Alternatif Pendanaan Fintech Lending Tumbuh Positif, Kredit Pintar Catat Pertumbuhan Pinjaman 3,40% di Sumatera Utara

17 May 2024 by kreditpintar, Last edit: 17 May 2024


Kredit Pintar sebagai platform fintech lending terkemuka di Indonesia yang berlisensi, terdaftar, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mencatatkan pertumbuhan positif di kuartal I/2024 dengan jumlah total peminjam Kredit Pintar sejak berdiri tahun 2017 telah berjumlah lebih dari 7 juta nasabah. Sementara itu untuk cakupan wilayah di seluruh Indonesia, pertumbuhan pinjaman di provinsi Sumatera Utara, tercatat sepanjang kuartal I/2024 telah naik sebesar 3,40 persen dan kota Medan menunjukkan pertumbuhan 48,26 persen terhadap penyaluran pinjaman Kredit Pintar di Sumut.

Seperti dikemukakan oleh Kokko Cattaka selaku Head of Business Kredit Pintar pada saat menghadiri Fintech Lending Days di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Kota Medan, Sumatera Utara (7/5/2024), “Di wilayah Sumatera Utara angka pertumbuhan penyaluran pinjaman Kredit Pintar berkisar di angka 3,40 persen dari kontribusi secara nasional. Kami melihat kebutuhan pendanaan bagi para pelaku UMKM masih sangat tinggi. Namun, di sisi lain, mereka kerap kali terkendala pada akses permodalan. Untuk itu kami sebagai platform fintech lending berupaya agar dapat menyediakan solusi alternatif pendanaan bagi para pelaku UMKM sehingga usaha mereka bisa semakin berkembang serta berpeluang menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi.”

Kredit Pintar saat ini menduduki peringkat #1 untuk aplikasi pinjaman uang tunai yang paling banyak diulas di Google Playstore Indonesia dan telah diunduh lebih dari 30 juta kali, rating Google 4.3 dari 5 dan Apple Store (IOS) dengan rating 4.7 dari 5 dengan dua juta review.

Lebih lanjut Kokko mengungkapkan bahwa Kredit Pintar terus mencatatkan pertumbuhan positif. Seperti tampak hingga pertengahan kuartal II/2024 total akumulasi penyaluran pinjaman Kredit Pintar yang tercatat telah mencapai angka lebih dari Rp 43 Triliun, dimana sekitar separuh nasabahnya meminjam uang untuk kebutuhan modal usaha kecil atau pendidikan.

Perhelatan Fintech Lending Days yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berlangsung pada 6-7 Mei 2024 lalu dan mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta sejumlah perusahaan teknologi finansial termasuk dalam hal ini Kredit Pintar. Dalam rangkaian acara ini AFPI menggelar exhibition, talkshow, UMKM visit dan Media Visit yang bertujuan untuk; memperkenalkan dan mengedukasi fintech P2P lending kepada UMKM sebagai alternatif solusi pendanaan usaha, menghubungkan UMKM dengan fintech P2P lending dan ekosistemnya, meningkatkan kualitas dan kreativitas UMKM, serta meningkatkan literasi keuangan secara masif dan mudah dipahami.

Entjik S. Djafar, Ketua Umum AFPI, dalam sambutannya mengatakan, “Industri fintech P2P lending ingin membantu UMKM untuk mendapatkan akses pendanaan yang lebih mudah dan cepat sehingga mereka dapat mengembangkan usaha dan menciptakan lapangan kerja baru. Fintech P2P lending juga masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya yang menjadi tantangan utama adalah tingkat literasi keuangan masyarakat. Banyak masyarakat yang belum memahami tingkat risiko dan manfaat fintech P2P sehingga mereka mudah terjebak dalam penipuan atau pinjaman yang tidak sesuai dengan kemampuan mereka. Oleh karena itu AFPI berkomitmen untuk meningkatkan literasi pada masyarakat untuk mendorong pertumbuhan industri fintech lending yang sehat dan bertanggung jawab. Salah satu upaya yang dilakukan AFPI adalah dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi seperti pada hari ini di acara Fintech Lending Days di Medan. “

Dalam kesempatan yang sama, Jasmi, Deputi Komisioner Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan, mengungkapkan, “OJK menyampaikan apresiasi dan terima kasih untuk AFPI dengan terselenggaranya Fintech Lending Days ini. Melihat besarnya peran UMKM tentu memerlukan perhatian dari kita semua. Tingginya potensi UMKM kita sekaligus juga membuka peluang khususnya bagi fintech lending untuk turut berkontribusi. Diharapkan dapat mengoptimalisasi industri fintech lending sehingga masyarakat atau UMKM memiliki opsi alternatif pembiayaan dalam kegiatan usahanya. Pada kesempatan ini, kami berpesan kepada masyarakat yang memanfaatkan fintech lending sebagai pembiayaan, kiranya dapat melakukan dengan bijak dan sesuai dengan kemampuannya.”

Lebih lanjut, Jasmi memaparkan mengenai potensi Sumatera Utara berdasarkan data BPS, dimana provinsi Sumatera Utara memiliki kontribusi terbesar pada perekonomian, yaitu sekitar 23,26 persen. Ekonomi Sumut pada tahun 2023 tumbuh sebesar 5,01 persen lebih tinggi jika dibanding pencapaian tahun 2022 yang tumbuh sebesar 4,73 persen. “Adopsi penggunaan fintech lending di Sumatera Utara merupakan yang terbesar. Kami harapkan melalui kegiatan ini, dapat mengakselerasi penyaluran pembiayaan fintech lending khususnya bagi UMKM di Sumut” tandasnya.

Melihat tingginya kebutuhan pendanaan bagi para pelaku UMKM namun di sisi lain mereka masih terkendala dengan persoalan akses permodalan serta masih minimnya tingkat literasi keuangan di masyarakat, Kokko kembali menambahkan, “Dengan terselenggaranya Fintech Lending Days yang diinisiasi oleh AFPI, selain memberikan dukungan penuh, kami berharap melalui kegiatan ini juga dapat berdampak positif bagi para pelaku UMKM, industri fintech lending serta pertumbuhan ekonomi digital yang sehat dan berkelanjutan.”


Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

17 May 2024
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download