Jangan Panik, Ikuti Tips Isolasi Mandiri Berikut Ini!

25 Aug 2021 by Laruan

Menghadapi pandemic Covid-19 memang bukan hal yang mudah, apalagi jika seseorang tersuspek atau terkonfirmasi positif dan dinyatakan sebagai penderita corona. Ada banyak gejala yang menjadi indikasi dari covid-19. Tidak semua gejala mengharuskan pasien untuk dirawat inap di rumah sakit, melainkan bisa isolasi mandiri atau isoman di rumah sendiri.

Terlebih lagi kondisi rumah sakit yang semakin penuh oleh antrian pasien yang menderita covid-19. Jika gejala penyakit yang diderita tidak begitu fatal, maka pasien akan dianjurkan untuk melakukan karantina secara mandiri. Tindakan isoman bisa dilakukan sebagai alternatif untuk karantina setelah seseorang dinyatakan positif menderita covid-19. 

Tentu saja kegiatan isoman tersebut harus berdasar pada sepengetahuan dari petugas medis atau dokter. Ada beberapa tips isolasi mandiri yang bisa Anda terapkan supaya kesehatan Anda kembali pulih dan segera sembuh dari corona. Simak uraian di bawah ini!

Jangan Panik, Ikuti Tips Isolasi Mandiri Berikut Ini!

Kondisi Seseorang yang diperbolehkan Isolasi Mandiri

Ada beberapa kondisi atau situasi yang membuat seseorang diperbolehkan untuk melakukan isolasi secara mandiri. Berbagai kondisi tersebut antara lainnya terdiri dari kondisi pasien yang belum memasuki usia 60 tahun, tidak memiliki riwayat penyakit bawaan seperti kanker, kardiovaskular, diabetes mellitus, penyakit ginjal kronis, penyakit paru-paru kronis, dan imunosupresi.

Tak hanya itu, penderita yang tidak merokok dan tidak mengalami obesitas juga diperbolehkan untuk melakukan isolasi secara mandiri. Jika memenuhi semua persyaratan kondisi tersebut, maka pasien diperkenankan untuk isolasi sendiri di rumah. Disarankan kepada pasien untuk benar-benar jujur atas kondisi yang sebenarnya supaya kesehatan Anda dapat diselamatkan.

Selain itu, petugas medis juga harus mengetahui apakah anggota keluarganya memiliki kemampuan untuk memastikan perawatan untuk pasien selama isoman terjamin atau tidak. Pastikan pula untuk memberikan edukasi dan sosialisasi apakah anggota keluarga mengetahui cara menanggapi tanda-tanda apabila kesehatan pasien justru memburuk.

Petugas medis juga bertanggung jawab untuk memberikan penilaian apakah rumah pasien dapat memadai untuk dijadikan sebagai tempat berlangsungnya isolasi secara mandiri atau justru sebaliknya. Kondisi rumah yang tidak mendukung seperti tidak tersedianya ruangan tersendiri yang hanya boleh digunakan oleh si pasien seorang tentu saja akan menyulitkan dan berisiko menyebabkan penularan.

Jangan Panik, Ikuti Tips Isolasi Mandiri Berikut Ini!

Cara Isolasi Mandiri di Rumah

  1. Pasien Membutuhkan Ruangan Terpisah

Tips isolasi mandiri yang pertama kali perlu untuk dipenuhi adalah menyediakan ruangan terpisah untuk mengkarantina atau mengisolasi si pasien. Pastikan tersedia sebuah kamar khusus yang hanya boleh untuk ditempati oleh si pasien saja. Apabila ada anggota keluarga yang memiliki keperluan untuk masuk ke dalam ruangan, pastikan untuk selalu memakai masker medis.

Bagi anggota keluarga yang perlu mengantarkan makanan atau obat kepada pasien, perlu untuk memakai masker medis dan menjaga jarak paling tidak 1 meter dari posisi pasien berada. Pasien juga diwajibkan menggunakan masker medis agar mencegah terjadinya penularan. 

Pastikan untuk mensterilkan ruangan dengan desinfektan secara rutin. Tak hanya itu, jaga kebersihan ruangan agar kesehatan pasien dapat segera pulih. Usahakan untuk menghilangkan debu yang ada di dalam kamar agar pernapasan pasien lebih bersih. Pilihlah ruangan dengan ventilasi atau jendela agar sirkulasi udara tetap terjaga.

