukan di musim penghujan. Nah, itulah sederet informasi terkait dengan cara menggunakan pupuk NPK.

Baca juga: Begini Cara Mencari Tempat Makan Terdekat Yang Enak

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
12 Mar 2024
mobile-close
Pinjam kilat 20 juta!Download