4 Jenis Uang Giral, Keunggulannya, dan Perbedaannya

02 Sep 2021 by Laruan

Uang giral pada dasarnya adalah dana atau uang yang disimpan di rekening koran, di berbagai bank umum. Uang jenis ini dapat digunakan untuk melakukan berbagai transaksi pembayaran menggunakan perantara seperti cek, bilyet giro, maupun perintah untuk membayar dalam jangka waktu tertentu.

Biasanya, uang jenis ini diterbitkan oleh bank dan tidak dapat digunakan untuk melakukan transaksi dengan bebas. Uang jenis ini tidak mempunyai wujud tertentu, karena bentuknya hanyalah saldo tagihan dari suatu bank.

Perbedaan Uang Giral dengan Uang Kartal

Jenis uang yang satu ini tidak sama dengan uang kartal. Terdapat berbagai perbedaan yang mencolok di antara kedua jenis uang tersebut. Perhatikan seluruh perbedaan antara kedua jenis uang tersebut dari keterangan berikut ini.

  1. Tingkat kepraktisannya

Dilihat dari segi kepraktisan, jenis giral lebih unggul dibandingkan dengan jenis kartal. Contohnya, 1 juta rupiah uang kartal terdiri dari 10 lembar uang kertas yang masing-masing nilainya adalah 100.000 rupiah. Pada jenis giral, yang dibutuhkan hanyalah selembar kertas atau kartu saja.

Selembar kartu yang bernilai 1 juta rupiah tersebut sudah bisa digunakan untuk melakukan berbagai transaksi. Dengan hanya selembar kertas, pengguna tidak akan repot dalam melakukan penghitungan jumlah uang yang akan digunakan.

  1. Bentuk uang

Jenis kartal merupakan uang yang paling sering ditemukan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk uang jenis ini terbagi dalam dua jenis berbeda, yaitu logam dan kertas. Setiap bentuknya mempunyai nilai yang bervariasi.

Jenis giral lebih bervariasi lagi. Uang jenis ini biasanya berbentuk kartu dan kertas. Uang giral yang berbentuk kertas dapat ditemukan di giro, cek, dan sebagainya. Sedangkan yang bentuknya kartu dapat ditemukan pada kartu debit dan kartu kredit.

  1. Kepemilikan uang

Uang kartal bisa dinilai siapa pemiliknya dengan cara melihat siapa yang memegang uang tersebut ketika suatu transaksi sedang terjadi atau dilakukan. saat Anda menemukan uang berjenis kartal, Anda dapat langsung menggunakannya untuk melakukan transaksi maupun pembayaran.

Jenis giral tidak seperti itu. Kepemilikan uang tersebut didasarkan pada identitas yang dimiliki oleh pemilik giral. Contohnya adalah sebuah kartu kredit. Hanya pemilik sah dari kartu kredit tersebut yang bisa menggunakan kartu itu untuk melakukan pembayaran.

  1. Sifat dua jenis uang yang berbeda

Uang kartal yang mempunyai mata uang rupiah diakui oleh Undang-Undang Indonesia sebagai alat pembayaran resmi yang harus diterima saat digunakan untuk melakukan transaksi jual beli. Semua penjual di Indonesia harus menerima alat pembayaran yang berbentuk uang kartal.

Tapi penjual boleh menolak pembayaran yang dilakukan dengan menggunakan uang jenis ini. Hal ini karena tidak seluruh penjual di Indonesia dapat menerima proses pembayaran yang dilakukan dengan uang jenis ini dan menggunakan uang jenis giral sebagai alat pembayaran.

Tidak seperti kartal, jenis giral sering digunakan oleh para pebisnis hanya untuk menyimpan dana sehingga dana yang dimilikinya akan lebih terlindung dan aman.

4 Jenis Uang Giral, Keunggulannya, dan Perbedaannya

Keunggulan Uang Giral

Dibandingkan dengan jenis kartal, jenis giral mempunyai lebih banyak keunggulan. Apa saja keunggulan uang jenis ini?

  1. Uang giral lebih aman

Dibandingkan dengan jenis kartal, tingkat keamanan jenis giral ini lebih tinggi. Seandainya pemilik uang kartal melakukan kesalahan sehingga uang tersebut hilang, keberadaan uang tersebut tidak dapat dilacak lagi.

