Pengertian dan Cara Menghitung Omset Untuk UMKM

26 Apr 2026 by Kredit Pintar., Last edit: 26 Apr 2026

Sobat Pintar, dalam dunia bisnis, istilah omset sering digunakan namun tidak jarang disalahartikan. Omset adalah total seluruh pendapatan kotor yang diperoleh dari hasil penjualan barang atau jasa dalam periode tertentu, sebelum dikurangi biaya operasional apapun. Dengan kata lain, omset menggambarkan berapa banyak uang yang masuk dari kegiatan penjualan, bukan berapa banyak keuntungan yang diperoleh.

omset adalah

Penting untuk dipahami bahwa omset tinggi tidak selalu berarti untung besar. Bisnis bisa memiliki omset miliaran rupiah tetapi tetap merugi jika pengeluarannya melebihi pemasukan. Oleh karena itu, memahami cara menghitung omset dan perbedaannya dengan profit sangat penting bagi setiap pelaku usaha. Mari kita bahas secara lengkap.

Cara Menghitung Omset dan Perbedaannya dengan Profit

Sobat Pintar, menghitung omset sebenarnya sangat sederhana. Berikut rumus dan contoh perhitungannya.

Rumus dan Contoh Perhitungan Omset

Rumus dasar omset: Jumlah Produk Terjual x Harga Jual per Produk. Contoh: jika toko menjual 100 pasang sepatu seharga Rp300.000 per pasang dalam satu bulan, maka omset bulan itu adalah 100 x Rp300.000 = Rp30 juta. Untuk bisnis dengan banyak produk, jumlahkan omset dari masing-masing produk. Ada juga omset kotor (sebelum dikurangi diskon dan retur) dan omset bersih (setelah dikurangi diskon dan retur).

Perbedaan Omset, Laba Kotor, dan Laba Bersih

Omset adalah total pendapatan dari penjualan sebelum dikurangi biaya apapun. Laba kotor adalah omset dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP). Sedangkan laba bersih (profit) adalah laba kotor dikurangi seluruh beban usaha termasuk operasional, pajak, dan biaya lainnya. Contoh: omset Rp100 juta, HPP Rp60 juta, biaya operasional Rp25 juta, maka laba kotor Rp40 juta dan laba bersih Rp15 juta.

Baca juga: Cara Menghitung Laba Untuk Mengetahui Keuntungan

Tips Meningkatkan Omset Bisnis dan UMKM

Sobat Pintar, ada banyak strategi yang bisa kamu terapkan untuk meningkatkan omset usahamu.

cara menghitung omset

•   Optimalkan pemasaran digital. Manfaatkan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook untuk promosi yang murah namun efektif. Live selling dan konten video pendek bisa meningkatkan engagement dan penjualan.

•   Manfaatkan e-commerce. Daftarkan produkmu di Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak untuk memperluas jangkauan pasar tanpa harus membuka toko fisik baru.

•   Tingkatkan kualitas produk dan layanan. Produk berkualitas dan pelayanan yang ramah mendorong pembelian ulang dan rekomendasi dari mulut ke mulut.

•   Diversifikasi produk. Tambahkan varian baru atau produk pelengkap. Strategi bundling (paket hemat) juga terbukti efektif meningkatkan nilai transaksi per pelanggan.

•   Perhatikan penetapan harga. Harga yang terlalu tinggi menurunkan volume penjualan, sementara harga terlalu rendah menggerus margin. Lakukan riset pasar untuk menemukan titik optimal.

•   Bangun branding yang kuat. Brand yang dikenal dan dipercaya akan lebih mudah menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama.

Baca juga: Revenue Streams Adalah: Jenis, Fungsi, Contoh

Omset dalam Konteks Pajak UMKM di Indonesia

Sobat Pintar, sebagai pelaku usaha, kamu perlu memahami bagaimana omset memengaruhi kewajiban pajakmu.

apa itu omset

Berdasarkan PP No. 55 Tahun 2022, UMKM dengan omset (peredaran bruto) tidak melebihi Rp4,8 miliar per tahun dapat menggunakan tarif PPh Final sebesar 0,5% dari omset. Kabar baiknya, UMKM orang pribadi dengan omset sampai Rp500 juta per tahun dibebaskan sepenuhnya dari PPh. Pajak hanya dihitung dari omset yang melebihi Rp500 juta.

•   Usaha Mikro: omset hingga Rp300 juta per tahun.

•   Usaha Kecil: omset Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar per tahun.

•   Usaha Menengah: omset Rp2,5 miliar hingga Rp50 miliar per tahun.

Pada September 2025, pemerintah memperpanjang fasilitas PPh Final 0,5% bagi wajib pajak orang pribadi hingga tahun 2029. Sekitar 542.000 wajib pajak terdaftar memanfaatkan fasilitas ini. Mencatat omset secara tertib sangat penting tidak hanya untuk mengetahui posisi keuangan bisnis, tetapi juga untuk memenuhi kewajiban perpajakan dan memudahkan pengajuan kredit di lembaga keuangan.

Baca juga: 5 Manfaat Laporan Keuangan Dalam Dunia Bisnis

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman daring bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

26 Apr 2026
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download