5 Prinsip Orang dalam Manage Keuangan

01 Apr 2019 by Edwin

Masing-masing orang punya cara dan preferensi sendiri dalam manage keuangan pribadi mereka.

Kira-kira nih, kalau dikelompokkan ke dalam beberapa tipe, ada sekitar 5 tipe orang dalam manage keuangan pribadi.

Setiap tipe tersebut mengatur keuangan sesuai dengan gaya hidup yang mereka inginkan. Tentunya, mereka menganut prinsip memanage keuangan masing-masing. Apa aja sih prinsip-prinsip memanage keuangan tersebut?

1. Prinsip perencana

Tipe orang ini punya prinsip manajemen keuangan yang cukup matang. Biasanya, setelah menerima gaji, orang ini akan langsung membuat perencanaan pengeluaran yang rinci.

Prinsip memanage keuangan seperti ini memang perlu banyak usaha di awal. Namun, prinsip ini akan memberimu keseimbangan sebulan penuh. Jadi nggak ada lagi bersenang-senang di awal bulan, dan harus ekstra hemat di akhir bulan.

Orang yang menganut prinsip ini biasanya punya ciri-ciri seperti memiliki aplikasi perencanaan keuangan, selalu menyimpan bukti pembayaran, dan selalu melacak pengeluarannya.

2. Prinsip mengalir saja

Atau bisa dibilang tidak punya prinsip mengatur keuangan. Keuangan orang-orang seperti ini mengalir saja mengikuti keinginan.

Kalau sedang ingin makan masakan Korea, ya langsung beli. Kalau ingin beli baju baru, ya langsung main ke mall. Nanti di akhir bulan, kalau duit udah menipis, ya tinggal makan di warteg 3x sehari.

Tipe orang seperti ini tidak terlalu menganggap pusing persoalan manage keuangan. Yang penting bisa makan, bisa nabung, dan masih bisa senang-senang!

3. Bersenang-senang dahulu, bersakit-sakit kemudian

Ini prinsip yang buruk, sih. Orang-orang seperti ini akan merayakan hari-hari gajian dengan berfoya-foya di awal bulan dan melupakan tanggung jawab lainnya.

Akhirnya bisa ketebak. Di akhir bulan akan jadi ekstra hemat akibat uang habis untuk bersenang-senang di awal bulan. Meski demikian, orang seperti ini susah sadar diri. Meski harus berjuang keras di akhir bulan, kesenangan yang didapat saat masa berfoya-foya susah ditinggalkan!

4. Prinsip YOLO

YOLO (You Only Live Once) atau Kamu Hanya Hidup Sekali. Prinsip manage keuangan ini bagai pedang bermata dua. Bisa membawa keberuntungan, bisa juga malah menyengsarakan.

Contoh YOLO yang bikin untung misalnya ketika ada teman yang mengajak buka usaha yang sama sekali Kamu tidak pahami pasarnya. Namun setelah dijalani, Kamu malah dapat untung besar.

Sedangkan contoh YOLO yang bikin sengsara misalnya ketika Kamu melihat ada sepatu bagus yang diskon, lalu Kamu membelinya karena… ya, YOLO.

Perilaku pengeluaran seperti ini juga bisa disebut dengan impulsive spending. Yang tentunya, kebiasaan ini justru bikin rugi keuangan pribadi. Dapat kesenangan sih, tapi duitnya abis entah kemana!

5. Prinsip memutar uang

Prinsip ini biasanya dimiliki oleh orang-orang dengan jiwa entrepreneur yang kuat. Setelah mendapat uang, tipe orang yang pegang prinsip ini akan langsung menggunakan uangnya untuk mencari keuntungan lebih. Bisa untuk tambahan/modal bisnis, bisa juga untuk membeli aset saham.

Orang yang punya prinsip memanage uang seperti ini sebisa mungkin mencari cara untuk membangun sumber penghasilan pasif untuk tambahan. Sehingga, uang di kantong mereka hanya mampir karena langsung diputar untuk mendapat keuntungan lebih.

Kalau Kamu pegang prinsip yang mana nih dalam memanage keuangan?


Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan tips mengatur keuangan lain yang bermanfaat. Ingin mengenal Kredit Pintar lebih dekat?

[su_button url=”https://kp.onelink.me/o4cz/blog” target=”blank” style=”flat” background=”#79c143″ size=”8″ text_shadow=”3px 2px 3px #000000″]Pinjam Sekarang![/su_button]

mobile-closeKredit PintarDownload