Tapi jika yang hilang atau dicuri adalah jenis giral, pemiliknya dapat langsung menghubungi lembaga keuangan yang terkait sehingga lembaga tersebut dapat melakukan pemblokiran. Dengan demikian siapapun yang memegang atau menemukan uang tersebut tidak dapat melakukan transaksi apapun.

  1. Membutuhkan validasi

Uang jenis kartal bisa langsung digunakan untuk melakukan transaksi. Tapi uang jenis giral memerlukan validasi, misalnya tanda tangan atau PIN yang hanya diketahui oleh pemilik rekeningnya. Uang berbentuk giral bisa disimpan dan dipergunakan dengan lebih aman.

Kelemahan Uang Giral

Sayangnya, uang jenis giral juga memiliki beberapa kelemahan jika dibandingkan dengan uang jenis kartal. Apa saja kelemahan uang jenis giral?

  1. Tidak bisa dipakai secara bebas

Tidak semua toko dan merchant menerima pembayaran dengan jenis giral. Hanya beberapa toko saja yang menerima pembayaran dengan menggunakan kartu debit dan kartu kredit. Toko-toko yang tidak menerima pembayaran giral memang tidak mempunyai mesin EDC atau electronic data capture.

  1. Seringkali ditolak oleh penjual

Beberapa penjual menolak pembayaran dengan menggunakan cek. Hal ini karena cek dinilai lebih merepotkan pihak penjual. Pihak penjual harus pergi ke suatu bank terlebih dahulu untuk dapat memperoleh dana dari transaksi yang sudah terjadi.

Berbagai Jenis Uang Giral

Ada setidaknya 4 jenis giral yang disediakan oleh lembaga keuangan seperti bank. Keempat jenis uang berbentuk giral tersebut adalah:

  1. Cek

Jenis uang yang satu ini berbentuk lembaran kertas atau surat perintah yang ditulis oleh pemilik rekening dan diberikan oleh pihak bank. tujuannya adalah untuk memberikan pembayaran dengan sejumlah dana.

  1. Giro

Merupakan jenis yang kedua dari uang giral. Giro merupakan simpanan yang ada di suatu bank dan dapat diambil setiap saat dengan menggunakan pemindahbukuan, menggunakan surat berharga, maupun menggunakan cek.

  1. Kartu kredit

Bentuk uang giral berikutnya adalah kartu kredit yang dikeluarkan pihak bank dan dapat digunakan oleh pemegang kartu dalam melakukan berbagai transaksi. Pemegang kartu ini tidak harus membayar dengan cara kontan atau menggunakan uang tunai.

Biaya yang digunakan untuk berbelanja akan dipotong dari rekening tabungan pemegang kartu kredit tersebut secara otomatis.

  1. Wesel pos

Bentuk uang giral yang satu ini berupa surat pos yang dirancang agar dapat digunakan untuk melakukan pengiriman uang.

4 Jenis Uang Giral, Keunggulannya, dan Perbedaannya

Proses Terbentuknya Uang Giral

Uang jenis giral sudah banyak digunakan di negara maju sebagai salah satu alat pembayaran utama. Uang jenis ini memang sangat aman dan jauh lebih praktis dibandingkan dengan uang jenis kartal. Bagaimana uang jenis ini bisa terbentuk? Berikut ini adalah proses pembentukan utamanya.

  1. Primary Deposit

Proses yang satu ini meliputi beberapa langkah yaitu saat seseorang menitipkan uang kartal, menabungnya, atau menyimpannya di sebuah bank. Uang kartal yang dititipkan tersebut akan berubah menjadi jenis giral.

  1. Loan Deposit

Proses lain yang bisa membuat terbentuknya uang jenis giral adalah loan deposit. Proses ini terjadi ketika seseorang mengambil pinjaman uang dari suatu bank tetapi uang pinjaman tersebut tidak digunakan melainkan hanya untuk ditabung atau disimpan di bank.

  1. Uang Kuasi

Merupakan uang giral yang terbentuk ketika seseorang menyimpan sejumlah uang di dalam bank dengan bentuk deposito jangka panjang atau time deposit money. Uang jenis ini tidak dapat dilakukan untuk membayar transaksi secara langsung.

Jika akan digunakan untuk melakukan pembayaran suatu transaksi, seseorang perlu mengambil uang tersebut terlebih dahulu di lembaga keuangan seperti bank. Uang kuasi sering disebut dengan nama uang dekat. Hal ini karena jenis uang ini hanya dapat digunakan dalam jangka waktu yang ditentukan.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload