5 Kepribadian dalam Mengatur Keuangan, Kamu Yang Mana?

11 Oct 2018 by Edwin

Kalau ngobrolin cara mengatur keuangan pribadi, setiap orang pasti punya cara masing-masing yang berbeda sesuai kepribadiannya. Cara orang mengatur keuangan pribadi harusnya sesuai dengan gaya hidup yang ingin mereka jalani beserta penyesuaian terhadap besarnya pemasukan. Menurut artikel yang dilansir Investopedia, ada 5 kepribadian dalam mengatur keuangan pribadi. Kira-kira, Sobat Pintar yang mana nih?


Si Konsumtif ?

Orang yang memiliki kepribadian konsumtif dalam mengatur keuangan pribadinya punya pola pikir “akan selalu ada cukup uang”. Kalangan ‘konsumtif’ ini suka tampil menggunakan outfit branded dan gadget masa kini demi menunjang fashun (baca: fashion) mereka. Si konsumtif bukanlah orang yang suka menawar dalam hal belanja; karena mereka gemar menampilkan statement kuat dalam gaya berpakaian mereka, menghabiskan uang bukan merupakan persoalan yang serius bagi mereka. Mereka menampilkan ciri khas melalui akun Instagram seperti foto full-body di depan cermin besar dengan clutch atau hand bag seharga 2 bulan makan siang yang menggantung di tangan.

Biasanya, orang dengan kepribadian konsumtif memiliki tingkat penghasilan cukup tinggi. Atau kalaupun pas-pasan, mereka terpengaruh dengan gaya hidup teman-teman di circle mereka. Dengan pola pikir demikian, mereka cenderung terbuai dalam rasa aman yang palsu saat dikelilingi harta. Meski demikian, dalam hal berinvestasi si konsumtif tidak takut menghadapi risiko yg besar karena mereka mengincar keuntungan yang besar pula.


Si Penghemat ?

Setelah membaca judul poin ini, jangan langsung percaya diri dan merasa “Wah, Aku banget nih!”.

Memang, si penghemat merupakan kepribadian yang berbeda 180 derajat dari si konsumtif. Bentuk kebahagiaan penghemat dalam mengatur keuangan adalah saat mereka melihat buku tabungan mereka. Kalau Sobat Pintar lebih suka melihat pakaian baru dalam lemari atau nominal dalam tabungan, nih?

Sifat si penghemat memang sudah hemat hingga ke tulang. Mereka menganut pola pikir sedia payung sebelum hujan; “Mumpung ada uang ya ditabung, siapa tau ada kebutuhan mendadak nanti”. Saat meninggalkan ruangan, biasanya si penghemat pasti memastikan dua kali kalau lampu sudah mati. Mereka hanya pergi ke pusat perbelanjaan kalau memang ada barang yang mereka butuhkan. Penghemat juga tidak peduli dengan komentar netizen soal gaya berpakaiannya yang dibilang B aja. Singkat kata, penghemat memang punya sifat konservatif yang alami dan jarang mengambil risiko yang besar dalam mengatur keuangan pribadinya, termasuk dalam hal investasi. Setelah ini Sobat Pintar bebas mau nge-judge sifat ini sebenarnya hemat atau pelit.


Si Tukang Belanja ?

Agak berbeda dengan si konsumtif, si tukang belanja cenderung mencari kepuasan dari kegiatan berbelanja — apalagi agenda belanja rutin. Mereka melihat berbelanja sebagai bentuk terapi untuk menghilangkan stress dan rasa penat. Keinginan mereka untuk berbelanja biasanya tak terbendung, meskipun mereka belanja untuk barang yang tidak mereka butuhkan. Pola pikir yang mereka anut adalah “Mumpung lihat, siapa tau besok-besok barangnya udah dibeli orang.”

Meski begitu, siasat si tukang belanja dalam mengatur keuangan pribadi masih terbilang logis. Dalam berbelanja, mata mereka jeli dalam mencari diskon atau promo yang ada. Tidak seperti si konsumtif, si tukang belanja selalu menawar setiap ada kesempatan. Namun dalam hal investasi, mayoritas tukang belanja memiliki pola pikir “nanti juga ada waktunya”.


Si Tukang Hutang ?

Tukang hutang itu adalah tukang belanja yang lepas kendali. Mereka tidak lagi berbelanja untuk melepas stress. Tidak banyak waktu yang mereka habiskan untuk mengatur keuangan pribadi mereka. Karena itulah mereka sering kali tidak tahu untuk apa dan kemana uang mereka pergi. Meski teman-temannya sudah menyampaikan sarkasme, “Buang-buang terus duitnya!” namun perkataan itu tidak mereka gubris.

Mereka juga konsumtif akut yang tidak bisa mengendalikan keinginan untuk berbelanja. Biasanya tukang hutang bisa disandingkan dengan peribahasa “Besar pasak daripada tiang”; mereka menghabiskan lebih banyak uang daripada yang mereka dapatkan. Sehingga seringkali mereka harus berhutang untuk menyambung hidup. Untuk investasi? Jangan tanya lagi, hutang aja belum dilunasi!


Si Investor ?

Seperti pola artikel yang lainnya, Save the best for the last. Sifat si investor yang sadar akan kondisi keuangan mereka membuat mereka dewasa dalam mengatur keuangan pribadi. Mereka tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan semata-mata karena mengikuti keinginan saja, dan akan memanfaatan waktu sebaik mungkin. Menarik napas panjang sebelum memutuskan dan berhati-hati saat mengambil langkah dalam mengatur keuangan sudah jadi kebiasaan yang mendarah daging, sampai ke pola pikir.

Tak peduli seberapa besar gaji mereka saat ini, si investor merupakan pribadi yang visioner. Sifat investor seperti ini disebabkan karena mereka tidak ingin terjebak dalam pusaran kapitalisme. Mereka ingin suatu hari nanti keuntungan dari investasi pasif mereka bisa menutup tagihan dan gaya hidup mereka. Gaya investasi mereka mencerminkan tujuan yang ingin mereka raih dalam hidup.


***

Sudah tahu yang mana tipe kepribadianmu dalam mengatur keuangan? Kalau Sobat Pintar menyadari ada ketimpangan dari tipe kepribadian lain dan tipe kepribadian investor, karena ya memang begitu.

Nah, sekarang pertanyaanya: apakah kepribadianmu dalam mengatur keuangan merugikanmu saat ini?

Kalau iya, Sobat Pintar masih bisa memperbaikinya kok. Nih, tipsnya buat masing-masing kepribadian:

    • Si Konsumtif — Kurangi belanja, tambah tabungan.
    • Si Penghemat — Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Apalagi sekarang sudah terbukti kalau hanya dengan menabung sebenarnya tidak akan memberikan keuntungan buatmu.
    • Si Tukang Belanja —Jangan membeli barang yang tidak Kamu butuhkan dengan uang yang tidak Kamu miliki.
    • Si Tukang Hutang — Mending fokus lunasi hutang dulu. Jangan tambah pengeluaran.
    • Si Investor — Tidak ada yang  perlu dikoreksi. Good job!

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

mobile-closeKredit PintarDownload