  1. Jangan Menggunakan Peralatan Atau Perlengkapan Bersama

Meskipun berada pada satu rumah yang sama, sediakan peralatan atau perlengkapan khusus yang hanya boleh digunakan oleh pasien saja. Menggunakan perlengkapan bersama justru akan meningkatkan peluang penularan kepada anggota keluarga yang lain. Gunakan peralatan makan tersendiri dan cuci sebersih mungkin. 

Untuk handuk maupun pakaian dan peralatan mandi, gunakan khusus dan terpisah dari pasien. Jangan bersentuhan fisik apabila tidak terlalu mendesak. Usahakan untuk selalu mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer setiap memasuki ruangan isolasi mandiri pasien terkait. Selama isoman, usahakan agar tidak ada anggota keluarga lain yang tertular.

  1. Jangan Biarkan Hewan Peliharaan Menyentuh Pasien

Menjaga interaksi manusia tentu akan lebih mudah daripada menjaga interaksi hewan peliharaan. Hewan peliharaan tidak mungkin dipaksa untuk mandi atau mencuci tangan sendiri, sehingga penularan melalui hewan peliharaan sangat tinggi peluangnya. Pastikan agar pasien tidak melakukan interaksi fisik dengan hewan peliharaan.

  1. Pantau Kondisi dan Gejala yang diderita

Tips yang selanjutnya adalah dengan memantau kondisi dan juga gejala penyakit yang diderita pasien. Mungkin pada awalnya pasien tidak mengalami gejala penyakit tertentu yang mengganggu. Namun kemudian bisa saja kondisi kesehatan pasien justru semakin buruk apabila imun tubuh pasien menurun. Oleh karena itu, setiap perubahan gejala harus segera dikonfirmasi.

Konsultasikan dengan tenaga medis atau dokter secara online apabila pasien mengalami perubahan gejala atau kesehatan yang semakin memburuk. Apalagi jika pasien menunjukkan gejala nyeri pada dada, sulit untuk bernapas, tidak dapat tetap terjaga, bibir maupun wajah yang berubah kebiruan, demam yang bertambah tinggi, dan lain sebagainya.

  1. Tidak Berpergian Ke Mana-Mana

Pasien yang sedang melakukan isolasi secara mandiri tentu saja harus melakukan karantina secara ketat. Jangan sampai pasien tersebut pergi ke luar rumah kecuali karena kondisi medis yang gawat darurat seperti tidak mampu bernapas. Apabila pasien membutuhkan sesuatu, anggota keluarga bisa menolong dan menggantikan untuk pergi ke luar rumah.

  1. Makan yang Bergizi dan Minum Obat Sesuai Gejala

Yang terpenting ketika isolasi secara mandiri adalah dengan mengusahakan tubuh untuk mendapat asupan nutrisi dan bergizi. Pasien harus memperhatikan kondisi tubuh dengan selalu menjaga imun tubuh agar tidak drop. Pasien bisa mengonsumsi berbagai makanan yang sehat dan bernutrisi supaya tubuh dapat kembali bugar.

Pasien perlu untuk mengkonsumsi multivitamin setiap harinya supaya kebutuhan vitamin di dalam tubuh bisa terpenuhi. Jangan konsumsi obat sembarangan. Pastikan untuk mengkonsumsi obat sesuai dengan gejala penyakit yang diderita. Pastikan pula obat yang dikonsumsi sesuai dengan resep obat yang diberikan oleh dokter.

Penuhi pula kebutuhan cairan tubuh dengan meminum air minimal 8 liter dalam sehari. Pasien harus menjaga pola hidup sehat dan cukup beristirahat. Jangan terlambat ketika waktu makan telah tiba, apalagi sampai melewatkan jadwal makan. Gaya hidup sehat dan pola makan akan sangat menentukan kesembuhan pasien dan proses pemulihan kesehatan.

  1. Selalu Berpikiran Positif 

Tips isolasi mandiri yang tak kalah penting yaitu dengan selalu berpikir positif. Pikiran seseorang dapat mempengaruhi pula terhadap performa kesehatan tubuh yang dimiliki. Apabila pasien selalu berpikir positif dan mensugesti diri agar segera sembuh, maka kesembuhan pasien dapat diperoleh lebih cepat. Jangan merasa terpuruk dan kehilangan semangat ketika terserang covid-19.Demikian beberapa tips isolasi mandiri yang bisa diterapkan di rumah. Pastikan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang ada demi kesehatan bersama. Usahakan untuk menahan diri agar tidak bepergian sampai masa karantina berakhir. Jangan sampai pasien menularkan virus kepada anggota keluarganya. Terus berpikir positif dan yakin bahwa kesembuhan dapat segera didapatkan.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload