Wilayah Indonesia Risiko Rendah Covid-19 Mencapai 98 Persen!

23 Oct 2021 by georgineesperance

Sobat Pintar!

Satgas Covid Penanganan Covid-19 telah memperbaharui data peta zonasi setiap daerah di Indonesia seiring dengan adanya penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat hingga 1 November 2021.

Melansir laman covid19.go.id, dalam data peta zonasi risiko hingga 17 Oktober 2021, sudah tak ada lagi daerah berstatus zona risiko tinggi Covid-19. Dalam peta tersebut disebutkan bahwa sebesar 98,05 persen Wilayah Indonesia masuk dalam risiko rendah Covid-19.

Sementara daerah yang masuk kedalam risiko sedang Covid-19 adalah Kabupaten Tana Toraja di Sulawesi Selatan dan Kabupaten Murung Jaya di Kalimantan Tengah.

Dilansir dari laman covid19.go.id, terdapat 3 indikator untuk menghitung peta zona risiko, yaitu :

INDIKATOR EPIDEMIOLOGI:
1) Penurunan jumlah kasus positif & probable pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
2) Jumlah kasus aktif pada pekan terakhir kecil atau tidak ada
3) Penurunan jumlah meninggal kasus positif pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
4) Penurunan jumlah meninggal kasus suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
5) Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
6) Penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
7) Persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif
8) Insiden Kumulatif kasus positif per 100,000 penduduk
9) Kecepatan Laju Insidensi (perubahan insiden kumulatif) per 100,000 penduduk
10) Mortality rate (angka kematian) kasus positif per 100,000 penduduk

PS. Data suspek didapatkan dari data RS Online

INDIKATOR SURVEILANS KESEHATAN MASYARAKAT
1) Jumlah pemeriksaan sampel diagnosis mengikuti standar WHO (1 orang diperiksa per 1,000 penduduk per minggu) pada level provinsi
2) Positivity rate rendah (target ≤5% sampel diagnosis positif dari seluruh kasus yang diperiksa) – merujuk pada angka provinsi

INDIKATOR PELAYANAN KESEHATAN
1) Rata-rata angka keterpakaian TT Isolasi (% BOR TT Isolasi) dalam 1 minggu terakhir pada RS Rujukan COVID-19 cukup untuk menampung pasien COVID-19 di wilayah tsb.
2) Rata-rata angka keterpakaian TT Intensif (% BOR TT Intensif) dalam 1 minggu terakhir pada RS Rujukan COVID-19 cukup untuk menampung pasien COVID-19 di wilayah tsb.

23 Oct 2021
mobile-closeKredit PintarDownload